Kamis, 27 Agustus 2015

Refleksi Hijrah Tubuh 1

Hari yang dinantikan telah tiba, yaitu penerimaan anggota penuh UKM Seni UMI. Sore hari jam tiga aku berangkat dari rumah kekampus setelah sebelumnya membuat surat yang telah rampung sejak tadi pagi dengan materai yang tertempel bernilai 6000. Aku berangkat dengan kuda mesin beroda dua menuju kampus, spesifiknya lagi ke sekretariat UKM Seni UMI untuk melakukan pendaftaran anggota penuh yang sudah di informasikan jauh-jauh hari melalui via sms yang aku terima.
Nampak dari jauh, suasana yang tak asing lagi tempat itu berada disamping belokan menuju auditorium Al-Jibra. Sebuah bangunan yang penuh dengan canda tawa. Tempat berkarya seluruh insan UPKSBS UMI.

Senja mulai menampakkan lekukan siluet hitamnya, cahayanya menembus sela daun pepohonan. Aku kemudian memberhentikan motor berangkat dan menuju sekretariat. Disana aku melihat teman yang lain. Dia Elis dan Arma. Mereka juga ingin melakukan pendfataran ulang sama sepertiku.
Kami pun bersama melangkah masuk di beranda secretariat. Mencari kak DK yang menangani proses pendftaran ulang. Cukup lama kami duduk menunggu sambil bercengkrama satu sama lain. Mengingat proses yang pernah kita alami sebelumnya. Tak lama kemudian dari kejauhan, tepat di depan Fakultas Fikom sudah tampak Kak DK baru dating entah darimana.
Arma kemudian berinisiatif untuk memanggilnya berbicara bahwa di secret ada beberapa teman yang ingin mendaftar ulang.

Tak lama kemudian mereka mendekat. Teman yang lain ada yang baru membuat dan mengedit surat pernyataannya di sebuah laptop yang dia pangku. Sedang Elis sudah siap, suratnya pas berada ditangan nya.

Dan aku mengeluarkan surat itu dari tas yang ku pikul dari tadi. Kak DK pun merespon seakan tahu apa yang akan kami berikan.

Dia kemudian mengeluarkan surat. Semacam absen. Setelah kami mengumpul surat itu dia menyuruh kami untuk mengisi surat itu. Tercantum nama, alamat, nomor hp dan tandatangan. aku mengisinya dengan lugas tanpa kebingngan apapun. Hal ini sudah wajar bagiku dalam setiap proses pendaftaran.
Setelah itu. Sebelum pulang aku duduk di secret berbagi cerita dan mendengarkan teman yang lain beserta senior yang ada di UKM Seni.
Senja semakin larut. Suara radio Masjid dari kejauhan Pampang sana sudah mulai terdengar. Aku kemudian pamit untuk pulang kepada orang yang berada disekret. Bersiap menunggu informasi kegiatan selanjutnya.

***

Sebulan berlalu, kami diinformasikan untuk berkumpul kembali membicarakan prosedur dan tahap pengambilan anggota penuh via sms. Dan tanggal 21 agustus akan diadakan workshop kekaryaan. Sebelum workshop kekaryaan tersebut kami harus melakukan kegiatan olah tubuh setiap sorenya hingga waktu workshop tiba, agar kebugaran tubuh tetap terjaga dalam proses nanti.


Hari demi hari berlalu, aku hanya tidak menghadiri dua kali olah tubuh karena kepentingan tertentu. Dan dihari terakhir olah tubuh kami diinformasikan alat-alat apa saja yang akan dibawa saat workshop tiga hari nanti. Setelah adzan Maghrib kami baru pulang, bersiap untuk berangkat besok malamnya.

***

Malam itu kami berkumpul bersama di depan sekretariat untuk bedoa sebelum berangkat ke Benteng Somba Opu, tempat diadakannya workshop. Waktu menunjukkan pukul  19.37 kami baru meninggalkan sekretariat menuju tempat lokasi.



Dalam proses workshop aku mendapatkan banyak pelajaran dan ilmu yang mungkin tidak akan saya dapatkna diluar. Bahwa seni itu bukan sekedar seni seperti yang ada di tv kebanyakan. Seni harus berkesinambungan dengan seluruh golongan masyarakat. Seni harus bermanfaat bagi banyak orang. Dan untuk menjadi seniman dan artis itu tidak mudah berbeda dengan penghibur-penghibur yang ada di tv.

Hingga sampai di penghujung acara saya berharap pelajaran yang saya dapatkan di workshop ini dapat berguna dan bisa menjadi bekal untuk menghadapi proses selanjutnya. Amin.