Sabtu, 31 Desember 2016

2016 dan hujan yang apatis




Tidak ada yang menarik dari tahun ini. Tidak ada yang dapat dibanggakan. Tidak ada harapan yang tercapai. Dan tidak ada kasih yang sampai. 

Semuanya tampak biasa saja. 

Tidak ada yang patut dirayakan menjelang pergantian tahun 2016. Hanya pertanyaan-pertanyaan yang saling beradu menunggang babi. Orang-orang yang tak kumengerti. Perempuan mawar yang singgah dan kunanti. Tak ada bedanya. Aku tahu mereka semua berduri. Aku memang tak mengerti. Bagaimanapun hadirnya, aku sudah tidak peduli.

Tahun 2016 memberiku kesempatan untuk memulai pengalaman baru. Memulai mengembangkan apa yang kubisa. Dan mungkin hanya itu yang kubisa. Tanpa klimaks. Tanpa apapun. Tanpa terkecuali. Tanpa titik.

Anyway, sampai jumpa tahun 2016. Kau tetap memberi kesan. Setidaknya aku berterima kasih, kau masih memberikanku kesempatan untuk terus hidup, termasuk kedua orang tuaku (ku harap begitu sampai mereka sadar bahwa mereka punya anak yang dapat dibanggakan), dan untuk teman-teman yang juga mengerti bagaimana sakitnya hidup ini. Semoga nyala api dan lentera kita tak padam hingga akhir.

Selamat datang untuk tahun 2017. 
Semoga selalu bersahabat dengan orang-orang payah.

PS : Lagunya The Beatles - I Want To Hold Your Hand keren!, Let it be juga. Eh, jangan lupa dengar Love me do juga!

Sabtu, 24 Desember 2016

TENTANG HARI ESOK


Seandainya kita terlahir dengan jodoh, karir, dan ajal yang sudah kita tahu sejak kita terlahir pasti saya tidak akan menulis postingan ini.

Akhir-akhir ini saya selalu memikirkan apa yang akan terjadi pada saya di masa yang akan datang. Saya benar-benar tidak tahu besok akan menjadi seperti apa.

Rasanya seperti berjalan dijalanan yang tidak tahu entah dimana dan kemana arahnya. 

Sejak lahir, tumbuh dan berkembang seperti sekarang. Saya sudah tahu mana yang baik dan mana yang buruk. Mana yang pura-pura dan mana yang tulus. Mana yang tidak boleh dan mana yang boleh.

Seiring berjalannya waktu cita-cita saya juga selalu berubah-ubah. Saya tidak bisa menjadi Sung Ha Jung yang sejak kecil mulai fokus menjadi seorang pemain gitar atau menjadi Joey Alexander yang sejak kecil sudah terlatih menjadi seorang pianis

Persamaan mereka adalah, mereka tahu apa yang ingin mereka capai sejak kecil.

Saya sendiri sewaktu kecil, tidak tahu apa-apa.

Tidak tahu kalau persaingan diluar sana diburu oleh orang-orang yang terlatih sejak kecil.
Tidak tahu kalau karir kita diputuskan oleh persaingan angka mana yang paling tinggi.
Tidak tahu kalau menonton Teletubbies ternyata tidak ada gunanya sama sekali.

DImasa-masa itu, saya tidak pernah sekalipun fokus dengan mimpi yang ingin saya capai.
Kecuali memberantas monster yang ingin menghancurkan kota.

Kebingungan melanda. Bahkan besok-besok tidak menutup kemungkinan saya berhenti menulis di blog ini. 

Keraguan melanda. Saya kuliah di jurusan Arsitektur. Belum tentu saya menjadi arsitek. Sama seperti Ariel dan Tulus.

Sampai dititik ini, saya merasa harus merubah dan memfokuskan diri mau jadi apa saya setelah hari ini. Walaupun saya tidak tahu caranya bagaimana, kesempatan dan ketidak siapan berlalu lalang begitu saja.

Saya merasa tidak banyak yang dapat saya jual dengan apa yang saya miliki sekarang ini. 
Saya merasa bukan yang terbaik dalam hal apapun.
Saya merasa -1 diantara 0 sampai 10.

Saya tidak tahu berjalan menuju arah yang mana.
Garis finish itu selalu berpindah-pindah, kadang juga menemui jalan buntu.
Bahkan apa yang kita tekuni sekarang belum tentu membuahkan hasil yang diharapkan.


Hidup seperti air yang mengalir itu menyedihkan. Hanya bergerak menuju dataran yang lebih rendah. Menunggu dan terus menunggu. 
Kotor lalu tergantikan. 

Kita bisa memilih.

Merubah dataran menjadi lumut atau menjadikannya tempat bagi bunga teratai bermekaran.

Seandainya kita terlahir dengan jodoh, karir, dan ajal yang sudah kita tahu sejak kita terlahir....





Sabtu, 17 Desember 2016

Masa muda dan pertanyaan yang belum terjawab



Masa muda kalo kata Rhoma Irama adalah masa yang berapi-api.

