Selasa, 27 September 2016

Jangan pernah percaya petugas loket!


Jangan pernah percaya petugas loket!
Background sumber
Beberapa hari yang lalu, saya kekampus untuk membayar uang spp semester lima dengan buru2 karna selain itu saya juga disuruh untuk membeli tiket bioskop “Uang panai’” dihari pertama penayangan nya di bioskop yang saya review minggu lalu disini. Cuaca juga sangat panas. Sebelum melakukan pembayaran terlebih dahulu saya ke fakultas untuk mengambil slipnya.

Setelah itu saya menuju loket pembayaran dengan motor. Motor sudah terparkir dengan ciamik.

Saya lalu berlari kearah loket yang keliatan antriannya masih kosong.

Tanpa pikir panjang saya langsung mengambil seperangkat uang tunai sebesar Rp. 3.500.000,- dikantung celana sebelah kiri lalu saya serahkan lewat lubang kaca loket tanpa terlebih dahulu menghitung uangnya ke bapak2 penjaga loket sebut saja ia Pak Mukidi yang kumisnya agak lebat.

Selang beberapa detik. Tidak ada sesuatu yang mengganjal dikantong saya lagi.

Memasuki lima detik saya bertanya pada diri sendirI “Kan tadi ada?”

Sepuluh detik, saya memeriksa semua kantong celana saya, mulai masuk ke kantong baju lalu berangkat menuju kantong ajaib.

Hingga sampai satu menit kemudian saya periksa dan jadilah saya pada suatu kesimpulan bahwa :

“UANG JAJAN YANG DIKASIH SAMA IBU JUGA IKUTAN!!!!”

Sumber
Saya langsung panik setengah mati dan bilang ke Pak Mukidi yang baru selesai menghitung uang spp yang saya kasih tadi “Pak, itu uangnya apa ngga’ lebih?”

Dia cuma mengangguk-angguk bilang “Pas” trus menyimpan uangnya dilaci dan memberikan saya kwitansi pembayaran spp.

Saya tambah panik, sambil mengambil kwitansi nya saya bilang lagi
“Pak, bisa uangnya dihitung ulang lagi? Soalnya perasaan, ada uang jajan saya yang ngikut”

“Saya hitung tadi sudah pas dek”

MAMPUS!!! Sejenak saya diam.

“Umm.. Tapi pak, perasaan saya tadi ga’ salah pak, uangnya saya simpan dikantong yang 
sama, saya lupa tadi ngitung nya pak”

“Hmm” Pak Mukidi malah tidak menanggapi.

“Pak…” Saya mulai gemes liat kumisnya yang lebat. Mungkin uang saya nanti dipakai buat beli wak doyok buat melestarikan kumisnya.

“Nanti saya hitung kalo semua mahasiswa hari ini sudah tidak ada lagi yang membayar, tulis nomormu disini sama nama kamu” sambil memberi saya secarcik kertas dan pulpen. Saya akhirnya mulai lega, akhirnya masih ada harapan uang jajan saya kembali.

Saya pun akhirnya pulang. 

Nominalnya tidak banyak sih Rp. 200. 000,- cukup buat blogwalking dan kenalan sama penulisnya.

Setelah dua jam kemudian saya kembali lagi ke loket, antrian nya tinggal dua orang, saya tunggu sampe habis. Pas sampe didepan loket saya bilang “Eee’…. Pak, saya tadi orang yang uangnya ngikut di uang spp” tanganya mengambil sesuatu di bawah mejanya lalu menaruhnya didepan saya.

Saya liat dengan seksama. AKHIRNYA…..yang dia taruh adalah uang sama kertas yang saya tulis tadi.

TAPI…..Tunggu dulu…

Setelah saya hitung-hitung dengan seksama, uangnya kurang SERATUS RIBU!

Sumber
Muka’ saya mulai tidak seimbang kayaknya sedikit lagi gw kena stroke nih!

“Ummm…Pak, kok uangnya kurang seratus?”

“Cuma itu lebihnya dek, saya tadi sudah hitung semua” Nada suaranya mulai naik, mulai emosi, sedangkan nada suara saya sudah kayak cewek yang ditinggal nikah sama gebetannya.

