Rabu, 31 Agustus 2016

REVIEW FILM UANG PANAI' ; MAHAR(L)


SINOPSIS
Film ini berkisah tentang seorang pemuda Bugis-Makassar, Anca (Ikram Noer) yang baru pulang dari perantauan untuk mencari kerja di kota Makassar dan tiba-tiba bertemu kembali dengan mantan kekasihnya Risna ( Nur Fadillah). 

Setelah beberapa tahun berpisah, akhirnya mereka berdua saling jatuh cinta lagi. Anca dengan kondisinya yang masih mencari kerja dengan dibantu kedua sahabatnya Tumming dan Abu, mendadak dimintai oleh risna untuk dilamar.

Punyanya google.
Tetapi semua harapan untuk menikah seakan terbentur oleh mahar atau “Uang panai'” spektakuler sebesar 100 juta lebih yang diminta oleh orangtua Risna yang sedang terbelit oleh hutang. Disinilah dimulai perjalanan panjang , rintangan demi rintangan datang untuk Anca demi memenuhi target “Uang panai'” yang telah dipatok oleh keluarga Risna. Dengan bantuan kedua sahabatnya Tumming dan Abu yang sangat jenius dalam mencari uang.

Pertanyaannya, apakah Anca berhasil memenuhi target “Uang panaik” tersebut?
Tentu saya akan menjawabnya seperti penulis review film yang sewajarnya.
“Silahkan nonton sendiri” :P


-R-

Untuk pertama kalinya saya memposting sebuah review film. Ada hal yang sangat menarik dalam fillm yang akan kita review dibawah ini.

Mungkin dari kita ada yang bertanya-tanya apa arti dari judul film “Uang Panaik”? dalam adat atau tradisi bugis “Uang Panaik” atau “Doi pappenre” adalah uang yang diberikan kepada pihak orang tua dari mempelai perempuan sebagai ganti atau bayaran (harga) untuk meminang anaknya, orang2 biasa menyebutnya “Mahar”.

Baru2 ini salah satu kabupaten di Sulawaesi selatan, tepatnya kota kelahiran saya Pinrang, berhasil memecahkan rekor sebagai pernikahan dengan “Uang Panai'” atau mahar yang paling tinggi. Selengkapnya silahkan baca disini.

Maka dari itu, salah satu pihak rumah produksi dari sineas Makassar Makkita Cinema Production berinisiatif menuangkan isu tersebut kedalam sebuah film.
Sebelum membaca review, silahkan nonton trailernya dibawah ini terlebih dahulu.




REVIEW
Film karya local anak Makassar ini menurut saya berhasil membuat kita tercengang sekaligus six pack (akibat tertawa) dalam durasi dua jam lebih. Latar belakang setiap scene nya tergambar dari beberapa tempat di kota Makassar. Ada di pelabuhan, dilorong (samping bajiki’ store) dan di alam bawah sadar flyover. Tak lupa pula ada rumah panggung adat bugis yang ditonjolkan sebagai latar tempat tinggal pemeran.

Sesuai judulnya, film ini sukses mengkritik tradisi dalam adat bugis yang telah melekat dalam kebudayaan orang bugis dan tentunya bagi sebagian pria yang ingin melamar perempuan bugis patut berpikir dua kali.


Scene Film Uang panai'
Punyanya Halaman Facebooknya Makkita Cinema
screen shoot film uang panai'
Samaji sumbernya dengan poto yang diatas e
Karakter yang paling menonjol di film ini menurut saya adalah Tumming dan Valen Abu, sebelumnya mereka dikenal di Makassar sebagai pegiat video lucu di akun instagram bernama tumming_abu, jadi sepertinya tidak sulit bagi mereka membangun chemistry, menjadi joker dan membuat penonton tertawa ngakak. Jokes-jokes nya sangat orisinil dan alami karna pemakaian bahasa Makassar-nya yang sangat kental.