Menurut saya itu salah.

Masa muda adalah masa yang penuh dengan tanda tanya. Sama seperti yang Rangga katakan "Lihat tanda tanya itu, tidak sesuai dengan aturan EYD, tolong direvisi" - Rangga (Asisten dosen)

Dan sekarang, diumur yang ke-19 tahun ini, saya mulai memasuki fase dimana saya selalu bertanya-tanya "Sebenarnya saya ini hidup untuk jadi apa?", "Kenapa kita bisa bernafas pake paru-paru? kenapa kita tidak pake ingsang?", "Kenapa kita harus punya agama, kulit, bahasa dan suku yang berbeda-beda? kenapa Tuhan tidak menciptakan kita semua sama?" dan tentunya pertanyaan yang paling berpengaruh dan menimbulkan depresi yang amat sangat mendalam bagi saya. 

Yaitu "Kenapa saya tak kunjung merasakan bagaimana rasanya pacaran yaa Allah!??" :'(.

Selama saya lahir didunia yang brengsek ini SAYA BELUM PERNAH SAMA SEKALI merasakan bagaimana rasanya menjalin hubungan "pacaran" dengan seorang perempuan.

Dan Sekarang umur saya sudah 19 tahun, itu berarti tahun depan saya sudah berumur 20 tahun! dan itu artinya "SAYA ADALAH JOMBLO HINA BERUMUR 20 TAHUN YANG TIDAK PERNAH MERASAKAN PACARAN SEUMUR HIDUP!!!"

Mahakarya anak2 WWF.

Sumpah. Saya mulai depresi memikirkan ini. 

Sepertinya spesies seperti saya ini sudah sangat langka. Dan jika memang ditemukan, mereka pasti akan dikeroyok, dibakar, dan dijambak sama keluarga sendiri. 

Setelah mati saudara mereka akan mengumpulkan bola naga, terus menghidupkannya kembali, lalu dikeroyok, dibakar, dan dijambak kembali sampe mati, siklusnya begitu terus, sampe tulisan ini jadi page one di google.

Pertanyaan mama juga terkadang membuat saya diam tanpa kata. Kadang dia bertanya "Kamu sudah punya pacar belum, nak?" disitu saya ingin berkata jujur  tapi saya takut, jangan sampai saya mempermalukan nama baik keluarga, terus saya tidak lagi dianggap sebagai anak .

Standar yang dipatok mama saya juga lumayan tinggi. Dia maunya saya cari anak jurusan Kedokteran yang muka' nya sama kayak Nabilah JKT48.... 

Ya Allah, tolong sadarkan orang tua saya.

Kalo disuruh milih, lebih baik saya kawin dengan siluman belut dengan wujud manusia seperti Isyana daripada cari anak Kedokteran yang mirip sama Nabilah JKT48. 

Kecuali kalo dijodohkan sama Nabilah, terpaksa saya mau. Walaupun sedikit 

((TERPAKASA))

Saya menjomblo sampai sekarang, bukan nya tanpa usaha. aya baru jatuh cinta dua kali. Satu hanya terpendam dalam hati, satunya lagi diungkap lima tahun yang lalu tapi sampe sekarang belum dijawab-jawab. Saya memang orangnya tidak gampang untuk jatuh di cinta, biasanya cuman jatuh dimuka' :'(

Dimana saya jatuh cinta sama seorang perempuan disana selalu ada persaingan yang ketat dari cowok-cowok idola se-antero sekolah. Bahkan sampe sekarang mantan cowok-cowok idola saingan saya itu terbilang mempunyai masa depan yang cerah. Ada yang masuk STAN, AKPOL, Sekolah Industri, dll. Sedangkan saya? saya juga tidak mau kalah. 

Saya adalah........

Saya bukan siapa-siapa...Uhuuuhuhuhuhuhuhuuu :'((((

Saya memang jomblo paling hina didunia dan akhirat, huhuhuhuuu :'((

Bagaimana kalo saya mati tanpa merasakan yang namanya pacaran?. Akankah arwah saya akan gentayangan terus mengganggu orang-orang pacaran? Mungkinkah kisah saya dijadikan film horror dengan judul "Titisan Jomblo Abadi" ? " atau "Arwah Jomblo Gentayangan" ? Apapun judul filmnya, semoga dapat menginspirasi jomblo-jomblo diluar sana.


-R-

Terlepas dari semua sebab dan akibat kenapa saya belum pernah pacaran. Saya sadar, selera saya sepertinya lumayan tinggi. Saya selalu mencari pasangan yang sempurna, entah itu dari fisik, hati dan pikirannya. Padahal tidak semuanya mempunyai ketiga keunggulan itu. Ada yang cantik tapi sakit jiwa, ada yang pintar tapi kasar, ada yang baik tapi tidak cantik dan ada yang cantik, pintar, dan baik hati tapi namanya Niki Setiawan

Hidup memang tidak sempurna, gaes...

Dititik ini terkadang saya merasa putus asa. Kalo begini ceritanya, saya mulai berpikiran untuk berubah haluan menjadi seonggok homo. :'(. Itupun, saya masih ragu, laku atau tidak. 