Sejenak saya diam memandangi uangnya, meratapi kemalangan hari ini. Saya jadi tidak rela dibodo2in sama Pak Mukidi kumis wak doyok ini.

“Pak, tapi saya benar2 yakin uang yang ikutan tadi disimpan dikantong yang sama jadi dia ikutan sama uang spp”

“Bagaimana caranya, kalo uang yang saya hitung tadi lebihnya Cuma seratus?” mulai kesel.
Setelah melewati perdebatan yang itu-itu saja, saya mulai diam. Meratapi lagi uang seratusan tadi. Saya mulai berjalan menjauh dari loket, pergi, pulang, lalu membusuk.

Tapi tiba-tiba saya puny ide. Entah, berhasil atau tidak tidak ada salahnya dicoba. Saya dapat ide dari sebuah film keren berjudul “Who am I”.

REKAYASA SOSIAL!!! Ilmu saya dibidang rekayasa bangunan, kenapa tidak mencoba rekayasa lain?

Saya kembali lagi ke loket dengan muka2 pengen digampar dan sedih “Paaaak, saya tidak berani pulang kalo uangnya tidak cukup pak, itu uang tante saya pak yang dia kasih ke saya buat beli jodoh baju”

Sumber
Pak Mukidi tetap diam seakan tidak peduli.

“Saya tadi salah pak, tidak menghitung uangnya terlebih dahulu baru kasih ke bapak” Kepala saya mulai sandar di kaca pembatas loket. Setelah merendahkan diri beberapa kali ke bapak itu dia menjawab

“Kan lebihnya cuma segitu dek, yang ini uang mahasiswa yang lain, kita mau ambil uang darimana?” dia lalu berdiri dan berjalan berbalik arah dari saya.

Saya mulai menyerah. Ampuuun…. Daripada kena stroke dan pingsan diloket pak Mukidi lalu dikasih nafas buatan sama dia mending saya relain uang seratus itu. Saya hanya diam didepan loketnya. Memutuskan untuk nyerah. Ternyata “Rekayasa social” ini juga gagal.

Yang saya pikirkan setelah itu mengambil batu lalu ngelemparin kacanya pulang.

Diluar dugaan om saya menelpon. Dia bertanya tentang tiket bioskop film “Uang Panai’” apakah sudah saya beli atau belum. Akhirnya saya memutuskan untuk memanfaatkan kesempatan ini. Saya berbicara dengannya seakan dia adalah tante saya.

“Masih dikampus” dengan muka2 pengen nangis, si Bapak masih berdiri diam.

“Ia, sedikit lagi, masih ada urusan sebentar”.

“Nanti klo selesai baru saya pergi” Saya agak mengeraskan suara supaya dia jelas mendengarnya. Si Bapak lalu membalikkan badan lalu mengambil sesuatu dilacinya kemudian menaruhnya didepan saya

“Iya, iya. Walaikum salam” si Bapak tadi lalu membalikkan badan, lalu melangkah menjauhi saya.

Benar saja, perjuangan saya tidak sia-sia. Uang sebesar seratus ribu terbaring menggoda didepan saya, tanpa pikir panjang saya mengambilnya. 

“Makasih pak!” Saya lalu melangkah menjauh sambil tersenyum.

Sumber
Sejak saat itu saya lebih berhati-hati ketika ingin menyetor uang baik di loket atau ditempat manapun.

Sebuah pelajaran yang meningatkan saya bahwa:
1. Kejujuran itu langka. 
2. Tidak selamanya tukang loket itu pandai berhitung!

Selasa, 20 September 2016

Catatan dari kampoeng halaman



Cover Post

Saat tulisan ini ditulis saya tidak dikampung lagi. Saya berangkat ke Makassar pas hari Jum’at tanggal 16 September karna hari Senin kemarin saya SUDAH MULAI MASUK KULIAH KEMBALI. 

Terhitung syudah hmpyir syebulan lyebih sya menghabiskyan lyburan dy kampyung. (efek kebanyakan ngunyah daging sapi) Setelah hampir setahun lebih saya tinggalkan.

