Minggu, 27 Maret 2016

Re-Write Puisi


Halo, kabar - bagaimana - kalian? (suksunlah kalimat diatas sehingga mmbentuk kalimat yang baku). Cieee, yang hbis UAS. (uas atau un?)

Sudah lumayan lama tidak pernah memposting puisi. Padahal stok puisi di Notebook sudah numpuk Hehe. Jadi untuk postingan kali ini saya akan menulis ulang sebuah puisi yang ada di notebook saya. 

Saya terbiasa mnulis puisi kalo lagi sendiri, gelisah, galau, atau semacam nya. Bagi saya mnulis puisi disaat seperti itu sangat efektif untuk melepas stress apalagi kalo lagi sendiri, menulis puisi adalah salah satu tempatan curhatan yang baik selain curhat sama Allah SWT. Mengapa? karna selain melatih tata bahasa dan teknik kita dalam menulis bait per bait puisi hasilnya juga akan menjadi sebuah karya.

Bukan cuma di puisi, kalian jga bisa menuangkan nya menjadi cerpen atau novel, kalo ngotot, hehe. Jadi langsung saja, saya akan memindahkan puisi yang ada di notebook saya ke diary digiital saya ini dan membagikan nya ke kalian semua. So, ini puisi saya. 


-R-
Bocah dewasa

Lewat...
Angka lahir ku sudah lewat 19 tahun.
Sudah lewat masa puber.
Mendekati masa dimana anak merpati wajib mngepakkan belahan sayapnya.

Nyatanya...
Uang bapak masih terus menutup pendapatku.
Ibu seperti kemarin menarikku dari kebiasaan seorang pria dewasa.
Aku tidak merokok, minum minuman keras pun tak pernah.

Malam ini aku bingung.
Otakku penuh dengan obsesi.
Mau jadi inilah, itulah.
Bahkan bersujud padaNya pun tak becus.

Hatiku sendiri
Mataku dibelakang mereka.
Telingaku tak mau mendengar pujian untuk orang lain.
Sama halnya bibirku.
Tak mau mendengar pujian untuk orang lain.

Aku ingin berlari mengejar angan.
Dalam gelap dingin ego
Atau pahitnya sebuah keyakinan berbungkus sekolompok manusia keji
Sampai merasuk ke tulang dan jantung.

Jika mereka berbuah
Aku memilih membibt.
Jika mereka kelangit.
Biarkan aku membumi.
Karna kemanapun nafas berhembus.
Tuhanku selalu tahu kebenaran sebuah maksud

Sekarang....
Biarkan aku berbaring sejenak.
Memeluk guling, menarik selimut
Dari dinginnya hujan malam ini

Besok...
Mungkin aku sudah dewasa...

-R-

Bagaimana? kalian mengerti gak? hahahh..
Sebenarnya apa yang saya tulis diatas adalah apa yang perasaan saya rasakan pada satu kejadian, kenangan atau keresahan yang menyumbat pikiran saya. Jadi puisi ini semacam obat untuk mengeluarkan toksin (racun) yang menenangkan hati dan mengabadikan lisan.

Oiya, mungkin ini saja yang bisa saya tulis di postingan puisi kali ini, di kesempatan lain saya akan mempost puisi lainnya, karna kebanyakan blum di editing, masih tulisan kasar.
Jangan lupa komen, share atau sekedar dibaca. Mudah2an dapat menginspirasi kita semua. Ingat, setiap momen itu berharga, abadikan mereka. Tulis dan bagikan!

Gutten nacht! 



Jumat, 18 Maret 2016

My first "Dugem-dugem" (+18)


Kemarin, tepatnya bulan lalu saya sempat meng-agendakan menulis pengalaman pertama saya masuk ketempat dugem2 atau bar. Skira waktunya skitar bulan `Februari dan di post itu banyak yang penasaran dan menunggu supaya saya menulisnya dengan segera. Kalo gak percaya klik di post ini "Tulisan orang sibuk"

Dari permintaan komentar didalam post itu saya akan mencritakan nya dipost kali ini. Gmana? Sudah siap? Pasang sabuk pengaman dulu deh? sudah? Minum susu sudah? Oke mari kita tidur!. Hahahh, gak lah.