Perempuan dan perasaan jatuh cinta itu terlalu sulit untuk dimengerti.

Anyway, sekarang resolusi terakhir saya yang harus tercapai adalah dapat pasangan untuk pertama kalinya sebelum memasuki umur 20 tahun. Walaupun kedengarannya sulit bagi jomblo hina seperti saya. Mungkin akan mudah jika kita mengesampingkan ego dalam mencintai, lebih membuka hati dan keluar dari zona kesendirian dengan gagah berani.

At last. Sebenarnya mendapatkan pacar atau tidak bukanlah perkara yang paling penting. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menghargai dan memahami apa arti mencintai dan dicintai tanpa menanggung perih.

SADAAAP....



Sabtu, 10 Desember 2016

KARENA YANG SPONTAN ITU MEMALUKAN



Siapa bilang spontanitas itu ciri-ciri orang kreatif?

-R-

Lomba akustik diadakan malam itu. Dan kami termasuk salah satu peserta yang terdaftar didalamnya. Kebetulan panitia dari lomba adalah teman kami sendiri. Namanya Rizal dan Fauzan. Dua orang yang berasal dari daerah yang sama, karna lomba ini memang diadakan oleh Organisasi Daerah mereka. Sinjai.

Waktu itu latihan lengkap cuman sehari. Selebihnya kami mengandalkan improvisasi.

Sebelum itu saya akan memperkenalkan nama Band akustik kami.

Kebetulan semua anggotanya adalah teman angkatan saya di Arsitektur jadi namanya Sloef Band.  Band ini berdiri pada tahun 2016 dan Insya Allah akan bubar pada tahun yang sama.

Kenapa Sloef band? Pertanyaan yang tidak bagus!
Sloef band itu adalah bagian dari struktur bangunan. Tepat diatas pondasi. Bentuknya seperti ini

Ini namanya Sloef, tapi di Google namanya Sloof.
(Sumber)
Kenapa namanya bukan pondasi? 

Pertanyaan yang buruk!

Karna pondasinya adalah agama kami. Jadi tolong, jangan ditanya-tanya lagi. 

Baik. Sekarang saya akan memperkenalkan setiap personilnya. Dimulai dari saya sebagai vokal dan anggota-anggota lainnya sebagai berikut.

GITARIS


Reyhan Ismail, Zain
Zain, dengan senyumnya yang manja 
Nama    : Zain
Tempat/ tanggal lahir     : Timor leste/ 1,5 Agustus 1996
Genre   : Dangdut koplo, Dangdut Pantura, dan Kopi dangdut.
Posisi     : Gitaris merangkap penggulung kabel.

Zain ini termasuk personil yang super disiplin. Selalu datang tiap ada latihan dan tidak datang setiap tidak ada latihan. Luar biasa.

Sampai sekarang diduga Zain ini belum membayar uang patungan untuk mendaftar lomba akustik. Sungguh diluar dugaan.


BASSIST


Reyhan Ismail, Muhammad Haris
Ini salah satu foto Haris dengan celana robek kesayangannya
Nama    : Haris
Tempat/ tanggal lahir     : Bulusipong/ 1437 Hijriyah
Genre   : Japan rock, Japan dangdut, pokoknya semua yang berbau jepang
Posisi     : Bisa bermain bass dengan gitar dan bermain drum dengan cajon.

Seorang personil yang dengan ikhlas menawarkan rumahnya sebagai tempat latihan. Juga seorang personil yang melayani tamunya dengan secangkir teh dan kopi tubruk. Sangat terobsesi dengan musik-musik keras, seperti lagu Kiliing me inside – Biarlah yang dicover menjadi versi scream dan metal. Juga sering bingung dalam segala hal. Luar biasa


CAJON

Andhika Dwi, Reyhan Ismail
"Aduh, leherku..." 
Nama    : Andika Kangen Band
Tempat/ tanggal lahir     : Alam bawa sadar/ Abad ke-21 Masehi
Genre   : Sampai sekarang masih belum diketahui
Posisi     : Bek tengah sekaligus peminum kopi tubruk Haris

Personil yang memiliki wawasan yang luas tentang perkembangan musik diwilayah tempat tinggalnya. Orangnya sangat santai, termasuk kalo tidur biasanya sangat santai dan rileks. Pribadi yang sangat misterius, kadang hilang kadang ada. Warna favoritnya hitam tosca.

-R-

Jadi malam itu sebelum berangkat ke Under Café (tempat lomba akustik) kita semua berkumpul dirumahnya Haris untuk latihan sekali terus berangkat bersama-sama.

Sampai dilokasi, kami langsung memarkir motor didepan kafe, dari sana sudah kelihatan penontonnya lumayan banyak, diluar ekspektasi kami yang mengira ini lomba kecil-kecilan.