Ada banyak perubahan dalam berbagai dimensi kehidupan di kampoeng khususnya di kehidupan keluarga saya. Saya akan menullis nya satu persatu di postingan kali ini, Sebenarnya tidak penting. Mudah2an kalian tidak menyesal setelah membacanya.
Yuk langsung saja.


1. Saya tambah besar


Saya sebenarnya juga bingung, tidak tau perubahan fisik apa yang signifikan pada diri saya. Setiap kali ada keluarga baik itu tante, om, atau tante om ketika saya berjabat tangan bawaannya selalu bilang basa-basi. Contohnya:

“Ehh, Reyhan sudah besar…”

Pernyataan ini yang biasanya bikin awkward moment dan seringkali kita hanya bisa membalas dengan senyum cengengesan “hehe”, “hihi” atau “iyaa”.

Rasanya ingin menunjukkan jawaban yang responsif agar tidak cuman “haha”, “hihi” atau” iyaa” saja. Misalnya kalo dia tanya “Ehh, Reyhan sudah besar…”

Saya jawab “Iya hehe, tante juga makin tua aja” *terus cium tangan

Apalagi mereka yang suka menegeluarkan pertanyaan yang bahkan Albert Enistein sekalipun tidak bisa menjawabnya salah satunya adalah:

“KAPAN NIKAH???????”
………….

Biasanya kita pasti akan menjawab dengan seadanya “Baru merencanakan om”, “Masih sementara proses om” dan yang paling menguntungkan adalah “Nggak ada yang mau sama saya om J” maka disitulah kalian akan di cup kan jodoh!

Mungkin beberapa tahun kedepan saya juga akan ditanya begitu, karna dari itu saya juga sudahmenyediakan pertanyaan yang responsive juga. Kalo ditanya “KAPAN NIKAH???????”
Saya jawab dengan segan dan lugas.

“Hehe, Saya wajar om masih muda, jadi belum nikah…….OM NYA SENDIRI KAPAN MATI OM!!!!???”

“UDAH TUA KOK GA’ MATI-MATI!!!!!!”

Lalu kami berdua pun dinikahkan. End.


2. Adik-adik yang mulai tumbuh


Iya. Saya anak sulung dari tiga bersaudara dan adik2 saya semuanya laki-laki. Bukan. Ini bukan tim sepak takraw. Kami hanya seonggok daging yang dilahirkan secara sengaja.


Saudara
Jangan tertipu sama tampangnya yang polos.
Adik saya yang pertama namanya Ikhsan, penyumbang ILER KELAS KAKAP dari seluruh keluarga. Sekarang sudah kelas tiga SMP yang berarti dia sudah mulai memasuki masa2 rentan untuk terkontaminasi virus ALAY….

Suaranya juga sudah mulai berubah, yang dulunya bersuara seperti perempuan yang lagi liat diskon 50% sekarang berubah mejadi perempuan DEWASA yang lagi liat diskon 80%.

Sekarang dia juga mulai rajin minum susu. Susunya juga sudah beda dari yang dulu. Dulu minum susu milo coklat, sekarang minum susu Bonetoo campur Fanta. Gokilll abieezzzzz!

Tontonan nya juga sudah mulai tumbuh, dia sekarang mulai rajin2nya nonton sinetron Raja di MNC Tv! Gokil kan?


Saudara
Gaya duduknya saja kayak udah siap2 mau sujud
Adik saya yang terakhir ini adalah anak bungsu karna adiknya sudah tidak ada. Namanya Faizan, kandidat kuat calon pengurus Masjid deket rumah di umurnya yang masih……(lupa) Pokoknya dia sekarang sudah duduk di bangku kelas berat tiga atau empat……SD
yang jelas dia belum sarjana S1 lah.

Kerjaan nya sama kayak si Doel. Yap, sembahyang mengaji. Uniknya, dia punya tarian khas kalo lagi tidur terus disuruh pindah tempat ke kamarnya, kalo bangun itu selalu menggaruk2 seluruh badan padahal tidak gatal! Terus lanjut tidur lagi. Bagi teman2 yang tau ini syndrome semacam apa, tolong tulis di kolom komentar, takutnya lama kelamaan digituin ekornya mulai tumbuh dan berubah menjadi Kera(k).

