Kamis, 27 Oktober 2016

MENJADI YANG TERHINA DI GROUP WEREWOLF TELEGRAM


Reyhan Ismail
Foto legendaris yang mewarnai dinding2 kamarku.
Foto diatas adalah awal mula petaka dan bencana yang merusak citra karirku di group WWF telegram yang berisi orang2 yabg berbakat dalam hal menghina….

Awal mula bergabung di group WWF sesat itu, saya memilih memasang foto profil wajah yang ganteng maksimal sekaligus terlihat hebat dan berprestasi, hal ini saya lakukan supaya saya kelihatan hebat dan dipuja-puja nantinya ketika saya masuk. Contohnya begini…

Bena : Mas rey, fotonya ganteng banget…AAAKKKKKK!!!!! (ngirim vn teriak histeris)
Rey : Hehe, makasih :)
Icha : BAJINGAKK!!! BAJIGUUR!!!! Yaa AMPUN!!!! Udah ganteng berprestasi lagi!!!!! Aku jadi ngefans sama rey <3
Rey : Ah, biasa aja kok :)
Hana : ADUHHHH!!!! MIRIP ADAM LAVINE!!!!! Jadi meleleh sama Rey!!!!!!
Rey : Hehe :)
Yul : Ya Allah, tolong buat akun telegram Son Agia terhack supaya aku bisa ngedekatin Rey!!!!!
Rey : Ah, gk perlu kok, nanti saya yang hack sendiri :)
Mia : AAAAAAKKKKK!!!!! LUCU!!!! Aku suka pria jantan yang bisa adzan trus pake seragam tari kayak kamu!!!!!!!
Rey : Ini namanaya baju adat Toraja Mia, slam kenal :)
Jaimbum : Astgfirullahaladzim….aku gak pernah ngeliat makhluk seganteng mas Rey ini….
Justin : SOO HANDSOME GUY!!!!!
Rey : Hehe, makasih2, ini nomor hp saya *******
Putri salju : Engkaukah pangeran yang akan menjemputku dari tidur lelapku rey?
Rey: Iya putri…aku pangeran yang akan mewarnai hari-harimu :)
Erina : Aku tak bisa bernafas tanpamu…
Rey : Sama…aku juga… :)
Dian : Aku juga tak bisa bernafas tanpamu
Rey : Bukan nya kamu laki'?
Dian : Oiya'...lupa (mukul jidat)

Dan kami semua pun menikah…lalu anak2 yang kami hasilkan diberi nama sesuai karakter dalam permainan Werewolf…..Ah, sungguh indahnya hidup…

Itulah percakapan yang saya impi-impikan sejak awal bergabung group WWF….

TAPI SEMUANYA DIRUSAK OLEH HINAAN PARA LELAKI YANG ADA DI GROUP!!!!!!!!!!!!!!!!

Foto yang awalnya memancarkan aura poligami, seketika RUSAK DAN TAK BERNYAWA LAGI…

Reyhan Ismail
Pangeran Anonymoux
Reyhan Ismail
AKU TIDAK PERNAH MENDERITA! :(
Reyhan Ismail
Ini waktu terjadi gempa bumi
Reyhan Ismail, Davincioners
Ini waktu difoto sambil sikap lilin
Reyhan Ismail
Kalo yang ini waktu juara 1 nge-Hack blog kelurahan sukamaju
Bukan hanya itu, foto2 diakun sosial mediaku yang lain juga tak luput dari keganasan dan kebinalan mereka…contohnya seperti yang ada pada gambar dibawah ini…

Group werewolf Telegram Reyhan Ismail
Pertandingan final dikira rebutan barisan deket kipas angin pas sholat tarwih.... :(
Group werewolf Telegram Reyhan Ismail
Saya suka dengan nama jurusnya..! :D

Group werewolf Telegram Reyhan Ismail
Yang ini....memang benar sih..

Reyhan Ismail
Donald duck dari gua hantu...