Acaranya juga belum dimulai. Sebelum masuk kafe, masing-masing dari kami memperbaiki penampilan. Setelah itu kami masuk ke Kafe, saya melihat penampilan semua peserta sepertinya dibawah rata-rata. Hanya penampilan kami yang sedikit high class didalam kafe tersebut.

-R-

Acarapun dimulai oleh MC yang luar biasa. MC nya Rizal, teman kami sendiri. Setelah itu ia pun memanggil Band pertama untuk tampil, seingat saya namanya Kelapa Gading, mungkin semua personilnya berasal dari Kelapa Gading, saya tidak tahu. Pokoknya band ini yang berhasil menggertak kami diawal penampilan. Mereka membawakan lagunya Chrisye, saya lupa judulnya, terus lagu kedua Kopi dangdut yang dibikin versi Jazz yang sukses membuat Zain meminta izin untuk pulang.

Setelah Kelapa Gading, band kedua yang dipanggil adalah Kreasi Band. Kedengaran dari namanya, sepertinya orang-orangnya suka berkreasi, contonya berkreasi membuat telur dadar, telur mata sapi atau telur gantung. 

Saya lupa lagu pertama mereka yang jelas vokalisnya perempuan dan lagu kedua mereka Guns n Roses – Sweet Child O Mine, dilagu kedua tidak berjalan mulus, senar gitar salah satu dari mereka putus dibagian intro. Sebuah tragedi yang sangat kami harapkan.

Sesudah mereka tampil, diluar dugaan, ternyata Band yang tampil diurutan 3,4, dan 5 tidak hadir dan akhirnya didiskualifikasi. Itu pertanda diurutan penampilan ketiga langsung lompat ke kami yang awalnya diurutan ke enam. Sungguh kabar yang membuat kami kencing maraton di toilet. Bahkan Haris sempat menawarkan jalur menuju rawa-rawa didekat toilet untuk lari dari kenyataan, sungguh kemampuan yang dapat diandalkan. 

Zain juga kelihatannya sangat menyesal memanggil pacarnya datang, sedangkan Andika terlihat tenang-tenang saja walaupun mukanya agak pucat. Saya sendiri masih ragu dengan lirik lagu pertama, lagu itu adalah Peterpan – Cobalah mengerti. Perlahan namun pasti kami pun dipanggil untuk naik.

Ya’, berhubung peserta diurutan ketiga, keempat dan kelima tidak hadir, maka kami memutuskan untuk mendiskualifikasi dan langsung saja kita sambut penampilan diurutan keenam, Sloef band!!!!

Tepuk tangan langsung menyamput setelah MC memanggil kami. Kami pun segera naik. Sebelum naik saya mengajak mereka berdoa dulu “Eh, ayo berdoa dulu” sambil memegang pundak mereka sungguh mulia etikad baik saya waktu itu, tapi Haris bilang “Ah, anak rock tidak pake berdo'a” dalam hati saya “Iya juga ya, kita kan anak Rock” kami pun langsung naik dengan lidah yang terjulur.

Tapi pas diatas panggung, entah kenapa semua penonton tertawa. Bukan. Bukan karna lidah kami yang terjulur. Bukan juga karna penampilan kami yang sudah oke. Tiba-tiba Rizal menegur saya dari samping panggung.“Eh, Rey! Tasmu jangan dibawa naik keatas panggung!” Ternyata saya lupa melepas tas Palazzo saya sodara-sodara.

Setelah melepas tas, terlebih dahulu saya sebagai vokalis memperkenalkan personil dari Sloef band. Setelah itu mulai lah lagu pertama yang saya ragu-ragukan. Peterpan – Cobalah untuk mengerti.

Sesuai dugaan. Saya lupa lirik T_T

Bahkan ada salah satu lirik yang saya ulang-ulangi supaya bagian itu tidak kedengaran kalo lupa lirik. Tapi dengan modal percaya diri, saya mengakhiri bait itu dengan teriakan “Wouuwww!” atau “Semuanya!”  tanpa rasa bersalah. Sungguh vokalis yang keji.

Dilagu kedua, setidaknya semuanya berjalan lancar tanpa banyak kesalahan. Kalo tidak percaya silahkan lihat lanjutan cerita dan penampilan lagu kedua divideo ini.


Menurut kalian kami pantas untuk dapat juara atau tidak? Jawabannya ada diakhir video. Silahkan diungkap  :)

Setelah tampil kami semua bernafas lega dan tanpa beban lagi. Kecuali saya. Tiba-tiba saja, tanpa perencanaan terlebih dahulu,  Rizal sebagai MC waktu itu menyuruh saya untuk naik sekali lagi. Bukan. Bukan untuk bernyanyi terus lupa lirik lagi. Tapi untuk Stand up comedy. BOOM!

Saya awalnya menolak, tapi dia menjebak dengan mendaftarkan nama saya tanpa meminta izin terlebih dahulu. Sungguh tak berperi-comic-an.

Akhirnya sayapun menyetujui paksaan itu. Berhubung malam itu saya sudah terlanjur hina, maka sungguh tidak baik jika hinanya tidak total. Tanpa materi dan persiapan sebelumnya saya naik keatas  panggung bermodalkan pengalaman Standup Comedy yang baru satu kali saya lakukan ditulisan ini. Itupun gagal total! Akhirnya begini lah jadinya, sama dengan muka saya. SEADANYA.