Hobinya bersepeda keliling kompleks pake helm KYT. Hobi itu dia lakukan untuk bersosialisasi dengan masyarakat setempat supaya dia terpilih jadi pengurus Masjid.

Dari tiga bersaudara Allhmdulillah, kita semua tidak punya keanehan makan beling.


3. Teman2 yang perlahan mulai hilang


Dulu kalo libur begini biasanya saya isi dengan latihan silat disekolah, kerumah teman, atau sekedar jalan2 di kota bersama teman-teman. Sekarang everything has changed, teman-teman sepermainan perlahan sudah sangat langka ditemukan, semuanya hilang dengan alasan kesibukan.

Jadinya kerjaan saya pas liburan yaa…tinggal dirumah seharian penuh sambil baca buku, blogwalking, menulis, dan tidur….Keliatan sangat membosankan. Tapi entah, saya tidak merasa bosan melakukan kegiatan yang itu-itu saja, selama itu hal positif yang bisa mengembangkan keterampilan diri kita.


4. Gaya hidup yang makin culun


Semenjak saya dikampung halaman, gaya hidup saya agak sedikit berubah. Dari yang dulunya sering keluar rumah sekarang sudah mulai jarang bahkan tidak pernah sama sekali dalam sehari. Tidur saya juga mulai puber. Saya biasa tidur paling lambat jam satu pagi sampai jam setengah 6 pagi untuk sholat subuh terus lanjut perjuangan sampai jam 12 atau 1 siang.

Ya, dampaknya sama lingkungan sekitar. Nama saya juga perlahan mulai berubah, orang2 disekeliling rumah biasa memanggil saya Rahmatiah :) Prettt.


5. Kampoeng halaman yang tambah tjakep


Pembangunan dikampung halaman saya tak luput juga dari perkembangan fasilitas public dan infrastuktur nya. Salah satunya ada Lasinrang Park yang semakin lama semakin keren. Lasinrang Park ini adalah sebuah taman dan ruang public yang biasa dipergunakan untuk jogging, santai dengan keluarga, main sepatu roda dan pacaran tempat latihan komunitas parkour.

Yang jelas Lasinrang Park bukan tempat untuk pertandingan smack down.


Sumber


Sumber

Saat malam, Lasinrang Park ini sangat menawan diantara gelapnya langit malam banyak lampu-lampu hias yang menghiasi tiap sudut taman yang tentunya akan menambah suasana romantis kalo mau ketemuan sama doi (baca: penulis).

Masih banyak tempat-tempat keren yang ada di Kampoeng halaman saya yang sangat berkembang, Mungkin lain waktu akan saya tulis.


-R-

Teruntuk Atta (panggilan ibu dari keturunan bugis tertentu) dan bapak, diliburan kali saya minta maaf kalo saya belum bisa membawa apa-apa dari Makassar, baik itu uang atau calon menantu.

Tapi tunggu lima tahun lagi..... 

Saya masih belum bisa membawa apa-apa.....

Karna semuanya akan dibawa sama asisten :)).

Semoga kalian tidak nyesel membaca tulisan diatas. Saya yakin ada sebuah pertanyaan yang bikin penasaran untuk kalian jawab (ini maksudnya apa). Silahkan Tanya dikolom komentar dan jangan lupa jawab sendiri. Saya akan menilai apakah jawaban nya benar atau salah. 

Well....Selamat datang dikampus kembali. :)
Sekian dan terima kasih.

Rabu, 14 September 2016

Video Call sama cewek tak dikenal


Gila itu cewek. Tadi malam saya di video call sama cewek, nama akunnya Jasmin. Padahal saya lagi sibuk-sibuknya cari nama orang di IG, ehh hp malah tiba-tiba bunyi ada orang yang video call namanya Jasmin. Ini orang vc lewat mana? Akun instagram? Path? Atau Facebook? Applikasi yang dia pake vc saya tidak tau.

