Kamis, 29 Oktober 2015

Wanita diujung waktu

Di ujung kursi sepapan itu
Aku bagai seorang pencuri
Pencuri waktu yang menatap binar wajahmu
Sesekali aku  berbalik agar kau tak mengerti

Kulihat lagi


Matamu bulat

Sama seperti ibuku
Alismu melengkung hitam
Hingga aku berbalik lagi

Kulihat lagi


Kau masih memandang lapangan hijau itu

Tadi kaki ku juga berlari disana

Sesekali bola mata kita saling berhadapan


Tidak!


Mungkin kau tidak menatap bola mataku


Kau menatap seorang adam disampingmu

Tersenyum tipis 
Rona wajahmu memerah
Bahkan kalian saling membalas tawa

Aku berbalik lagi

Mungkin sudah waktunya untuk pulang...


(Penulis: Muhammad Reyhan Ismail)




Rabu, 28 Oktober 2015

Post penting!

Kemarin tanggal 27 Oktober dan hari itu adalah hari Blogger Nasional dan saya sempat membuat karya desain grafis yang saya post di media sosial, bentuknya seperti ini.

Gimana? Keren kan? Keren lah!
"Sambil menyelam minum air keras" mungkin kata-kata itu yang cocok untuk saya di hari blogger nasional ini. Coba perhatikan desainnya. Perhatikan setiap tulisanya. Dipojok bawah saya beri alamat blog ga' penting ini dan akun twitter saya tentunya.

Saya pun memposting desain ini kepenjuru dunia kelurahan yang saya punya, seperti instagram, facebook, bbm, dan line. Hasilnya sih dapat satu retweet di twitter dan satu followers (Hiks), seluruhnya like semua. Padahal pengerjaannya 3 jam loh. Iya, 3 jam. Sekedar info saja, desain grafis itu susah-susah gampang. Susahnya ya untuk pencampuran warna, toolsnya (Sebagai desain grafis pemula saya masih belum tahu banyak tentang tools yang ada) ide, temanya atau kesan yang ditimbulkan dalam desain dan masih banyak lagi

Gampangnya?

Kita hanya perlu duduk, klik sana klik sini, geser sini geser situ sambil menuangkan kreatifitas yang ada. Gampang kan? Tidak perlu lari keliling komplek, push up dan sikap lilin. Tidak perlu! kecuali kalo mau greget.

Software yang dipake?

Software yang saya pake adalah Corel draw X6, software yang kebanyakan dipakai para pendesain grafis. Sebenarnya masih banyak software yang bisa dipakai, contohnya Adobe ilustrator (bagus) dan Photoshop (bagus juga) tidak mabut. Tergantung dari keahlian masing-masing.

Dan sekarang adalah tanggal 28 Oktober, hari dimana para pemuda-pemudi Indonesia menyorakkan Sumpah nya, hari dimana mahasiswa turun kejalan, dan hari dimana kita merefleksi kenangan sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 lalu. Untuk sejarahnya saya tidak akan membahas nya panjang lebar disini, tapi bagi yang lupa pelajaran sejarah waktu SMP. Silahkan klik Disini.

So?

Hari ini saya tidak turun kejalan. 

Berarti kamu bukan mahasiswa?

Mahasiswa itu bukan berarti harus turun ke jalan sambil bakar ban. Kalo mau dibilang turun kejalan, tiap hari saya turun kejalan, kalo mau kekampus saya turun kejalan, ke Mall saya turun kejalan, pulang ke Pinrang saya turun kejalan.

Naik motor. Kalo jalan-jalan, terlalu jauh.

Bukan nya menyalahkan metode tersebut. Setiap orang atau kelompok mempunyai cara dan teknik tersendiri untuk menuntut sebuah perubahan. Jadi semuanya pasti akan kembali lagi bagi objek tersebut (gitu). Juga, kalo dipikir-pikir. Mahasiswa itu orang yang cerdas dan kritis jadi segala sesuatunya pasti dipikir dulu matang-matang sebelum dilakukan (percaya deh!)

Jadi apa yang kamu lakukan sebagai mahasiswa di hari sumpah pemuda ini?

Sederhana sih. Daripada kurang kerjaan. Berhubung hari ini juga tidak ada mata kuliah jadi saya membuat satu karya sebagai ucapan untuk hari ini. Penampakan nya seperti ini.


Keren kan? Iyalah keren.