Yang mau menghina atau mencaci maki, silahkan tulis dikolom komentar dibawah, daripada menistakan agama, lebih baik menistakan diri sendiri ☺

PS : Akhir-akhir ini tugas mulai membabi buta. Besok2 menjelang pergantian tahun mungkin akan menjadi hari yang sibuk. Doakan, semoga semester ini berjalan dengan lancar, semoga bisa aktif blogwalking lagi dan semoga bisa meramaikan group WWF lagi :))

Bdw, playlist musik saya sekarang juga dipenuhi lagu-lagu Barasuara, dan saya mulai suka dengan lagu-lagu mereka. Genrenya ala-ala Folk-Rock begitu, pokoknya keren! Termasuk Asteriska :)

Cukup segitu PS-nya, huehuee. See ya!


Rabu, 30 November 2016

REVIEW FILM HEADSHOT!


Film Headshot, Review film Headshot
Poster Film Headshoot
Sumber
Sutradara : Mo Brothers
Produser : Shinjiro Nishimura, Mike Wiluan, Wicky V. Olindo, Sukhdev Singh
Penulis : Timo Tjahjanto
Pemeran : Iko Uwais, Chelsea Islan, Julie Estelle, Zack Lee, Sunny Pang.
Produksi : Screenplay Infinite Films

SINOPSIS


Headshot bercerita tentang seorang pria (Iko Uwais) yang kehilangan ingatannya setelah terbangun dari koma panjang lalu dirawat dan diberi nama Ishmael oleh seorang dokter yang bernama Ailin (Chelsea Islan). Setelah sadar, satu demi satu ingatannya pun kembali dan mengarahkankannya pada musuh-musuh lama yang brutal dan tak kenal ampun, termasuk Lee (Sunny Pang) yang punya reputasi kriminal dan paling menakutkan. 


REVIEW


Sebelum tayang, kemarin saya memilih untuk menonton nya lebih dulu dalam kesempatan penayangan premier yang kebetulan diadakan dikota Makassar, bersama ketiga pemeran film tersebut, Iko Uwais, Chelsea Islan dan Pak Tarno. Eh, Julie Estelle. Setelah saya menonton filmnya, saya jadi tahu kenapa penayangan premier film ini ditayangkan juga di Makassar. Karna film ini mengandung sedikit unsur Makassar. Lihat saja ditanggal 8 Desember nanti.

Review film Headshot
Diambil dari situs TIFF
Tak beda jauh dari film-film sebelumnya yang bergenre action, Dalam fim Headshot kali ini Iko Uwais memperlihatkan sisi idealismenya yang tinggi untuk lepas dari pengaruh sebuah kelompok kriminal.

Jika dibandingkan dengan film-film Iko Uwais yang terdahulu seperti Merantau, The Raid (Redemption) dan The Raid 2 (Berandal) kemarin, sepertinya film ini sedikit lebih unggul dalam pengambilan gambar dan pengambilan hati penontonnya. 

Unsur romantis dan komedi dalam fim Headshoot kali ini lumayan terasa. Walaupun kadar adegan berantemnya yang sadis tidak sebanyak seperti film action garapan Gareth Evans yang diperankan Iko Uwais.

Review film headshot
Diambil dari situs TIFF
Yang saya suka dari film ini adalah permainan tempo dari adegan ke tiap adegan. Tempo ini juga didukung oleh aransemen musik dan pengambilan adegan ditiap scene-nya.

BACA JUGA : REVIEW FILM ATHIRAH

Bagaimana dengan alur?

Film Headshot ini termasuk mengambil alur maju. Sebagai orang yang lupa identitas, Iko Uwais yang berperan sebagai Ishmael berusaha untuk menemukan kembali siapa dirinya sebenarnya melalui potongan ingatan yang perlahan mulai muncul satu persatu.

Review film Headshot
Diambil dari situs TIFF
Setahu saya, ini film laga pertama yang diperankan Chelsea Islan. Jadi, bagi para fans Chelsea Islan, jangan harap dalam film ini Chelsea akan terlihat anggun dalam film ini, karna wajahnya akan selalu dipenuhi banyak darah dan diperlakukan dengan agak kasar, Chelsea Islan tidak terlalu banyak mendapatkan adegan berantem, tapi dia salah satu alasan, kenapa kita harus menonton film ini sampai habis.

Review film headshot
Diambil dari situs TIFF
Selain Chelsea Islan, ada juga Julie Estelle. Julie lebih punya pengalaman lebih dari Chelsea dalam memerankan film laga. Jadi tidak heran jika dia terlihat piawai melakukan adegan berantem apalagi main pisau-pisau. Dalam film Headshoot ini, Julie tidak pernah sekalipun memakai stuntman. Jadi seluruh adegan berantem, dia yang melakukannya sendiri. Difilm ini Julie juga terlihat sangat seksi. Tidak salah jika film ini dikategorikan film dewasa. Lihat saja aslinya tanggal 8 Desember nanti.