Adapun tokoh utama pria Anca (Ikram Noer), berperan sangat bijak, dewasa dan menekankan jiwa siri’ (malu) dalam dirinya. Berpasangan dengan Risna yang bersifat ke-ibuan, berambisi dan berani.

Punyanya Halaman Facebooknya Makkita Cinema

Awweh, bilang ka samaji sumbernya.
Perpaduan dari karakter utama diatas, membuat cerita mempunyai warna tersendiri. Kadang sedih, tertawa kadang juga sedih sambil tertawa. Tak kalah dengan karakter orang tua dari Anca dan Risna yang sangat bertolak belakang.

Orang tua Anca berperan sangat lucu, Berbeda dengan orang tua Risna yang selalu membawa ketegangan dalam film. Just info, Sebenarnya ibu dari Anca dalam kehidupan nyata adalah Ibu dari Tumming, tak mau kalah dengan anak nya, ibu dari Tumming juga punya akun instagram bernama mama_tumming.

Alhasil Ibu Anca dalam film "Uang panaik" ini berhasil membuat penonton terbahak2 dengan komedinya yang absurd dan bahasa aliennya. Memang buah jatuh tak jauh dari pohonnya.

Tak kalah dengan pemeran pendukungnya. Salah satu pemeran pendukungnya adalah Cahya Ary Nagara yang cukup terkenal dikalangan anak muda Makassar, salah satu filmnya yang cukup terkenal adalah Hijau Kotak kotak. Selain Cahya, masih banyak lagi pemeran pendukung yang akan mengejutkan penonton diakhir film.


Yang kiri Cahya, kanan Risna.
Tengah saya, jadi bakteri dihanduk.
Dalam hal sponsor, sepertinya dukungan dari pihak sponsor sangat kencang mengalir. Kalo tidak percaya silahkan nonton filmnya sendiri, muehehe.


Janganmi ditanya'
Bagaimana dengan soundtrack atau Ost atau lagu dalam film ini?

Sangat natural, menyentuh dan tenang. Kesannya sangat melakonlis, lagu ini juga dibawakan oleh salah satu band lokal Makassar Dheandra yang berjudul Sendiri, bagi teman-teman yang mau dengar silahkan klik video dibawah ini. Sediakan tisu, mic sama recorder sapatau bisa sekalian cover lagunya, hahah.



Bagaimana? kesannya bisa ditulis dikolom komentar dibawah yaa...

PESAN MORAL
Ada banyak quote-quote menarik dalam film ini, tapi saya hanya merasakan pesan moral yang tersirat dan menancap dalam sanubari ku yang paling dalam, salah satunya yaitu:
Mulai sekarang waktunya kumpul uang panai’ 100 juta untuk menikah nanti!
Saya kira begitulah pesan moral yang saya rasakan.

Adapun quote yang saya ingat, salah satunya pas si Anca lagi down dan diberi semangat dengan kata ini:
"Kopi boleh pahit, hidup mu jangan. Semangat !"

KEKURANGAN
Hanya saja, sewaktu saya nonton di bioskop kesayangan saya, ada beberapa hal yang sedikit mengganggu dan mengurangi efek kejutan dan visual dalam film.

Pertama, ada segerombolan orang yang sama memakai baju film “uang panai'” entah mereka tim atau kru dalam film. Mereka duduk dibelakang saya dan ketika film berlangsung selalu menceloteh2 singkat kelanjutan dari tiap bagian film.Bisa dibilang penonton spoiler lah. Hal ini tentunya mengurangi efek kejutan dalam film karna mereka membocorkan nya dibelakang.

Kedua, dalalm segi visual, menurut pandangan saya sebagai penikmat film, setiap perpindahan scene atau transisi dari film sangat monoton dan terlalu cepat. Seperti kita menonton film superhero, belum puas kita melihat superhero menghajar lawan nya, adegan nya sudah berpindah, coba bayangkan kalo adegan itu dilakukan terlalu sering? Geregetan kan?