Finally. Di hari sumpah pemuda ini saya sadar Negeri ini mengajarkan banyak hal kepada saya, Saya lahir, besar dan mungkin mati disini, saya makan hasil tanahnya, saya minum airnya, dan saya menikmati kekayaan alamnya. Tapi apa yang saya berikan terhadap Negeri ini tidak seberapa. Laksana satu bulir air dari kaki semut yang jatuh kedalam samudra. 

Perjalanan saya masih panjang dan semoga suatu saat, apakah itu besok, lusa, minggu depan, bulan depan atau tahun depan sekalipun mudah-mudahan saya bisa mengharumkan nama baik Negeri titipan nenek moyang kita ini. Indonesia.

And than, Hari ini saya hanya mau mengucapkan. 

Selamat Hari Sumpah Pemuda yang ke-87. Karna berbeda kita satu, karna berkarya kita besar! Ayo bangkit pemuda Indonesia! 
-Reyhan Ismail (Penulis)





Minggu, 25 Oktober 2015

Awal Nge-Blog

Kali ini saya akan sedikit bercerita tentang awal mula saya menjajaki dunia blog. 

Blog, sekarang sudah tidak asing lagi ditelinga kita dan sudah banyak blogger (sebutan untuk pelaku, pembuat atau penulis blog) yang sukses dengan konten-konten nya tersendiri yang dimuat dalam blog mereka masing masing. Contohnya di Indonesia sendiri ada Raditya dika, Bena kribo, Alitt susanto dan masih banyak lagi blogger-blogger yang sukses me-realitakan tulisan mereka di blog menjadi sebuah buku. Dan pada dasarnya hal itu didasari oleh hobi kita dalam dunia penulisan atau kesadaran kita akan mendokumentasikan kisah, pengalaman dan tragedi kita melalui media tulisan.

Back to the title, pertama kali saya Nge-Blog adalah pada tahun 2011. Penampakan blog saya pada waktu itu seperti ini :

Gimana? Alay kan? Yang pake kacamata itu saya waktu masih kecil. Kira-kira umur 5 tahun lah
sebelum saya dikutuk menjadi upil
Blog ini ternyata masih ada. Tapi sekarang pasword nya sudah saya lupa. 

Sejarah pembuatannya pada saat itu waktu saya masih duduk dibangku SMP (Sekolah Menengah Pertama) kalo tidak salah disitu saya sudah kelas tiga dan jomblo. Tapi pancaran kegantengan nya sudah mulai terlihat.

Pada waktu itu (Sorry, tadi saya baru makan malam) saya dan teman sekelas di VIII.5 disuruh untuk bikin blog sebagai tugas mid dari mata pelajaran TIK (Teknologi Ilmu Komunikasi) oleh pak Rizal di Lab. TIK (Masih ingat nama gurunya Hehehe) isi konten nya terserah, yang penting tidak bertolak belakang dengan tujuan negara, seperti rambutnya pak Rizal saat itu, yang bertolak belakang. Belahan satunya kekiri, satunya lagi kekanan, sehingga membentuk sungai amazon yang lurus ditengahnya Wkwkwkwk. Sorry pak :D

Dan jadilah saya dan teman-teman bersaing membuat dan mendesain blog seindah dan se-alay mungkin. Tentunya untuk memperoleh nilai mid yang tinggi,

Kurang lebih sebulan kami bergelut dengan blog itu, sebelum waktu pengumpulan. Dan kebanyakan waktu desain blog saya habiskan berkeliling di Warnet yang zaman itu masih hot-hotnya bersama teman-teman yang lain, kami melakukan sharing ilmu. Tsah! :D

Yang paling jago dalam desain blog saat itu adalah teman saya. Namanya Mufti dan semua artikel blognya berisi game PointBlank. Ada yang masih ingat sama game itu? Biasanya disingkat PB. Blognya juga yang paling banyak aksesorisnya. Saya belajar banyak sama dia. Dan ada juga teman saya bernama Ridwan (Ciwank) Dia adalah pemilik warnet di Baruga, atau Pao bagian Pinrang. Wajar kalo dia jago. 

And than, sebulan berlalu blog saya sudah rampung. Isinya?
Hmm, isinya paling keren menurut saya. Saya mengambil tema Harry Potter (seperti yang kita' liat diatas) artikelnya semua tentang Harry Potter (Sesat? iya memang) Sumbernya Copas semua -_-
Karna yang saya utamakan pada saat itu bukan isinya, tapi desainnya. Makanya jadinya kayak blog orang psikopat yang sedikit dipoles dengan Ke-Alay-an itulah blog saya. Wkwkwkwk
Kalo mau liat cek saja Disini! Ingat baca Bismillah!