Iko uwais, Review film Headshot,
Diambil dari situs TIFF
Bagaimana dengan Iko Uwais?

Nah, peran Iko disini sangat ditunggu-tunggu oleh penikmat film laga pencak silat internasional termasuk di Toronto Internasional Film Festival kemarin. Sama seperti film sebelumnya. Peran Iko Uwais disini sebagai orang yang DIHAJAR TERUS! Bedanya, dia seakan tidak tahu apa-apa, karna lupa ingatan.

Review film Headshot, Iko Uwais, Pencak silat, Film Headshot
Diambil dari situs TIFF
Selain Chelsea Islan, Iko Uwais dan Julie Estelle. Film ini juga mengambil satu aktor luar asal Singapura. Namanya Sunny Pang, ia memainkan peran sebagai villain (penjahat) yang baik. Ya, silahkan pikirkan sendiri peran sebagai penjahat yang baik itu bagaimana.

BACA JUGA : REVIEW FILM UANG PANAI' 

Overall. Film ini tidak sama dengan film-film laga yang sudah tayang di Indonesia sebelumnya. Film Headshot mempunyai warna dan karakter tersendiri.

SADIS, ROMANTIS DAN LUCU.
Mungkin ketiga kata itu sudah dapat mewakili gambaran saya terhadap film ini.

Sangat direkomendasikan bagi penggemar film action laga yang memacu ketegangan, karna resikonya sepanjang film nafas akan tertahan, alis akan terangkat dan dahi akan mengerut.

Bagi penggemar film romantis. Film ini juga sukses membuat hati tersentuh, membuat kita spontan teriak seperti  ketika Denny Cagur bertanya,

“Bapak kamu penjual lilin ya?”
“Kok tau?”
“Karna kamu telah melelehkan hatiku.”

“Aaaaaaaaa…..”

Dan bagi penggemar film komedi. Walupun kadar komedinya sedikit. Tapi setidaknya film ini akan membuat kita tertawa lalu bertanya “Ini gue harus ketawa apa kaget nih?”

Pada akhirnya film ini mencoba mengajarkan suatu hal yang sangat besar dibanding mencoba mencari tahu bumi ini bulat atau datar.

Apa itu?

SILAHKAN TUNGGU JADWAL TAYANG NYA. 8 DESEMBER 2016!

DON’T MISS IT!

N.B : Teaser film ini juga unik. Teasernya dibagi dua dan dari sudut pandang berbeda, yaitu Ailin (Chelsea Islan) dan Ishmael (Iko Uwais).

Ini dari sudut pandang Ailin sebagai dokter yang berjudul "Who are you?".



Dan yang dbawah ini dari sudut pandang Ishmael. Berjudul "I will find you".


Jumat, 25 November 2016

Liburan yang kurang sempurna



Seharusnya tulisan ini diposting bulang lalu.

Karna kalo diposting hari ini, namanya terlambat.

Dari beberapa liburan yang telah gagal kemarin-kemarin dan sempat saya tulis dipostingan Help! I Need Holiday dan Liburan terbaik yang pernah ada 

Liburan kali ini berjalan dengan sangat sukses. Tanpa ada travel yang menipu dan tanpa ada MLM-MLM-an. Tapi tetap sih, belum terlalu sempurna.

Oke, jadi langsung saja saya tulis ringkasan-ringkasan liburan kemarin mulai hari pertama hingga hari terakhir. Check it rawwwrrrrrrr.

HARI 1

Oiya, sebelum keberangkatan ke Bandara Sultan Hasanuddin, saya tidak pernah tidur. Karna malamnya sebelum besok pagi berangkat ke bandara Sultan Hasanuddin Makassar, saya bersama sepupu menghabiskan malam di tempat karaoke hingga pukul tiga pagi. Padahal satu setengah jam setelahnya semua harus berkumpul dibandara. Alhasil, tak ada tidur yang cukup memuaskan sampai kita berangkat dari bandara Sultan Hasanuddin (Makassar) ke bandara I Gusti Ngurah Rai (Bali).

Sampai di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Kami langsung menuju Pantai Pandawa. Kalo langsung ke pantai selatan, itu namanya Nyi Roro Kidul.

Setelah ke Pantai Pandawa, kami langsung menuju ke tempat perbelanjaan, entah saya kurang tahu namanya, soalnya saya tidur didalam bus dan tidak keluar-keluar sampai semua orang selesai berbelanja.

Habis itu sampailah kami di tempat peristirahatan di Kuta, Bali. Kalo tidak salah nama penginapannya Simpang Inn. Setelah sampai di penginapan, bukan nya istirahat, saya malah tertarik untuk berenang dihotel itu, kebetulan juga sore itu saya melihat ada beberapa bule yang berenang dikolam tersebut, jadi  selain berenang juga sekalian mempertunjukkan skill salto belakang gaya halilintar yang sudah saya tekuni tiga tahun terakhir.