Kalo pake instagram, kayaknya sudah tidak mungkin. Path? Saya tidak tau kalo path bisa VC atau tidak. Facebook? yang login akun facebook adek saya. Warna halamannya dominan hijau2 tapi susunan opsinya tidak sama kayak Line. Saya jadi bingung. Tanpa pikir panjang lagi, saya langsung angkat, siapatau telpon penting.


Sumber
Maka terpampang jelas muka seorang perempuan, rambutnya panjang dan diambil dari angel setengah badan. Sebenarnya kayak mirip kuntilanak sih, walaupn mukanya tidak penuh make-up kuntilanak, apalagi mukanya deket bnget sama kamera.

Muka saya sengaja tidak saya kasih liat, takutnya dia adalah tukang santet. Nanti muka saya di screenshoot terus dimantrai2i, kan tidak lucu. Atau mungkin dia adalah teman saya yang lagi ngerjain. Entahlah.

Ditengah dia VC tiba2 chat nya muncul di samping video nya, ala2 bigo begitu, tapi ini bukan bigo.

Cew : Kayak kamu.
Saya : Kayak siapa?
Cew : Kamu?
Saya : Saya sama kayak siapa?
Cew : Hmm..
Saya : Kenapa?

Setelah membalas chatnya, saya mikir lagi, ini orang sebenarnya siapa ya? asumsi saya bahwa ini teman saya yang lagi ngerjain salah. Karna setiap symbol dichatnya …… lagi goyang (sedang mengetik) tanganya juga keliatan kayak mengetik dan matanya fokus lagi ke keyboard. Trus saya chat lagi.

Saya : Kamu kenapa telpon saya?

Sekarang saya berani tampilkan muka saya, siapatau dia kenal.

Tanpa diduga-duga pulang tak diantar, datang tak dijemput di VC dia kasih liat t*t* nya!!!! 


Sumber
Sumpah dimalam jam setengah duabelas (keluarga saya sudah tidur semua), saya tidak pernah berfikir si cewek ini bakalan beradegan kayak begini. Saya jadi tambah semangat penasaran darimana dia tau dan aplikasi apa yang dia pake buat VC. Saya langsung chat.

Saya : Maksudnya?
Cew : Kamu suka kan?
Saya :……. (ngeliat-liat dengan jelas, apakah ini t*t* palsu atau bukan)
Cew : Suka?
Saya : Maksudnya? (masih merhatiin)

Akhirnya asumsi saya yang pertama kalo dia ini adalah tukang santet juga salah. Yang jadi pertanyaan nya, dia tau saya pake aplikasi apa?. Beberapa menit kemudian VC nya mati, kayaknya dia yang matiin deh, karna saya tidak terlalu respon adegan syur nya dan juga saya masih takut, siapatau ada seseorang yang kenal saya dan iseng-iseng menguji keimanan saya.

Setelah itu saya mencari aplikasi apa yang si cewek itu tadi pake buat VC ke saya? dan jawaban nya adalah, dia pake aplikasi bernama “Azar” (ini bukan promosi). Entah, saya tidak tau siapa yang install aplikasi ini ke HP saya, yang jelas aplikasi ini sama kayak aplikasi video call yang lain, bedanya dia kayak video call secara personal sama kayak skype tapi bisa secara acak dan VC dinegara lain, seperti si jasmine tadi, diakun nya berasal dari Filpina, padahal pake bahasa Indonesia (modus).

Setelah aplikasinya saya tau akhirnya……….. saya telpon balik……..

Daaaaaannnnnn, dia ga’ angkat-angkat lagi.......

Saya kemudian memilih melihat-lihat fitur2 apa saja yang ada di “Azar” ini dan tanpa sengaja saya menemukan fitur yang mem-VC orang secara acak, saya klik.

“menunguu…..”

Sungguh sialnya, saya VC-an sama orang Malaysia, Laki-laki india……

Cambangan…..

Hitam…..

Berotot…. terus aplikasinya muncul icon dengan kata-kata "Ayo katakan you'r handsome kepada teman barumu!" Damn!