Sejak saat penilaian sudah dilakukan sama pak Rizal, blog ini mulai terbengkalai, tak terurus dan terlantar (barang siapa yang menemukannya. MUSNAHKAN!) setahun kemudian saat saya mau obati keluhan blog ini. Passwordnya saya lupa. Jadilah tahun 2014, baru saya aktif kembali Nge-Blog. Hal itu didasari oleh ke-kurang kerjaan saya sewaktu bulan puasa saat itu. 

Kenapa Davincioners?

Davincioners saya pilih sebagai alamat blog, Simple. Karna saya suka Leonardo Da Vinci. Makanya saya kasih nama Davinci. Sama kayak nama Twitter saya @Rhey_Davinci 
Agak keren memang.

Kenapa ada "oners" nya? Simple. Supaya ada tambahan nya. tambahan "oners" itu tidak berarti apa-apa. Kan agak binal kalo Davincyinnn.blogspot.com atau Davincijantan.blogspot.com. Nanti dikira plagiat. Ingat Air laut itu rasanya asin!

Maka dari itu, jadilah Davincioners.blogspot.com! Tadaaaaa!!!!
isinya sangat penting untuk menambah wawasan. Serius! setiap kata itu penting untuk diresapi maknanya, Makna bahwa Blog ini bukan milik orang WARAS!

Sekarang jam sudah menunjuk pukul 02:17. Terlalu pagi untuk menulis Blog dan besok adalah hari Minggu. Sayang untuk dilewatkan. Jadi, sekian dulu untuk malam ini Readers! Selamat malam dan selamat beristirahat!


Sabtu, 24 Oktober 2015

Kecewa dengan pemilik warkop

Malam ini tepat pukul 23.46 saya sedang dirumah. Sendiri. Lagi.

Dua jam lalu saya sangat kecewa dengan kasir warkop. Tadi itu saya singgah pas didepan warkop. Nama warkopnya adalah *** Warkop, sudah berkali-kali saya berkunjung kesana untuk sekedar menikmati wifinya tanpa pesan kopi. Nah, pas selesai parkir motor, saya berjalan memasuki warkop dengan pedenya seperti hari-hari kemarin. Pengunjungnya sedikit sepi, dua tiga oranglah.

Setelah sampai didepan kasir saya bilang "Voucher ta satu" kasirnya pura-pura budeg, saya ulangi lagi "Tabe, voucher wifi ta satu" 
"Ooiya" sambil mengabil vouchernya dilaci depan.
"Mau pesan apaki?" pertanyaan itu sudah sering saya dengar ketika kesana. Dengan jawaban yang sama seperti kemarin saya jawab "Tidakji"
Si kasir diam. Kayaknya dia sedang berfikir, mukanya agak gugup untuk mengatakan sesuatu.
Sepertinya dia mau nyatakan cinta sama saya.

"Tidak bisa begitu" Seketika saya kaget dengan jawabanya. Baru kali ini dia bilang begitu kepada saya "Maksudnya mas?"
"Harus ki pesan minuman"
"Oo, memangnya peraturannya sudah direvisi sejak kemarin?"
"Iyye', kami sudah melakukan rapat pleno dengan pengurus warkop tadi kemarin malam"
"Oohh.." Sambil mengutik kantung celana. Uang saya tidak cukup untuk pesan minuman. Lagipula minuman disana lumayan mahal, kisaran Rp. 10.000 itupun hanya kopi. Indominya? Harganya Rp.6000! Pake nasi? Tambah lagi 2000! Jadinya Indomi +  nasi Rp. 8.000! yang tadinya indomie bisa dibeli diwarung Rp. 2.500 dan bisa masak nasi sampai puas dikos jadi Rp. 8.000?

Gila ini orang! "Tidak usah mi pale kalo begitu!" mukaku agak kecewa, kemudian langsung pergi.
Ah, rasanya besok-besok saya tidak akan kembali kesana. Kecuali kalo saya mau kembali lagi.

Saya kecewa sekali. Marah? Iyya! tapi saya mencoba berfikir positif.

Kalo difikir-fikir. Itu namanya warkop. yang artinya Warung Kopi. Tempat orang minum kopi, bukan tempat orang yang hanya menikmati wifi kayak saya. Disitu saya sedar mungkin saya nya yang salah.
Iya betul, saya memang yang salah -_-

Akhirnya malam ini saya Ngeblog pake kuota hotspot portable di smartphone. Aslinya, pake kuota yang tadi saya beli sebesar 1 Gb. Itu selama tiga hari, harganya 10 ribu. Kalian taulah itu kartu apa.

