Minggu, 27 Desember 2015

Menulis (Antara lebay dan gaya hidup)


Waazzzzuuuupppp!!!! Everybody in the hole!
Oke. Cukup.

Pertama-tama saya mau ngucapin selamat hari Maulid dan natal bagi yang menjalankan dan yang menikmati. Semoga apa yang dimimpikan terkabul Minal aidin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin, gong xi fat muscle dan berotot (saya tau ini ga nyambung).

Tahun baru tinggal menghitung hari. Film Home alone dan Turboman sudah bermunculan dengan gagah berani. Yang menandakan liburan sudah dimulai. Di Indonesia tidak kalah, dengan film anak jalanan dan ganteng-ganteng serigala yang menandakan meningkatnya populasi gojek dan serigala darat di negeri ini. (Yeah)

Kemarin postingan saya sempat dibaca teman-teman se-angkatan di UMI dan ABI (Dibaca UMI, karna UMI yang paling utama baru ABI trus UKHTI dan AKHI) Arsitektur 2014 (Disingkat STUPA) Awalnya saya agak malu, tapi wajar-wajar saja karna tulisan yang dipublikasikan diblog pada dasarnya disajikan untuk pembaca yang membacanya jadi sudah pada hakikatnya tulisan itu dibaca. Bermanfaat atau tidaknya suatu tulisan tergantung dari perspektif pembaca.

Setelah menerima komentar-komentar yang agak miring sekitar 40 derajat (efek fisbang) tentang tulisan kemarin (Bagi yang belum baca silahkan diklik disini) saya selaku penulis di dinding lini akhir jaman ini menyimpulkan bahwa katanya SAYA INI LEBAY (duarrrr! efek gas meledak).

Hmmm.

Kalo saya baca sendiri sih. Memang lebay. Kayak tulisan princess lucu lagi nulis diaryy. Bahkan dari awal blog ini berdiri dengan kokoh saya sempat kebingungan 1 minggu tambah satu hari = 8 % kelembapan kamar (lagi2 efek fisbang) 
tentang bagaimana gaya penulisan yang nyaman buat saya supaya tidak terkesan sok bgaimana bgituu. Saya pun memformulasikan berbagai rumus gaya penulisan. Mulai dari memakai sudut pandang kekinian (contoh "gue hari ini sebel banget nich") kayak anak alay yang sering dugem di puncak monas.

Atau pake gaya bahasa aku/kamu yang terkesan puitis (contoh "Aku hari ini sedang dipuncak mental yang penuh dengan kontroversi) kan jadinya kayak tulisan detektif Vickynisasionalbertanduksepuluhberekorssembilan.

Atau pake nama samaran (contoh "mawar hari ini tidak meracik bakso ****) atau pake sensor (contohnya "saya***** melati ***** dan ****diranjang") POKOKNYA SENSOR SEMUA HOHOHOoo.

So. 

Akhirnya saya memilih dominan memakai gaya bahasa "saya" bukan "gue" atau "aku". kadang saya pake semuanya kalo kalimatnya lagi pas. Dengan gaya bahasa ini saya menulis bagai sirup DHT dibulan puasa yang mengalir ditenggorokan. LANCAR! (jangan tanya mabut atau tidak!) intinya saya merasa bebas dalam menulis.

Pandangan orang-orang yang berpendapat menulis kejadian hidup sehari-hari itu lebay arap dimaklumi saja. Itu hak mereka sebagai pembaca. Tapi ingat lebay dalam kamus Prof. Reyhan Davinci. MT (Master Timpe) berarti berlebihan dan karya yang hebat dan keren itu biasanya berlebihan (contoh berlebihan dana produksi, berlebihan keren dan berlebihan aktor cantik) pokoknya berlebihan fans (muehehehh).

Intinya menulis adalah cara saya menyampaikan sesuatu untuk dibaca, hobi saya, cara saya berbicara sepenuh hati dan mencari teman, dan blog ini adalah tempat saya mendokumentasikan sebuah "Hidup". Karna :

"Saya tidak mau mati sia-sia"

Dengan karya nama kita abadi. Jadi? Berkaryalah! buat namamu abadi. Manfaatkan berbagai media teknologi yang berkembang dan sebarkan virus yang bermanfaat bagi orang lain.

And then. Matilah dengan damai, dengan nama yang diingat dari generasi ke generasi.

Kenapa jadi ceramah.....
Ok, teman-teman mungkin sekian yang dapat saya tulis untuk hari ini. Mau lanjut kerja tugas SKB-----> Showroommmmmmmmmmmmmmm. Oiya ada juga tugas LAB Stupa kemarin sudah kumpul tapi tidak diterima ****!!! makanya diperbaiki lagi.

Selamat beraktifitas dan selamat berhibernasi bagi spesies yang menjalankan. Akhir kata LAMENTINUS! (artinya sekian)

.

Minggu, 20 Desember 2015

Percaya dengan alat (Percobaan Fisika Bangunan)

Haloha! Apa kabar teman-teman pembaca. Hari ini saya sempatkan lagi waktuku untuk menulis, walaupun sekarang ini saya lagi terjepit sama yang namanya tugas yang membabi buta. Mulai dari tugas Fisika bangunan, Cad, Studio perancangan, Perkembangan arsitektur, SKB (Struktur Kontruksi Bangunan) dan tugas beres-beres rumah (Termasuk mencuci, memasak, dan ngupil).