Sumber
Jasmin, telpon akuuuuuu lagii……….!!!

Saya nyesel tidak merespon dia, kasian dia …… sudah cape’-cape’ cari perhatian malah tidak dapat respon dari saya, fiuuuuh. Disisi lain saya juga beruntung tidak melihatnya pake nafsu (karna aneh). Kapan lagi kan dapat VC mendadak kayak begitu. Hahahhh.

Ampuni hambamu ya Alloh….

Rabu, 07 September 2016

5 cara membangkitkan mood menulis blog


Tidak terasa, 4 bulan lebih saya tidak pernah mempost lagi di blog ini. Post terakhir yang berjudul Woohoooo! Setelah puasa nulis 4 Bulan (Semuanya ada disini!) memuat kesibukan apa yang saya jalani mulai terhitung dari bulan Maret sampai sekarang.

 Banyak pengalaman baru yang saya dapatkan, mulai dari nge- MC untuk pertama kalinya, ikut audisi nyanyi di RRI, jadi sekertaris panitia untuk pertama kalinya, rekor jomblo terlama 19 tahun 6 bulan yang terus berkembang biak yang terus menambah angkanya tiap detik dan tiap hembusan nafas (buat yang ngerti, tolong saya!!!).

Anyway, saya bersyukur bisa belajar dari pengalaman2 berharga seperti daiatas. Tapi tetap saja setiap saya melakukan kegiatan atau aktivitas di kehidupan sehari2, saya selalu memikirkan blog ini. Kadang2 saya berfikir "bagaimana perkembangan teman2 blog saya ya?", "Apa yang mereka posting lagi?" atau  "Sudah berapa banyak viewers dan komen di blog saya ya?". Pertanyaan2 yang diajukan otak saya selalu saja tidak selaras dengan apa yang saya lakukan. Tiap hari dalam seperkian jam pasti ada selisih satu atau dua menit saya memikirkan hal seperti diatas. Ibarat Zainuddin yang merindukan Hayati tapi harus menipu hatinya dan membiarkan Hayati pergi dan akhirnya tenggelam (hellleeeh..). Mudah2an blog saya tidak tenggelam oleh perkembangan teman2 blog lain. Ehm..

Setelah sekian lama bergelut dengan pikiran, perbuatan dan hati yang kocar-kacir akhirnya kulit manggis ada extraknya, ehh, maksudnya akhirnya hari ini saya kembali meluruskan niat setelah memposting pembuka berjudul  Woohoooo! Setelah puasa nulis 4 Bulan (Semuanya ada disini!)  yang ditulis dan diniatkan selama 4 bulan (niatnya 3 bulan 29 hari, nulisnya sehari).

Kenapa saya menulis blog lagi? karna.....gue kurang kerjaan berbagai faktor dibawah ini. Faktor2 dibawah ini membangkitkan semngat dan ambisi saya dalam memulai untuk menulis lagi dan mungkin fakor dibawah ini bisa jadi tips bagi teman2 blogger yang bisa jadi mengalami syndrome seperti saya (malas, tidak mood dan tidak punya waktu menulis atau tidak bersemngat).

Sabar, sabar....

1. Blogwalking


    Terkadang rutinitas kita menulis tidak teratur dan mulai tidak konsisten dikarenakan faktor lingkungan dan tren. Kita di hipnotis untuk mencoba merubah ketertarikan kita dengan tren yang berkembang di lingkungan, contohnya, ketika kamu sedang fokus2nya menjalani agenda menulis yang sudah kamu terapkan sejak lama dan tiba2 ada sebuah tren yang membeludak dilingkungan kamu dan semua orang melakukan tren tersebut, misalnya Pokemon Go atau kalo ngga Goyang dumang. Bayangkan semua orang, teman2, tetangga, saudara, teman2 kantor/ kampus mengikuti  tren  tersebut. Apakah kamu tidak tertarik? dan pastinya tiidak mau dibilang ketinggalan jaman.