So, here we go.
-R-


Welcome to jungle! (Sumber)


Saya melihat jam di sudut Handphone menunjukkan pukul 23.45. Katanya jam-jam seperti ini adalah "jam-jam kecil" untuk tempat malam yang sperti itu, bagi saya di "jam-jam kecil" ini paling enak mnyumbangkan stetes iler untuk bantal kesayangan. Saya memandang kaca didepan mobil, sepi.

"gluk, gluk, ahh..." Ical meracuni pendengaran saya dengan suara nafsu habis meneguk satu botol "Guiness" seperti berkata "segarnya minum ini". Di bangku depan ada **** dan yang meyetir Dudi, wajar karna dia yang punya mobil, kami berempat didalam mobil. Sebelum ke sana kita menyempatkan beli menuman dewasa, krna katanya mnuman disana sangat mahal.

Setelah itu kami bertemu dengan teman ****, katanya temannya itu mngajak kita ke bar lain. Berbeda dngan tempat yang ingin kami kunjungi, berharap tmpatnya lebih kren dari tmpat yang ingin kami kunjungi. Smpai dsana, nama tempatnya Barcode trus diatas nya ada simbol barcode. 

Diluar sdah bnyak mobil  terparkir, perempuan seksi berjalan2 masuk dan keluar dengan rapi. Hingga mobil terparkir dan saya keluar mobil sudah jelas sejauh mata memandang perempuan brtubuh molek, cantik dan seksi berjalan kemobil "Gila, perempuan kayak bgini nih yang kalo jlan di Mall banyak mata yang mlotot mmandangi" Trnyata perempuan kyak bgitu bnyak disini. Kami berdiri dkat mobil beberapa saat mnunggu teman **** datang. Ah ribet bnget, mari kita sbut saja teman ****, Boboho dkk, krna dia sdikit gendut dan punya teman dua, tiga orang. 

Setlah ktemu kami bersamaan msuk ktempat itu.

Pas, masuk suara dj yang keras skali mulai mmbuat tlinga dan jantung bergetar, gelap, banyak lampu2 dan cweknya, gak prlu ditanya lagi "Seksi cuyy" ada yang duduk di dpan bar, ada yang lagi ngerokok smbil minum dan ada yang lgi bicara sama cwok. 

Dalam hati, ga saya tdak punya hati malam itu. Mata gw melotot kmana2. Ditempat ini cwek seksi, cantik, putih, rambutnya "salonan" banyak sekali. Ga jarang t*te nya sdikit lagi mau kliatan. Paha mulus mnjuntai dengan indahnya. Pokoknya klo kalian mau pergi kondangan bukan disini tmpatnya.

Tak lama kami berjalan, saya baru sadar trnyata tmpatnya penuh. Akhirnya kami mmtuskan untuk pamit dengan si Boboho dkk untuk ketempat tujuan semula dngan alasan saya dan Ical yang kuliah mnta dpulangkan krna bsok ada ujian. Agak aneh memang mengingat besok adalah hari Minggu dan lebih gobloknya lagi si Boboho dkk mlah percaya entah krna mabok atau kebnyakan mkan kuaci.

Setelah itu sampailah kami di tempat tujuan awal, namannya Zona, kata Dudi tempat itu yang paling bagus di Makassar. Kliatannya dari luar agak besar memang, berada disamping jalan besar. Waktu sdah mnunjukkan pukul 01.13, masih di "jam-jam kecil"

Kami masuk, pintunya kaca, lebih besar dari Barcode tadi dsamping kiri ada loket untuk membeli tiket. Hrganya skitar 70 ribu-an. Setelah dibayar sama **** tangan kami dstempel dengan stmpel Hologram yang tdak kliatan oleh bpak penjaga berbaju srba hitam kyak orang lgi mau latihan kungfu.