To the end. Buat kalian mahasiswaa pejuang hemat, jangan pernah berhenti berjuang untuk mandiri. Jangan menyusahkan orang tua. Kalo perlu cari uang secepatnya. Jeli lah melihat peluang hemat yang ada, walaupiun malu-maluin kayak saya.

Itu semua saya lakukan supaya tidak terlalu sering minta duit sama orang tua. Mungkin cukup untuk malam ini readers! Terima kasih buat kalian yang baca blog (ga' penting) ini. Gutten Nacht!

Selasa, 20 Oktober 2015

Numpang promosi di Blog sendiri

Yoo, wassupp men! Hari ini saya sedikit berlaku sok asik demi mengikuti tren zaman sekarang yang semakin lama semakin hancur. Bruakakak. Hahah.

Oke, kembali ke topik. sekarang saya mencoba untuk menjelajahi dunia tarik suara di dunia maya. Yaitu menjadi penyanyi. Iya penyanyi. Penyanyi yang tak letih-letihnya mengeluarkan suara merdunya dibawah mikrophne headset. Setelah itu saya upload di Soundcloud.

Soundcloud sendiri adalah. Mmmm. Anu. Apa di'? Soundcloud adalah seperti jejaring sosial yang khusus mengupload suara diluna maya. Eh, maksudnya didunia maya. Pokoknya semacam itulah. Untuk penjelasan lebih lanjut ada disini https://id.wikipedia.org/wiki/SoundCloud. Asik :D

Nah, salah satu pegiat soundcloud di Indonesia adalah Adithia Sofyan. Dia sekarang adalah seorang penyanyi dan lagu-lagunya sudah banyak dipakai dalam soundtrack lagu seperti di filmnya Raditya dika yang berjudul Kambing Jantan. Lagu Adithia Sofyan yang dipakai adalah Adelaide Sky . <<< Klik mi saja kalo mau dengar. 

Ini dia si Adithia Sofyan. Tidak perlu diragukan lagi dia mirip dengan saya. Yaa 11/50 lah

Selain itu ada juga yang namanya Dwitasari. Nah, Dwitasari ini adalah seorang perempuan. Jangan sampai keliru dari namanya. Dia adalah seorang penulis buku. Bukunya yang saya tau adalah Raksasa dari jogja kalo saya tidak salah. Didalam Soundcloudnya kebanyakan musikalisasi puisi dan ada juga cover walaupun tidak terlalu banyak. Kalo mau dengar puisinya silahkan cek di soundcloudnya <<< Ini soundcloudnya bego'! Hahahahh :D

And than, dari semua itu saya mulai terinspirasi dari mereka untuk membuat akun soundcloud (tidak pentinng sebenarnya saya punya soundcloud atau tidak) daripada menyanyi dimotor yang tidak jelas. Lebih baik diupluoad diluna maya ini kan? -_- Dunia maya maksudnya.

Sebenarnya akun ini sudah lama saya buat. Tapi baru rutin up to date  akhir-akhir ini. Isinya ga' penting sih. Ada cover lagu, Musikalisasi puisi, dan muka ganteng saya tentunya. Dan saya harap akun ini bisa menjadi tempat saya untuk selalu berkarya dan menghibur teman-teman semua. Sekian.

"Nama akunnya apa?"

Eitss, itu adalah pertanyaan yang saya tunggu-tunggu, terima kasih sudah bertanya Hahahaa. Nama akun soundcloud saya singkat dan jelas untuk difollow dan dilestarikan namanya adalah Bambang Adiyahomo Sukasamakamu. 

Sorry typo. Namanya adalah Reyhan Ismail. klik saja namanya, nanti juga muncul sendiri. Penampakannya kira-kira seperti ini dibawah ini



Untuk sementara mungkin cukup sampai sini saja. Sudah jam 7 malam lewat ini. Waktunya tidur. Sampai ketemu di artikel selanjutnya!

Bdw, sekarang saya berada diwarkop. Dan saya tidak pesan kopi. Jadi uang saya cuma mati 5000 untuk internetan selama berjam-jam sejak kemarin.