Reyhan Ismail
Yeaayyyyy! dapat piala Oscar!

Group werewolf Telegram Reyhan Ismail
Ini waktu razia pasangan homo mesum di bukit khatulistiwa
Saya sebagai korban hinaan yang ada dalam group tersebut menyarankan jangan pernah memasang foto profil yang sok ganteng walaupun kalian ganteng ketika join di group…pokoknya jangan pernah sekali2 mencoba hal tersebut…

Jika kalian memasang nya…sungguh…setiap helaan nafas kalian didunia nyata akan penuh hinaan yang nista dan nestapa…

Sebagian orang yang tak kuat, memilih untuk left lalu bunuh diri dengan cara teriak “AAAUUUUUUUUU………………..” sampai nafas mereka habis…

Pokoknya jangan pernah coba2…

Selain kalian dihina setengah mati dalam group tersebut…memasang foto profil yang sangat amat ganteng atau cantik akan mengakibatkan kalian menjadi yang ter-mati, se-mati-mati-nya, setelah mati akan ada mati-mati selanjutnya sebagaimana mati-mati yang hina di kematian matinya…

Setiap kalian join dalam permainan…apapun peran yang kalian dapatkan baik itu menjadi Tuhan sekalipun, endingnya akan seperti dibawah ini…

Group werewolf Telegram
:(
MATI DILEMPARI DENGAN BATU…ATAU MATI KARNA DISURUH MAKAN CABE KERITING SATU KERANJANG!!!!!!!!!

Pokoknya jangan pernah coba2…

-R-

Oiyaa, terkadang mereka juga menghina saya dengan panggilan Junot mungkin karna saya mirip Herjunot Ali. Silahkan nilai sendiri dari foto dibawah ini...

Reyhan Ismail, Herjunot Ali, Davincioners
Mudah2an tidak mirip...karna level saya dibawah Herjunot Ali
Selain menghina...kadang mereka juga memuji pekerjaan saya sebagai admin dan hacker deepweb di situs pertukaran homo diseluruh dunia. 

Mereka membuat kan saya sebuah karya karikatur seperti dibawah ini...

Reyhan Ismail
Sebuah karya yang patut diapresiasi. (Karya desainer Udafanz) :)

-R-

Selain dihina…

Saya juga pernah menang dalam percakapan dI group tersebut. Saya membuat mereka kesel se-kesel2nya karna memberikan mereka harapan yang palsu nan cerdas…

Waktu itu berawal dari kekesalan saya yang tak pernah sekalipun menang dalam 24 jam…
Maka hari itu juga saya menjanjikan pada mereka, jika saya menang, saya akan adzan se-khusyu2nya.

Permainan pun dimulai, mereka menanggapi nya dengan suka ria dan gembira. Seperti gurun pasir yang sangat kering, saya datang dengan harapan 500 ton air segar dengan bakat adzan yang saya miliki sejak lahir. Seperti dugaan, tidak seperti biasanya saya tidak langsung mati tercabik2 di awal permainan.

Dan akhirnya, saya baru tahu, jika tidak memilih dalam 2 role permainan, kita akan dianggap mati diculik alien…akhirnya saya mati karna dianggap tidak pernah memilih...hasilnya ekspresi mereka yang tadinya mengharapkan saya menang lalu adzan menjadi seperti dibawah ini..

Group Werewolf Telegram

Group Werewolf Telegram Reyhan Ismail

Selain membuat mereka kesel…

Di suatu hari saya hampir merealisasikan ekspektasi percakapan yang saya tulis diatas tadi…
Saat itu saya mengirimkan VN yang berisi musikalisasi puisi dalam group tersebut. Dengan bakat yang diturunkan oleh Kahlil Gibran “The Broken Wings” kepada saya….
Saya berhasil membuat sebagian dari mereka meleleh….