Habis di stempel, kami masuk dilorong yang ujungnya ada dua belah pintu kaca besar dan saat **** membuka pintunya sama persis di adegan film Raditya Dika "Single", tau gak, yang waktu pandji buka pintu msuk ke kelab malam? 

Suasananya langsung menghipnotis. Saya melangkahkan kaki masuk. Tempatnya gelap, susah ngeliat muka dngan jelas dan memang tempatnya sngat luas kyak lapangan bola dan objek nya cuma yang didepan "orang main dj" dengan layar bacground yang menyala2 kyak diagram musik bgitu dan panggung yang bsar. Orang yang didalm sangat banyak. Musiknya keras bnget lbih keras dari tmpat pertama, jantung dan lantai bhkan sesekali ikut bergetar. Luar biasa. "Beginilah dunia malam" kata Dudi yang lbih berpengalaman dari saya dan Ical.



Ini nih tempatnya! tapi tidak se-sepi ini. RAME!
(Sumber)
Jangan tanya perempuan nya. Biar saya deskripsikan. Perempuan disana bajunya ketat dan tidak berlengan jadi keteknya menjuntai kemana2, celana nya pendek, tinggi, blahan dada dimana2 dan kulitnya putih. Kebanyakan dari mereka mnurut saya adalah perempuan2 metropolitan yang kaya2, perempuan2 kelas atas. Gila.

Laki2 dsana juga kebanyakan brmata sipit. Ada yang botak, tua, muda, om-om, dan yang pacaran. Ada. Tak lupa pula seorang perempuan disamping nya.

Disana saya hanya duduk menonton performing dj. Disamping saya Si Ical, Dudi dan **** tenggelam dalam kerasnya mnuman dewasa. Beberapa mnit kemudian Ical mulai joget2 ga jelas, triak2 "Aseekkk!!!" Saya yang duduk kalem akhirnya terpancing untuk joget juga, lumayan untuk mengurangi stres. Lama kelamaan Ical pergi ke wc, kyknya dia sdah mabok brat, dia mnum hmpir dua cawan kaca besar. Tidak jarng juga kak Dudi mnawarkan saya mnuman keras. Tapi saya mnolak. Sumpah. Sya hanya mnum sekaleng coca-cola.

Slain joget2, dan minum coca-cola smpe mabok, krjaan saya cuma cari pmandangan scara tidak sengaja. Trkadang pas lagi kalem2 nya duduk, ada2 saja cewek mbok yang nyenggol, pegang pundak saya. Aduh, iman saya di uji coba disini. Cweknya seksi skali lagi.

Lama kelamaan iman sya mulai goyah, gw pun memutskan berjalan2 disekeliling orang2 yang joget smbil cari pemndangan scara tdak sngaja. Tak lupa pula gw mmasang kuda2, "Octopus ass", jadinya kyak cumi2 berjalan, ini berfungsi supaya klo ada cwek yang lewat disamping kita apalagi dia mabok, kita bisa menyentuh pan***nya secara tdak sengaja. Gaya "Octopus ass" saya temukan prtama kali di tempat itu. Bgini caranya!


NB: Gaya ini tidak cocok dilakukan di tempat kondangan, pasar ataupun didepan mantan.
Pokoknya jangan.
Dan gaya itu terbukti berhasil, banyak cwek mbok yang hmpir berpelukan dngan sya gra2 tabrakan krna bnyak nya orang, gw jdi gak tau bgian apa saja yg gw sntuh, "ampuni hamba ya Allah" ini diakibatkan krna padatnya orang. Bukan kemauan gw, wlaupun awalnya rencana gw. Trnyata jadi lbih ekstrim. Hufffttt.

Akhirnya stelah jalan dgn tknik "Octopus ass" gw memutuskan untuk duduk joget mnikmati dj saja dngan ical, Kak Dudi dan ***** bgitu smpe berjam2, Ical juga sdah mulai bekeringat mngkin krna cpek dan mbok. Skali2 dia mbaringkan kpalnya di meja bar. Kak dudi trlihat santai saja dan **** Juga kliatannya agak mbuk krna dikasih mnuman yang beralkohol tinggi sma sesorang.