Hujan juga sudah mulai rajin-rajin nya, sudah 4 hari berturut turut dia nangis (Mungkin dia di-php sama manusia) karna kemarin kita mintanya hujan. Pas hujan turun malah kita-nya yang mengutuk kalo hujan datang (Duh!) Karna itu juga saya yang kena imbasnya. Atap di setiap objek vital saya mengerjakan tugas bocor sehingga mengakibatkan sebagian tugas saya basah. Betul kata senior. Semester tiga itu susah karna bekerjasama dengan hujan (Romantisnya). Mungkin kita bisa bekerja sama dengan matahari dan power rangers untuk membasmi tugas dan hujan (Hehehe)

Saya mau menceritakan sesuatu teman-teman. Kejadian ini bermula ketika saya dan tim kelompok percobaan Fisbang melakukan penelitian yang namanya Artificial light as colour impact. Dalam penelitian ini kita disuruh mengamati cabe-cabean. Eh, maksudnya lampu beserta perubahan warnanya ketika terkena berbagai jenis lampu. Hari itu saya bertugas merekam, teman saya yang namanya iwan kariyono memegang luxmeter (Alat mengukur tingkat pencahayaan) beserta teman-teman yang lain yang mengamati, ada juga yang mencatat.

Prof. Iwan Kariyono sedang melakukan penelitian.
Dalam proses merekam semuanya hening dan serius memperhatikan. Setelah waktu yang ditentukan selesai (Tiiit) suara stopwach berhenti.

Saya                     : Sudah!
Teman 1               : Berapa tingkat pencahayaan nya iwan?
IwKar                    : Tunggu dulu (Sambil menggoyang-goyangkan alat)

Melihat itu saya penasaran apa yang dia buat.

Saya                       : Kenapa mu kasi begitu?

Saya melihat angka pada luxmeter hanya menunjukkan 0.00

Teman 2               : Ededeee, lamanya obet (Nama alias Iwan kariyono. Selain dipanggil                 Iwan kariyono ia juga bisa dipanggil Obet, Iwan Buton dan Muka                        beton karna kelebihannya berwajah beton)
Saya                      : Kenapa bisa 0.00.

Setelah cukup 5 menit menganalisa secara seksama dan dengan tempo yang selama-lamanya. Iwan pun angkat bicara.

IwKar                     : Hasilnya 0.00! (Dengan nada yang tegas)
Teman 1               : Ih, Kenapa bisa begitu?
Saya                     : Padalah semua lampu tadi ada semua nilainya, masa ini tidak ada.
Teman 2               : Tidak salah ji itu obet?
IwKar                    : Ini memang begini nilainya. Tulis saja! (Nada suaranya bertambahtegas)
Teman 2               : Ih, tidak boleh begitu obet, ulangi coba
IwKar                    : Saya sudah bilang 0,00 (Intonasi suaranya bertambah cepat) Tulis                                         saja....Kau tidak percaya alat kah? (Dia menggertak)

Kami pun semua tertawa mendengar celoteh atau tangisan atau gertakan atau, entahlah disebut apa gaya bicara makhluk seperti dia. Kami pun dengan bodohnya percaya dengan alat kata si Iwan Kariyono.

Minggu lalu sempat menjadi minggu yang sangat sial. Dimana motor, print, dan laptop ku bekerjasama membuat adegan sedih (Sama-sama tidak mendukung)

Diketahui :
Motor   = Kuncinya hilang (Habis dibegal) Yang pake bukan saya, tapi teman saya.
Print     = Rusak (Diduga kertasnya nyangkut terus)
Laptop  = Cas nya tidak bisa masuk (Kadang bisa, kadang tidak)

NB          : Aplikasi Autocad di laptopku juga sering error karna tersangkut dan keluar tanpa alasan yang jelas.

Penyelesaian:
Motor   = Om datang dari pinrang + Dipebaiki + Kuncinya diganti
             = Aman!
Print      = Rencana mau perbaiki sendiri - Tapi gak tau yang bermasalah apanya
              = Error
Laptop  = Casnya saya ikat2, gulung2 dan lipat2 – Tambah rusak
             = Beli laptop baru! (Muehehehh)

Apapun masalahnya saya tetap berharap semua tugas di semester ini bisa saya selesaikan dengan baik teman-teman. Selain itu saya tetap selingi dengan membaca buku dan buku yang selesai saya baca akhir-akhir ini bukunya Jefferly herlian yang judulnya tentang SEO-SEO begitu dan masih ingat buku biografi dari Andy F Noya yang di TTD langsung sama dia? Yupz, bukunya baru kemarin saya selesai baca.

Overall, mudah-mudah akhir tahun ini bisa menjadi semester yang paling berkesan baik. Dan berharap kedepannya blog ini semakin banyak pembacanya. (Hehe)
Mungkin sekian yang dapat saya sampaikan. Saya Reyhan Ismail melaporkan langsung dari tempat kejadian.

Bdw, saya sekarang ada dikamar guys, yang dingin nya bukan main. Ac tetapji jalan dan diluar tetapji juga hujan. Sambil kerja-kerja tugas CAD.