Sepenggal kisah di Ujung Tanah

Hari ini kembali diwarkop yang sama, kegantengan yang sama dan kejombloan yang sama, kembali menulis dan update di blog ini. Kali ini saya akan merajut kembali pengalaman sewaktu melakukan observasi di suatu kelurahan dalam salah satu tahap di UKM Seni UMI.. Untuk selebihnya silahkan dibaca tragedi dibawah ini. Hehe. Cekidot!

***

Sore itu adalah kesekian kalinya kami berkunjung ketempat tersebut. Nama tempatnya adalah Ujung Tanah, salah satu Kelurahan yang berada di sekitar pesisir pelabuhan Makassar. Disana aku melakukan sebuah proses, melihat dunia luar, dan menyadari sebuah cerita lain yang tak disadari orang-orang hedonis. Untuk melakukan penelitian observasi dalam rangka menjalani salah satu tahap menjadi anggota penuh UKM Seni UMI secara perkelompok atau pertim.



Awalnya aku berfikir kegiatan ini dikemudian hari mungkin akan beresiko, entah orang-orang seperti apa yang akan kami hadapi, mengingat Kelurahan ini berada disamping Jl. Nusantara yang tak asing lagi aku dengar. tetapi hari demi hari berlalu, kami seakan larut dalam suasana kekeluargaan yang diciptakan oleh warga disana, mereka begitu ramah dan welcome terhadap tamu-tamu dari luar. Tujuan kami disini hanya satu, memperbaiki masalah yang ada ditempat tersebut dengan media kesenian, maka dari itu kami selalu membuat suasana yang ceria dan penuh dengan persaudaraan untuk membantu masyarakat disana ataupun meringankan pekerjaan mereka semampu kami.



Aku kemudian berjalan menemui Arma partner sejalan yang telah ditentukan di rapat kemarin dan kami pun berjalan menuju taman milik pabrik tepung yang ada di Kel. Ujung Tanah, lokasi yang dipilih untuk kemudian kami pantau bagaimana keadaannya. Sesampainya disana kami melihat beberapa orang sedang berkumpul dan duduk dibawah pohon sambil melingkar, mereka tertawa satu sama lain. Sepertinya mereka adalah pekerja pabrik.

Kemudian kami berinisiatif untuk mewawancarai mereka, kami pun melangkah mendekati tempat mereka, mereka secara tiba-tiba kaget dengan kedatangan kami. Awalnya saya meminta izin untuk bergabung bersama mereka untuk sekedar mewawancarai terkait pabrik tersebut dengan taman ini, kemudian kami memperkenalkan diri, setelah itu kami dipersilahkan duduk. Aku yang mewawancarai mereka sedangkan Arma yang mendokumentasikan kegiatan tersebut dengan merekamnya. Selama hidup aku tidak pernah melakukan kegiatan jurnalistik wawancara atau semacamnya. Tanganku dingin dan aku agak gugup dalam mewawancarai mereka.


Pertanyaan pertama dengan sangat hat-hati dan jelas aku lontarkan, mereka menatapku dengan aneh kemudian mereka saling bertatapan. Sepertinya mereka agak kebingungan dengan pertanyaan ku. Aku ulangi dengan bahasa yang agak baku, ditambah gerakan visual yang jelas dan keras dari tadi, mereka tetap tidak menjawab. Aku menggaruk kepala mulai kebingungan, entah apalagi yang harus kuperbuat.

 Sejenak kami diam saling menatap. Salah satu dari mereka menjawab kepadaku “Mas, coba tanya saja sama dia” menunjuk pekerja yang tertawa sambil sandar dipohon  “Kami orang jawa mas, tidak mengerti bahasa Makassar” aku dan Arma tertawa mendengar hal tersebut. Aku menghela nafas, akhirnya ada jawaban atas semua ini. “Dari tadi, mereka tidak mengerti apa yang kalian katakan” kata pekerja yang sandar tersebut. Ternyata dari tadi dia hanya menertawakan kami saat bertanya pada sekelompok pekerja yang berasal dari jawa tersebut. Akhirnya kami mewawancarai pekerja yang berasal dari Makassar ini. Kemudian kami catat hal pentingnya untuk dibahas di evaluasi nanti.
Senja hari itu semakin larut, burung-burung mulai beterbangan diatas taman tempat kami berpijak dan pabrik masih tetap berbunyi. Bunyi berdenging mesin untuk menghasilkan tepung. Esok atau lusa, masih banyak penggalan cerita yang akan ditawarkan di Ujung Tanah ini, sayang untuk tidak ditulis, sayang untuk tidak diingat dan sayang untuk dilewatkan.