-R-

Overall , Saya sebagai orang yang berdarah bugis menyarankan teman-teman baik di sulawesi ataupun di luar sulawesi, pokoknya semua wajib untuk menonton film ini! FILMNYA PECCCCAAAHHHH! KOMEDI? ADA. DRAMA? ADA. PERSAHABATAN? ADA. Yang tidak ada itu jodoh, iya, disini tidak ada jodoh!

Kalo teman-teman mau tau kenapa “Uang panai’” itu sangat sakral dalam setiap lamaran orang bugis, pergi meki’ nonton filmnya (baca: silahkan pergi nonton filmnya). Eiitsss, nonton dibioskop kesayangan bareng kesayangan yang masih disayang-sayang.

INGAT! FILM INI BEKAL UNTUK LAMARAN NANTI!
Waktunya menabung uang panai' Jonnnnssss!!!!


32 komentar:

  1. Oh mungkin mamahnya tumming bosen kali y punya anak tumming makanya dia pengen jadi mamahnya anca
    Jadi sama dong kalo abang punya cewek, trus ceweknya jadi cewek saya y bang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu cuma di film nik. -_-
      Tpi bisa aja sih nik.
      Mngkin krna byaran nya gede klo jdi mamanya anca.

      Trgantung sberapa besar byaran mu ke gw, haha

      Hapus
  2. Reviewnya bagus. Ngalir aja gitu pad dibacanya. Untuk filmnya sih aku belum nonton, sedangkan adekku dan sepupuku pada udah nonton. Huhuhu.

    Aku setuju tuh sama perpindahan scene yang kecepatan itu jadi kekurangan suatu film. Bikin gregetan. Dan ada juga yang ngereview kalau film ini punya ending yang... cheesy. Entahlah. Mungkin soal selera. Tapi keren lah film ini. Sebagai gadis Bugis, aku bangga ada film tentang uang panai :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sana cha' pergi nnton dlu, kali aj dpat inspirasi mau cpet dnikahin, hehe

      Hu'umm, sya jga agak ngrasain sih, endingnya agak cheesy, sy g trlalu puas sma endingnya. Tpi g trlalu jadi mslah krna alurnya yg lucu.

      Orng bugis jga cha'? Brarti clon2 uang panai' yang lmayan tinggi nih, hehe

      Hapus
  3. Rey, follback blog ku nah :D
    Maringngerrang Blog

    BalasHapus
  4. pesan moralnya malah bikin gua down. tapi itu emang beneran. gacuma suku bugis aja, hampir semua wilayah mematok uang lamaran yg tinggi banget. :( *kehidupan memang keras*

    jadi pengin nonton gimana caranya dia ngumpulin duitnya. tapi di sini gada bioskop. huaaaa.... masa mesti nunggu setahun dulu buat donlot ilegal..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo dibahasakan secara ilmiah dngan gya bahasa mas How, ini termasuk fenomena apa yaa? haha. Apakah ada mahar lain selain seperangkat uang panai'?

      Kyaknya klo film indonesia susah dpat link downloadnya mas how, apalagi ini film yang dproduksi sineas lokal dari Makassar, beda klo film barat, banyak mafia2 filmnya, hahahh

      Hapus
  5. Mmm... Film berdarah Sulawesi... Kayaknya boleh juga nih ditonton. Butuh humor :'D
    Aku denger nama Anca berasa kayak denger Malam Minggu Miko x)) laaah
    Pesan moralnya kmprtssss abisssss. Tapi endingnya gimana ya? Katanya nuansa jodohnya nggak ada? Hm. "Nonton aja filmnya" :'D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Recomended bnget nih buat riska yang baru memasuki umur yg ke 18, itung2 buat mmplajari gmana sistematika lamaran klo orang udh dewasa, hahahh

      Oiya, juga yaa, baru sadar, hahah
      Mmng faktanya gtu ris, udah nonton aja, msih tyang kok dselurh bioskop Indonesia, trmasuk dibioskop kesayangan kamu :))

      Hapus
  6. Sumpah lo ini pertama kalinya review film ?
    moga kedepanya lu bisa rutin review film lagi yah.
    soalnya gue suka wqwq.

    btw, gue beum tonton film ini sampe nanti gue nemu link downloadnya haha,

    dan gue juga suka sama quote-quote yang udah lu save dari film ini.
    salah satunya yang ini : "Kopi boleh pahit, hidup mu jangan"
    rencananya quote itu bakal gue uloud di instagram gue. @khairulleon (skalian promo haha)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, suatu kbanggan sendiri klo ada yg suka, rencananya sih mau dibiasain bukan cuma review film.