Tempat duduk kami persis disini.
(Nb: Garis2 kuning adalah tmpat saya mlakukan "Octopus ass tehnique")

Sekitar pukul empat sebelum sholat subuh, kami pun pulang. "Tidak baik kalo bersenang2 ditengah2 orang yang lagi shalat subuh" kata ******.

Setelah itu saya pun pulang bersama tiga orang mabok dan sebuah pengalaman yang tdak pernah trpikirkan sbelumnya. Baru kali ini saya msuk ke "Dunia malam" (bukan dunia lain), baru kali ini saya mlihat bnyak perempuan2 seksi lagi mrokok dan mbok dan baru kali ini gw mbok gara2 coca-cola. Gak-gak, mabok krna coca-cola ga kren, mngkin wktu itu gw mbok krna guncangan mobil. 

Nanti pas smpai rumah gw mau cuci tangan pke air zam-zam. TANGAN INI KOTOR YA ALLOH!" sambil ngupil.

-R-

Itulah tadi pengalaman saya di tempat orang dewasa. Bagi kalian yang masih dibawah umur jngan ditiru yah, biarkan jenggot kalian tumbuh dulu, baru bisa.

Oke, klo gitu, mngkin itu saja untuk malam ini. **** sudah dtang nnti ketahuan klo saya post tulisan ini

Minggu, 13 Maret 2016

Proud to be a loser!


Halo, apa kabar? mdah2an masih baik ya :D
Bagi kabarnya yang tidak baik, istirahat lah dulu, tidak perlu memaksakan mmbaca tulisan orang yang bukan siapa2 ini :)  

(fikir-fikir dulu mau tulis apa)

Semenjak punya banyak teman blogger, saya merasa tidak sendiri. Rasanya seperti, ada-ada saja yang mau meluangkan waktunya dari kesibukan dunia luar yang serba ribet demi memperhatikan dan saling menyemangati tulisan blogger satu sama lain. Saya sangat salut degan dunia blogger personal ini.

Setiap orang punya alur cerita masing2. Entah mereka yang diciptakan pemalu, pemberani, baik hati, sombong, iri hati, kaya, miskin, tampan, jelek (kayak penulis ini, tapi sedikit ganteng juga sih), yang merasa sempurna ataupun yang ditindas. Semua cerita mempunyai tujuan hingga saling berkolaborasi mmbentuk satu layar film yang disebut kenangan.



Jadi pecundang? siapa takut!. Sumber disini

Diantara karakter diatas, saya bisa digolongkan dikategori seorang "pecundang". Iya, saya seorang pecundang. Krakter fisik yang normal tidak menguatkan hati dan mental saya sebagai seorang jagoan yang selalu dikagumi, di elu-elukan, dicintai banyak perempuan dan punya segalanya.

Sejak kecil saya terbiasa mengalah. Karna teman. Tidak banyak orang yang rela jadi yang paling belakang demi teman2nya. 

Kalo mengingat masa kecil, saya senang ketika main petak umpet, teman2 tertawa bersama mnikmati permainan ini saat yang "jadi" tidak pernah diganti. Saya sangat jarang mnjadi orang yang "sembunyi". Tman2 yang lain terlihat mnikmati jika ada diantara kami yang diejek2 karna tdak prnah mnjadi orang yang "sembunyi" dan itulah saya. Tidak jarang saya menangis krna ditertawakan, berkelahi? setiap minggu saya berkelahi, tidak pndang umur lawannya siapa, tapi mau apalagi? tidak banyak diantara mereka yang mau mengakui kekalahan, biasanya klo bgitu, bnyak yang brtengkar, permainan jadi tidak seru dan tidak asyik. Mkanya saya senang "kalah" demi mnghindari prtengkaran hanya krna sbuah prmainan. (taukah kalian? hidup  juga seperti itu)


Wajah orang ganteng
Wajah2 bocah habis kencingin diri sendiri.