   Pada akhirnya sebagian dari kita yang baru memulai menekuni dunia blogging akan menutup laptop sejenak atau yang pling parah melupakan rutinitas nya dalam menulis, kemudian mulai fokus bersaing dengan tren tersebut untuk waktu yang sangat lama.

   Nah, disinilah fungsi dari blogwalking, yang harus kita lakukan adalah merubah lingkungan dan mengesampingkan tren yang berkembang (ingat! mengesampingkan bukan berarti menghindari) bisa saja tren itu bisa ditulis dalam blogmu. Kamu bisa memulai blogwalking setiap hari yang akan bermanfaat pada pengembngan minatmu. 

Ketertarikan kita untuk menulis pasti akan meningkat, selain itu blogwalking bisa merubah lingkungan kita menjadi lngkungan para penulis blog, tentunya dngan blogwalikng secara rutin. Lakukan itu setiap kali mempunyai waktu kosong, toh, tidak ada ruginya blogwalking karna membaca adalah hal positif! apalagi menyisipkan komen seperti yang akan kalian lakukan  di blog ini, huehhehe.

  Intinya pesan saya jangan jadikan kegiatan menulis itu sebagai ajang kren-kerenan atau pamer apalagi ikut  tren  atau karna mau cari uang. Kita menulis karna kita cinta, ibarat kita nge-gebet, wlaupun g' mood dan bnyak orang mnarik dluar sana (tren) kita akan ttap setia, karna apa? karna kita Cinta, bukan Rangga :). (cieeeee)


2. Membuka kesadaran


    Pernah gak sih kalian merasa bukan siapa2? minder karna blum bisa dipandang siapa2? atau minder karna blum bisa meraih apa2 dlam hidup padahal umur sudah tua?. Nah, menurut saya itu adalah hal yang wajar. Kenapa?

Karna kalian memang bukan siapa-siapa (Huaaahahahaa!!!!)

Semakin kita memikirkan hal tersebut, semakin kita takut akan bertambahnya usia dan kita belum melakukan atau mencapai target apapun. Saya juga memikirkan hal yang sama, makanya saya memilih kesibukan2 yang saya tulis di  WSPN4B (Ini promosinya maksa) daripada pulang kampung. Bukan asal menyibukkan diri tentu kita harus punya target.

Selain menyibukkan diri, saya juga selalu dikelilingi ketakutan,  rasa iri, dn rasa tidak percaya diri. Coba lihat disekeliling kita, diluar sana orang2 kerja keras, belajar dan terus belajar sampai berani mencoba apa yang mereka impikan. Bagaimana dngan orang dikabupaten/ provinsi lain? di negara lain? atau dibelahan dunia lain? Sekarng coba lihat dirimu sendiri? 

Secara sadar atau tidak sadar, kita sekarang barada dalam persaingan global. Kita lihat skala kecil nya dulu, apa yang teman disekeliling kallian sudah raih? teman SMA, SMP. SD atau saudara kita? mereka semua berjuang. Lantas apakah kita hanya duduk lalu tidur dirumah menjadi penonton mimpi2 mereka yg telah tecapai? Itu semua mmbuat saya takut. I'm not the right person to be a spectator. Kita terlahir membawa hal positif untuk orang lain.

Jadi, langkah awal kita untuk bersaing secara global dan selangkah lebih maju dari hari ini adalah memulai untuk belajar dan merubah aura persaingan itu ke arah positif dan ingat, jangan jadikan persaingan itu menjadikan kita manusia penganut individualisme. Mulailah melatih dan mempelajari apa yang kita suka,  berlatih menulis blog misalnya.


3. Investasi.


        Kegiatan positif yang kita lakukan hari ini akan memberikan manfaat dan kemudaratan di kemudian hari. Apa hubungannya dengan nge-Blog? tentu saja ada. Selain eksis dengan tulisan, menulis blog juga melatih kemampuan penulisan kita.  Dampaknya bisa kita lihat dikemudian hari, tentunya jika dilakukan secara konsisten.