Setelah berenang, saya merasa bosan dikamar, jadi sore hari menjelang maghrib, saya dan ketiga adik sepupu saya memilih untuk berjalan-jalan menuju pantai Kuta. Awalnya, saya berinisiatif jalan-jalan kesana dengan bertelanjang dada, seperti bule-bule yang ada disana. Sayangnya,  karna ada bekas kerokan dipunggung, saya mulai berpikir dua kali. Jadilah, kami berempat berjalan-jalan menuju Kuta, sambil memakai kacamata hitam.

Ditengah perjalan, usut punya usut, ternyata tidak ada yang melihat jalanan menuju pantai Kuta. Subhanallah.

Berbekal alat navigasi alam, yaitu matahari dan mata hati, akhirnya kami pun sampai di Pantai Kuta yang ternyata lumayan jauh juga..

Sampai di Pantai Kuta, seperti anak muda biasa kami berfoto-foto ria. Walaupun cuman sama matahari.


Liburan Bali Lombok
Ini dia foto bareng bersama matahari di pantai Kuta yang sama sekali tidak dapat dibanggakan.

Setelah berfoto, kami berjalan-jalan disepanjang pantai sambil melihat pemandangan yang lumayan eksotis. Setelah beberapa menit berjalan-jalan, kami pun mulai berpikir untuk pulang. Tapi sebelum itu, tidak lengkap rasanya jika belum mengambil foto bersama bule-bule ini. Jadi saya menawarkan kepada mereka untuk berfoto dulu sebelum pulang. Terus tiba-tiba sepupu saya si A nyelutuk “Cari bule yang seksi-seksi Rey”.

BNGKE! MUKA PAS-PAS-an TAPI BANYAK JUGA MAUNYA.

Setelah memilih dan merundingkan bule perempuan  yang seksi dan keliatan jomblo untuk diajak berfoto kami pun menemukan yang angle dan viewnya pas. Saya sebagai penerjemah dengan modal bahasa inggris waktu kursus EBTANAS dulu, mulai maju duluan.

Rey        : Ehm, excuse me miss…  (sambil maju kedepan mereka.)

Bule 1    : Oh, yaaa? (kepala mereka melihat keatas, memandang wajah ganteng saya, sambil megang bir)

Rey        : Can I take a picture with you? ……. Please?

Kedua bule ini langsung bertatapan mengerutkan dahi, seakan bilang dalam hati “Ah, ganggu aja ini orang”

Bule 2    : ………Ow, okey…..(mulai berdiri , masih megang botol bir)

Akhirnya kedua bule itupun berdiri, dengan botol bir Bintang yang sama-sama mereka pegang. Oiya, disebelah kedua bule ini, sebenarnya masih ada dua bule lagi. Tapi karna kedua bule itu sudah tua, makanya yang saya ajakin foto hanya yang muda saja. Nanti kalo foto sama bule tua itu, jadinya seperti ini

Potret keluarga bule bahagia yang sedang liburan di pantai Kuta.

Rey        : Hey, hey, come here… (memanggil ketiga sepupu saya yang dari tadi sudah terpana dengan….)

Kami pun berfoto dengan binalnya. Setelah foto rombongan, gantian foto sendiri-sendiri dan inilah hasilnya.
Kuta Bali
YEAAHHHHH. FOTO YANG DAPAT DIBANGGAKAN!

Setelah berfoto, saya mengucapkan terima kasih kepada kedua wanita bule ini. Tapi, diluar dugaan, dia balik mengajukan pertanyaan kepada saya.

Bule 1    : Can you tell me, why you want take a photo with us?

Mendengar pertanyaan ini, kedua bule tua disampingnya itu ketawa ngakak…..

Dan, saya masih berpikir jawaban dan ejaan yang tepat untuk menjawabnya. Waktu itu ingin rasanya menjawab dengan kata-kata yang romantis seperti “Karna kau memancarkan sinar yang tak kalah terangnya dari matahari disore ini kasih” atau dengan 
ala Denny Cagur “Karna….Bapak kamu penjaga pantai ya?” .

Tapi apa daya. Berbekal kemampuan Bahasa Inggris yang ala kadarnya. Saya hanya bisa menjawab.

“Because you’re beautiful…” tak lupa tersenyum manja…..

“Ooouuuuwwwwww….” mereka serentak bilang begitu. Termasuk sepasang bule tua disampingnya itu.

Ah, seandainya aku bisa di booking…….

HARI 2

Hari kedua dimulai dengan menaiki Kapal Ferry menuju pulau Lombok.

Oiya, hari ini juga adalah pengalaman pertama saya naik kapal laut.

Sebelum kapal, (lepas landas) kami disuguhkan oleh atraksi yang luar biasa oleh seorang bule diatas kapal.

Ya. lagi-lagi bule. Bule memang tak pernah henti-hentinya membuat sensasi diliburan kali ini.

Jadi ceritanya diatas kapal, ada kakek bule yang lagi berjemur. Disitu saya dan adik sepupu saya juga sedang asyik berfoto-foto dengan kakek bule yang sedang berjemur diatas kapal itu. 