Bgitupun permainan lain. Saya sdah terbiasa ditertawakan apalagi di Bully, bgitu seterusnya sampai saya beranjak dewasa dan berjanji tdak akan pernah berkelahi lagi, trakhir saya berkelahi dan di Bully pas lulus SD.

Soal cinta?

Hahahh, saya tidak bisa berbicara banyak tentang "itu". Saya tidak pernah pacaran smpai sekarng. Bahkan sampai sekarang saya tidak pernah berani mengungkapkan perasaan pada seorang perempuan yang saya cinta sejak kelas 4 SD. Lucu rasanya mengingat dulu stiap hari semasa SD hanya bisa memandangi dia dari jauh, hasilnya pelajaran Matematika saya juga selalu paling belakang, hehee.

Ceritanya waktu itu dia selalu gonta-ganti pacar dan orang yang pacaran sama dia lebih dominan laki2 jagoan atau terkenal, punya mobil dan ganteng, intinya populer lah.
Jika dibandingkan dengan saya, hahahh. "Apalah daya seorang pria pengecut yang berbicara soal cinta jika brucap "Hai?" atau skedar membalas senyum pun hanya diadukan pada secarcik kertas dan sepotong bulan." Saya selalu merasa minder jika membandingkan mantan2nya dngan kepopuleran saya sndiri. Ibarat ikan badut dan ikan hiu.

Mengungkapkan perasaan itu sulit pada orang yg benar2 kita cintai. sama halnya dengan "Mencintai setulus hati hampir sama dengan mempcundangi diri sendiri".


Bagaimana dengan pergaulan?

Jujur, dari dulu smpe skarang saya tidak suka bergaul dngan teman yang gayanya paling "High class", seperti mereka yang naik mobil ksana kemari, nongkrong ditempat2 kekinian yang tidak jelas, orang2 populer, penguasa (yang kerjaan nya ngajak berkelahi), orang egois ataupun orang kurang percaya diri. Kenapa? Alasannya ada banyak. 

Pertama, memamerkan dan menyombongkan benda2 pemberian orang tua bukan gaya saya. Bahkan smpai skarang saya slalu brusaha untuk tidak banyak minta sama orng tua. Keadaan bgitu bisa memaksa saya brfikir kreatif "Bagaimana caranya supaya saya bisa menghsilkan uang sndiri sedini mungkin?" hasilnya pas SD saya bisa mnghsilkan uang lewat gambar anime yang dipesan lalu dijual ke teman2. SMA saya menjual Papercraft atau mainan dari kertas yang hasilnya dibelikan baju laricci Pramuka yang jrang anak pramuka yang punya waktu itu. "Bagi saya, selalu ada kepuasan trsendiri jika berhsil membeli barang yang diimpikan dengan uang sendiri."



Ini nih, yang namanya Papercraft. Hrganya waktu itu djual mulai 20-50 ribu. Lumayan. Hehe. (fotonya masih tersimpan)



Kelas 12 IPA 2 SMANSA Angkatan 2014
Yang saya pake itu namanya baju "laricci" kain nya tbel, Dibelinya dipesan dulu. Harganya 250 ribu kalo ga salah

Kedua, menunjukkan kehebatan dengan cara berkelahi bukan cara saya. Kehebatan tolak ukur nya ada di prestasi. Sehebat apapun kita berkelahi, membuat orang nangis smpe takut dengan kita, sama saja dengan nol. "Kita hidup, bukan untuk ditakuti, tapi untuk mencari eksistensi lewat prestasi". Dengan alasan itu baru masuk SMA saya gencar masuk banyak organisasi mulai dari Pramuka, pencak silat, Paskibraka (tidak lolos), IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah), dan KPA (Kelompok Pecinta Alam) Kompas celebes. Tujuannya, mencari jati diri, prestasi dan belajar mengelola organisasi. Bgitupun sekarang, didunia kampus. Kemarin baru seminggu lebih menjadi MABA saya sudah masuk HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) dan beberapa bulan brikutnya mergabung di UKM Seni (Unit Kegiatan Mahasiswa). Mungkin dipost selanjutnya akan saya ceritakan.