  Sama halnya dengan invesatasi emas dn tanah yang menjanjikan keuntungan berlipat ganda. Invesatasi karya berupa tulisan juga begitu. Sejelek apapun karya tulisan mu, jangan pernah putus asa dengan cara membuangnya! cukup simpan di tempat yang rapi dan kunci rapat-rapat, mungkin besok atau lusa bisa menjadi sangat bermanfaat untuk dirimu sendiri bahkan untuk orang lain.


4. Tempat menuangkan isi hati


    Sakit hati, sedih atau nangis adalah hal yang sangat wajar dalam hidup, bisa saja karna cinta, karir, hubungan sosial ataupun karna ditinggal pergi oleh seseorang yang sangat berarti dalam hidup.

Menariknya, semua masalah kehidupan diatas menyimpan kenangan tersendiri dalam otak kita. Kadang ada kenangan pahit yang terus menerus muncul dalam pikiran kita dalam jangka yang sangat panjang, sehingga menimbulkan kepedihan yang menahun. 

Tapi tahukan kalian, sebuah masalah bisa menjadi ladang karya jika ditulis dengan sepenuh hati. Bahkan beberapa karya yang cukup terkenal bisa dihitung dari kadar kesedihan nya, bisa dibilang lebih sedih dan sadis masalahnya lebih menarik minat banyak pembaca. Misalnya saja cerita dari karya William Shakespeare tentang Romeo dan Juliet, tidak ada yang tidak tau bagaimana pahitnya kisah cinta dalam cerita ini.

Kuncinya, tuangkan setiap isi hatimu atau curhatan hatimu dalam sebuah karya tulisan bagaimanapun hasilnya. Setelah tulisan nya selesai, opsi nya hanya dua. Langsung memposting kepublik atau kembali ke poin 3. Yup, simpan!


5. Dapat teman hidup


    Nah, yang terakhir ini anggap saja bonus, hehe. Dari 10 penulis blog, yaahh, minimal mungkin ada 1/2  yang jatuh cinta sama penulisnya. Itupun kembali lagi penulisnya cantik/ ganteng atau tidak.

Tapi kemungkinan nya bisa saja tetap terbuka loh! bisa saja besok-besok orang yang kamu suka dan selalu kamu ceritakan di tulisan blog kamu, membaca tulisanmu, kalo yang ini kemungkinan nya 99,9% dia pasti baca deh.

Kalo kamu maksa. 

Bisa juga kamu modus-modus tidak sengaja menyebar link blog kamu di chat personal nya. Atau menyuruh teman terdekatnya mempromot tulisan mu. #Namanyajugausaha.

Semuanya tetap memungkinkan, seunik apapun cara dia menemukan tulisanmu. Tapi, menurut pengalaman saya sih, tidak ada yang namanya tidak sengaja. Misalnya dia tulis di google search, "Kenapa saya jomblo?" dan tiba-tiba blog kamu muncul di urutan nomor satu dengan headline "Jodoh kamu ada disini!" KAN TIDAK MUNGKIN. Jadi menurut saya semuanya harus direncanakan.

Dulu salah satu cara saya, supaya "dia" tau tulisan saya yaitu saya langsung menanyakan apa dia sudah baca tulisan yang saya tulis tentangnya atau belum. 

Dan setelah dua tahun tulisan itu dipost dia menjawab "Belum".............................

Saya yang dulunya sangat percaya diri kalo dia pasti sudah baca tulisan saya, langsung lngsung kayak dikubur hidup2 di sarang komodo. Padahal dua tahun lalu respon atau komentar dari orang2 terdekatnya lumayan banyak. Makanya saya iseng-iseng tanya tulisan dua tahun lalu...

Kembali lagi, semuanya harus direncanakan :")


-R-
"Mood itu sama seperti jodoh. Dicari. Bukan ditunggu datangnya"

Nah, itu tadi salah lima cara untuk membangkitkan mood menulis blog. Semoga bermanfaat untuk kita semua demi terciptanya blog yang tidak lumutan termakan zaman. Mari sebarkan benih untuk terus berkarya karna INDONESIA BISA!!!! FORZA INDONESIA!!! HALA INDONESIA!!!! VISCA INDONESIA!!! INDONESIA THE EXPLORER!!!

Sekian.