      Kyknya link dwnloadnya lumayan susah didapat atau mngkin gak ada sih. Pngalaman dari film2 produksi lokal. Oiya, silhakan dikutip di ig nya, nanti gw HACK. hahahh

      Hapus
  7. 100 jete mending bikin usaha sendiri hehe

    BalasHapus
  8. Terima kasih atas reviewnya yaa.... terima kasih telah mendukung dan mempromosikan film Uang Panai

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, ini dikomentari langsung sama sutradara nya, hahahh. iya sama2 kak

      Mkasih sudah mnyempatkan mmbaca review karya filmnya kak Amril. :)
      Dtunggu karya selanjutnya untuk sya review.

      Hapus
  9. Nah akhirnya dikomen kakak Amril juga kan, haha... Saya baru tau kalau mama Ancha itu mamanya Tumming :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa, Hahahh, Baru diliat kak amril kyaknya...

      Hapus
  10. wahh masih coming soon ya, padahal pas baca review nya sudah menarik sekali..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah tayang mas...itu posternya seadanya...jdi diambil kek gtu..
      Lngsung cus nonton...

      Hapus
  11. Udh out noh di YouTube, bahkan Makkita Prod. Berencana ngelaporin n nge Block yg Upload tu film, keren bingit n yg jadi perhatian gw, trnyta gw br nyadar klo sering ngeliat Si Dilla (Risna) sblm film ne release, orng sengkang asli, cuma TKW (temen kenal wajah) hahahah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, link nya sekarang sudah bertebaran dimana2...bahkan di youtube juga,..
      Saya baru cek, trnyata bneran ada, bhkan komentar nya di nonaktifkan.

      Oo, brarti ekky ini orang sengkang juga ya? Sya sih baru liat pas di film, dn lngsung cek ig nya, huehehe.

      Hapus
  12. Kita selesai menonton ini sudah.
    Logatku sudalah seperti bugis? Atau belum?

    Aku menonton ini ketawa2, haru juga, baper juga. Jadilah satu dalam film ini. Mendidik pula ini film.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yah, lumayan.... Sekali2 vn pake logat bugis di group ben. Huehehe

      Iya, bener bnget ben! Akhirnya udah nnton juga ya, :)

      Hapus
  13. Sekarang sdh bereadarr.wkwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beredar secepat video luna maya dan ariel..

      Hapus
  14. Masukkan komentar Anda..bagus tawwa film ya .mungking sdh ada lbh dari 20 x sy nnt ini film.sy terinspirasi menntn film ini. semga makkita cinema bsa membuat film dengan yg lebih menarik lgi ewako sulsel..salam dari bua putra di luwu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wih, 20 x...? Pasti setiap dialognya yuyun pasti juga sudah hafal..
      Memang keren tawwa, lucu dn drama nya dapat sekali. Jrang2 ada film lokal Makassar yang bisa tembus box office Indonesia. Wajar klo diliat dari kekeuatan dan ide cerita nya.

      Ewako sulsel, hehe

      Hapus
  15. keren ini filmnya..
    sukses teruss...
    ewako.. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mari kita ikut mendukung eksistensi perkembangan film lokal di Makassar.

      Hapus
  16. Film.x keren... Antara Cinta, Sahabat, Uang dan Adat...

    Follback www.mangandosetiawan.com

    BalasHapus
  17. Wah belum sempat nonton yang ini, hehe

    BalasHapus

Sampaikanlah komentar walau satu halaman.
Sapatau bisa tukeran tukaran hati, biar kamu tau bagaimana rasanya dibaca lalu ditinggal :)