Saya lebih suka bersahabat daripada berteman, karna sekali lagi satu sahbat lebih berarti daripada ribuan teman dan mereka tak beda pecundang nya dngan saya. Tidak populer, tidak tampan rupawan, bukan idola dan beberapa bujangan (jomblo) saya jadi ingat sajak Aan mansyur.

"Aku senang berada di antara orang-orang yang patah hati. Mereka tidak banyak bicara, jujur, dan berbahaya. Mereka tahu apa yang mereka cari. Mereka tahu dari diri mereka ada yang telah dicuri."

Sama seperti yang Aan mansyur katakan. Mereka berbahaya. Apa yang ingin mereka capai selalu dilakukan dengan kerja keras atas dendam pembuktian bahwa pecundang2 seperti mereka juga bisa berada diatas puncak kesuksesan. Tak jarang dari mereka berucap "Gunakan uang sebaik mungkin, kasihan orang tua dikampung".

Sama seperti saya, mereka tidak suka menjilat atau memuji2 guru atau senior supaya mndapat kedudukan. Mereka tidak pandai dengan hal itu. Bergaul dengan yg tua (dibaca: senior, asisten dosen, dosen, dll) saja kami malu2 tak seperti mereka yang populer. Kami lebih banyk diam memperhatikan dan ikut tertawa jika disinggung.


Tapi dalam hal kerja, kami nomor satu. Kata "Talk less, do more" sepertinya lebih cocok pada kami yang tidak banyak bicara dan menjilat, tapi banyak kerja.

Kembali ke saya.

Bagaimana dengan keluarga?

Saya dibesarkan bisa dibilang dengan cara otoriter dengan orang tua saya. Kenapa? karna dari kecil saya tidak sngat jarang diberi kesempatan mengutarakan pendapat, apa yang orng tua bilang, itu yang harus saya lakukan. Mungkin karna pekerjaan mereka hanya punya sedikit waktu untuk saya. Selain anak sulung, smua adik saya juga laki2. Jadi bisa dibayangkan bagaimana kakunya situasi didalm rumah (post selanjutnya akan saya critakan). Smpe skarang saya sbagai anak laki2 skaligus anak sulung msih blum berani mengutarakan pndapat trhadap kdua orang tua saya. Bagaimana? pecundang kan?

Dari kesemua ke-pecundangan, saya berfikir bahwa semua kesenjangan ini, ke-ter-bawahan ini, secara tidak sadar membentuk mental saya, merubah mental dan sikap saya yang dulunya slembek pohon pisang menjadi sekuat phon kelapa.

Intinya jangan pernah sesali setiap bagian atau scene hidup mu, sepahit apapun itu, seburuk apapun itu, dan se-memalukan apapun itu. Percayalah lah siapapun dari kita yang hidup didunia ini berarti untuk orang lain ataupun untuk diri kita sendiri. 


Mengalah juga bukan masalah besar, kebanyakan orang melecehkan kebenaran universal demi mempertahankan ego nya masing2, mereka takut kalah dan menuntut kesempurnanaan trhadap dirinya sendiri. Tapi soerang pcundang brtindak apa adanya, jujur dan berani meredam egonya sendiri demi kebaikan orang banyak.

And then, smpailah saya pada satu titik balik dimana saya merasa menjadi pecundang adalah proses dan saya sadar sedang berada didalm proses itu. Hanya menunggu waktu dan benih keberanian untuk datang kembali dan mencabut buah dari hasil proses tersebut.

Proses dimana pecundang akan jadi pemenang!

From Loser to be a Victory! 


For the last, I'm proud to be a loser!

Minggu, 06 Maret 2016

Bicara tentang karakter di Blog


Selamat datang Maret!

Oke, ehm.