Walaupun awalnya dia tidak minta izin terlebih dahulu sama kakek bule ini. Dia main langsung nyosor kedekatnya terus ngeliat kekamera, sebelum memfotonya saya minta izin ke mas bule itu dulu.

Setelah memfoto adik sepupu saya, bule itu bilang ke saya “You can speak English, right?

Not……just little-little Mrs, hehe”
Come here, I have something special

Penasaran, kami pun mendekat ke bule itu. Bule itu mengambil sesuatu barang didalam tasnya. Saya mulai berpikir kalo bule ini mau ngasih hadiah ke saya.

Usut punya usut, ternyata dia malah mengeluarikan handuk.

((HANDUK))………INI BUAT APA COBA? Mau sulap-sulip? atau saya disuruh olesin sun block sama bule ini….

Ternyata setelah dia mengeluarkan handuk.

Dia melakukan hal gila yang diluar dugaan saya sodara-sodara.

Sebuah kelakuan seorang bule yang akan memutar balikkan fakta bahwa Kiswinar adalah anak dari Mario Teguh dan Deddy Corbuzier adalah abangnya.

Kelakuan apa itu pemirsa? Mari lihat gambar dibawah ini….

1
Jurus siluman kalajengking berubah jadi kepiting

2
Yang dibelakang itu pawangnya.

Gila kan?

Setelah kejadian itu, saya jadi depresi berat kalo lihat bule.
Bdw, makasih ya Mrs. Luck :) k
arna sudah mempertontonkan something special itu kepada anak-anak dibawah umur seperti kami.

Mungkin itu sebabnya kenapa rata-rata bule itu jenius. Karna gaya belajarnya mereka sambil Headstand.


HARI 3

Hari terakhir liburan itu rasanya lumayan sedih. Sedih karna harus kembali ke rutinitas yang padat lagi. Dihari terakhir, tidak terlalu banyak kunjungan selain berbelanja di Lombok, terus pulang ke Makassar.

Dihari terakhir, entah kenapa saya merasa ada yang kurang dengan liburan kali ini. Bukan. Bukan karna tidak ada seminar MLM nya seperti ditulisan ini : Liburan terbaik

Tapi lebih ke mengarah ke perasaan terkekang. Walaupun Atta (panggilan ibu) ikut dan semua biaya terjamin.  Tapi saya merasa seperti tidak bebas. Semua kunjungan diatur oleh kordinator rombongan, jadi kita tidak bebas mau pergi kemana.

Sepi juga kadang mengusik. Dalam liburan itu saya tidak punya teman seumuran. Jadi, daripada bergaul sama orangtua lebih baik saya bergaul sama adik sepupu yang rata-rata masih SMA. Jadinya tiap mau kemana-mana saya dibebani tanggung jawab supaya tidak ada diantara mereka yang diculik terus dijadikan atlet Headstand sama bule kayak Mrs. Luck.

Didalam liburan kali ini juga saya mulai berpikir untuk pergi liburan sendiri ala Backpacker. Pemikiran saya ini terinspirasi oleh bule disamping tempat duduk saya pas pulang ke Makassar naik pesawat. Saya melihat bule duduk sendiri dan kebetulan saya juga duduk disampingnya. Iya. Cuman dua tempat duduk, karna saya dan dia terpilih untuk duduk disamping pintu darurat. 

Saya melihat bule itu menulis di Ipad besarnya semacam catatan perjalanan yang dipersiapkan untuk ke Toraja. Saya ingin bertanya mengenai kesibukan nya waktu itu. Tapi, karna saya dicuekin waktu itu, jadinya saya pura-pura bego’ saja. Mungkin telinga bule itu lagi kesumbat perbedaan tekanan udara atau mungkin dia takut saya menghack akun nya. Allahualam….

Kedua, selama di Bali saya juga sering menemui bule-bule lelaki keren yang jalannya kemana-mana sendiri, terus pake tas gunung yang lumayan besar. Disitu saya penasaran bagaimana rasanya liburan sendirian, terus bertahan hidup dengan uang seadanya. Naik kapal, terus keliling dunia. Saya sangat menantikan waktu-waktu liburan seperti itu. Mungkin habis wisuda dan sudah punya penghasilan, I will do it!

Saya jadi membayangkan bagaimana rasanya kelliling dunia sambil jalan-jalan sendiri di negeri orang! beradaptasi dengan budaya, gaya hidup orang-orang dibelahan dunia sana dan bertahan hidup dengan cara kita sendiri tanpa interpensi darimapun! 

Jalan-jalan sambil mengabadikan momen lalu menulisnya. Saya harus memasukkan ide ini ke catatan list mimpi yang harus saya wujudkan!

Oiya, sampai jumpa di catatan liburan selanjutnya! Terima kasih sudah membaca :)

NB : Bdw, ini ringkasan rekaman video yang saya ceritakan diatas. Silahkan dinonton, nggak usah sayang kuota. Hoehoehoe...