Group Werewolf Telegram Reyhan Ismail


Itu menandakan bahwa hati perempuan yang ada di group WWF, semuanya beku…tak peka jika hanya dengan mengandalkan foto profil yang ganteng maksimal atau bahkan dengan memamerkan sebongkah piala dan segudang prestasi…

Mungkin karena itu tidak ada yang peka terhadap prestasi dan kegantengan yang saya pancarkan dalam foto profil tersebut.

Buat wanita2 yang termasuk dalam group Werewolf telegram…Dengarlah jeritan hatiku…

Menembus Batas Manusia Serigala
Apakah aku harus menjadi korek api tokai agar dapat membuat kalian meleleh?
Apakah aku harus menjadi Bluestacks agar dapat mengakses kedalam jendela kalian?
Apakah aku mesti menjadi moderator game werewolf agar dapat kalian /join kedalam lubuk hatiku?

Jika jawaban nya iya…
Aku akan menjadi apa yang kalian minta…
Agar dapat hati kalian kudekap dengan penuh rasa…
Setidaknya tidak kalian minta…

Aku menjadi Mamad karburator yang suka merubah seseorang dengan belek artis lalu meledakkan pala’nya.
Atau menjadi Udafanz untuk menciptakan quote2 berkelas dari tokoh2 penting digroup WWF, tanpa memikirkan membuat quote dari dirinya sendiri…
Atau melebatkan kumis dan bulu dada laksana Haris Cumis? 
Atau menjadi Son Agia yang harus ditinggal nikah lebih dulu oleh mantan lalu menjadi tergila2 setiap menemui nama2 dengan awalan Yul atau Zain….
Atau menjadi Yoga agar dapat kubuatkan Es krim ber-Choco chips mata enam?
Atau menjadi Ilham dengan jurus memegang dagu dan tatapan sinis penuh misteri dengan kacamata Detektif Conan nya…
Atau menjadi Sultan Brunei Ardan agar dapat kalian ladeni setiap permintaan nya yang nista dan nestapa..
Ataukah mungkin aku harus menjadi Haris Hirawling dengan kuasa nya sebagai admin group lalu berhak mencintai sesama jenis atau lawan jenis didalamnya?

Jika kalian meminta aku menjadi salah satunya...
Aku sudah mencoba...
Tapi aku merasa..
Aku tak ingin sama..
Sebab diriku sendiri adalah...
Muadzin, hacker merangkap aktor di WWF...

-R-

Terakhir...

Alasan saya menulis tulisan tentang group WWF di telegram ini sebenarnya untuk memperingati satu bulan bergabungnya Terlahir Untuk Menang (dibaca: Reyhan Ismail) pada tanggal 22 Oktober 2016, sabtu lalu.

Group werewolf telegram, Reyhan Ismail
Saya bergabung di group tersebut tanggal 22 September bulan kemarin
Maka untuk merayakan nya saya ingin mengukir kisah hinaan mereka terhadap saya kedalam blog ini. Agar kelak tidak tertiup oleh angin kenangan begitu saja dikemudian hari.

Kedua, tulisan ini bertujuan hanya untuk sekedar menghibur...Jika ada yang baper tolong di klarifikasi di kolom komentar dibawah...karna tidak ada maksud menghina kembali para objek2 terhina yang telah menghina dan membesarkan group ini dengan hinaan.

Ketiga, untuk membuat tulisan ini spesial...saya akan membocorkan sedikit rahasia.....

Sebuah rahasia yang hanya saya ungkap kedalam postingan kali ini...

Rahasianya adalah...
-
-
-
Selain menjadi aktor, hacker merangkap muadzin...sebenarnya saya juga adalah seorang KAPTEN yang berseragam melintasi samudra...

Reyhan ismail, davincioners
Kuharap Bena dan Mia tidak menyesal...

Sekian dari saya...

Semoga kita semua menjadi manusia yang Terlahir untuk menang, mulai hari ini hingga esok hari :)



Senin, 17 Oktober 2016

Liburan TERBAIK yang pernah ada





Gara-gara hari itu saya jadi trauma kalo diajak liburan.