Ada yang bilang tanpa karakter pada bidang yang kita jalani, kita tidak akan dikenal
Ada yang bilang karakter adalah pembeda.
Bahkan ada yang bilang kalo tidak punya karakter kita akan cepat terlupakan.

Bicara soal karakter, orang yang bilang seperti diatas mungkin benar. Dengan karakter nama kita akan mudah di ingat. Prnahkah kalian berteman dengan seseorang tanpa mengetahui sifatnya??
Atau pernahkah kalian nge-Fans pada seseorang tanpa mengetahui tampilan atau perilakunya? kalo iya, brarti kalian salah satu kaum LGBT atau kalo ngga kalian masuk kaum MNA (Main Nyosor Aja)

Anyway, karakter yang sekarang membingungkan saya. Bisa dibiilang blog ini tidak punya karakter atau ciri khas. Kalo saya mlihat tulisan blogger2 lain yang sring saya kunjungi, tulisan mereka selalu identik dengan apa yang sudah menjadi karakter mereka dan tentunya sudah melekat agar ciri khas itu tetap bertahan dengan konsistensi nya masing2.

Dan itu yang mmbuat mereka dikenal. Tere liye dikenal karna tulisannya yang kbanyakan mengkombinasikan unsur alam dan fiksi, Dewi leastari dikenal dengan supernova nya dan Aan mansyur dikenal dengan ke-puitisan sajak2 nya.Bicara karakter blog ada Raditya dika dengan karakter kambing nya, ada mas Heru dengan karakter Wortelnya dan ada Banyolnesia dengan krakter Banyolnya. Kalian mengertilah, Itulah yang saya maksud. Orang bilang, personal branding.

Saya suka dengan menulis dan entah itu passion atau hobi tapi selain menulis saya juga suka berbagai bidang, termasuk pencak silat, melukis, bermusik, futsal dan membaca. Yang membuat saya bingung adalah awalnya saya mnyukai kesemua bidang itu krna satu alasan. IKUT-IKUTAN.

Ini adalah salah satu gambar saya. Yang lbih lengkap silahkan klik disini

Dari ikut-ikutan berlanjut ke persaingan untuk siapa yang lebih hebat, ditahap itulah saya mencoba memperdalam keahlian saya dibidang itu. Contohnya saja di silat, awal nya hanya coba2 untuk memperbanyak sertifikat supaya dpermudah dftar PTN lewat jalur prestasi. Eh, tau2nya saya sdah ikut Praporda dan menjadi pelatih Pencak Silat ber-sertifikat Nasional.

 
Gw yang ditengah. bukan yang baju putih -,_-


Lulus PTN (Perguruan Tinggi Negeri) ? 

Nyata2nya tidak. Tapi saya tetap bangga. Bgitupun dengan bidang laiinya, semuanya diawali dengan ikut2an. 

Kembali kepertanyaan semula. Apakah dengan adanya minat dan prestasi sperti yang saya jelaskan diatas, saya sudah mempunyai personal branding? jawban nya, saya malah jadi tambah pusing. Banyak sekali bidang yang saya minati shingga ga tau mau fokus ke yang mana. Hasilnya saya tidak tau krakter hidup saya ini sbenrnya apa., kcuali Jomblo brprestssi yang ikut2an. Kren gak? "Jomblo brprestssi yang ikut2an". Ah, Kepanjangan.

Disatu sisi, saya mau disebut penulis blog, disudut sisi sya tdak mau dbilang jomblo, disatu sisi jadi pesilat, disatu sisinya lagi saya mau jadi arsitek. Hahahh. Rakus memang dan itulah yang mmbuat saya bngung. Sbenanrya saya ini apa? 

Kalo kalian tau saya ini siapa? tolong jawab dikolom komentar. Jwabn kalian sngat pnting bagi karakter blog saya dan karakter saya ketika brada didepan cermin.

Akhir kata saya menutup pertanyaan gak pnting ini dengan kata (mikir)
Eeee..mmm..
Dengan kata  Salam perjuangan!. :D