Bicara tentang liburan sebelumnya saya sudah pernah mengalami kejadian pahit tntang liburan di postingan yang saya tulis disini.

Dan beberapa bulan yang lalu saya kembali merasakan hal yang sama. Bahkan lebih pahit!. Menimbulkan depresi yang sangat amat mendalam bagi pandangan saya tentang liburan!.

Ceritanya siang2 tanpa ada arah menghadang dan rintangan menghujam. Untuk pertama kalinya seumur hidup mama mengajak saya untuk liburan di Surabaya hari itu juga! Katanya om saya yang mengajak, kakak laki-lakinya mama yang tinggal di Brunei. Sebut saja namanya om Junaidi.

Rasanya senang sekali, apalagi waktunya pas liburan semester. Maka saat itu juga saya langsung buru2 mandi dan mempersiapkan pakaian untuk menuju ke bandara.

Sesampai di bandara kami semua (dibaca: fakir2 liburan) yang beranggotakan kerabat, saudara mama dan tentunya om Junaidi yang membiayai kami mulai dari transportasi Makasssar – Surabaya. Keren kan om saya?

Singkat cerita dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, kami langsung terbang ke Surabaya.

Sesampai di bandara Juanda Surabaya kami sudah dijemput oleh tiga mobil. Dua mobil Avanza dan satu mobil Alphard. Saya cuman dapat jatah mobil Alphard Avanza bersama om Junaidi, mama dan kerabatnya karna yang dimobil Alphard itu cuman orang2 yang terpilih dan dituakan.

Anehnya bin sulap dan sulip. Didalam mobil om,... Junaidi bertanya kepada kami

“Kalian tahu tidak alasan kenapa saya mengajak kalian kesini?”




Saya yang tadinya berasumsi kalo kita kesini untuk liburan besar2an secara gratis langsung bertanya-tanya sendiri. Loh kok?. Seketika ekspektasi saya mulai goyah dan memunculkan asumsi baru yaitu untuk :

1. Dijual ke lelaki hidung belang :)
2. Dijadikan patung buaya di monument Surabaya :(
3. Dibawa ke pulau The King (Comic 8) :)

Dan anehnya mendengar pertanyaan dari om Junaidi, mama beserta saudara dan kerabatnya ternyata tidak tahu juga kemana aslinya mereka akan berkunjung. Awalnya mereka semua hanya diberi tahu kalo tujuan ke Surabaya untuk liburan sekaligus berkunjung ke Masjid Sunan Ampel untuk sholat tahajjud disana.

Alhasil, kami menghabiskan waktu tiga jam diperjalanan dengan pertanyaan2 yang bahkan bulan dan bintang malam itu tak dapat menjawabnya. Bayangkan saja kami sampai dari bandara Juanda jam 12 malam dan langsung lanjut perjalanan darat selama tiga jam. 

Akhirnya sampai dilokasi yang entah dimana pukul 3 PAGI!!!!.

Satu persatu mobil yang menjemput kami tadi di bandara sudah sampai dilokasi. Kami semua turun dari mobil sambil saling menatap kebingungan, berdiri dan tinggal diam melihat2 sekitar sambil menerka2....jangan sampai kami dibawa ke padepokan Dimas Kanjeng...

Tempatnya seperti wisma, terus gerbang nya seperti pura atau candi-candi begitu. Pekarangan nya lumayan luas, hijau dan terparkir jelas mobil Alphard dan Hammer di pekarangan nya. 

Setelah berbicara dengan supir yang membawa kami tadi, ternayata kami ada di Kediri pemirsa. Dari yang katanya liburan ke Surabaya, berubah haluan ke Kediri. Seketika perasaan saya mulai gak enak.

Dan kata supir itu, ternyata lokasi tempat kami singgah ini bukan wisma, tapi tempat tinggal pak Bolon, rekan bisnis om Junaidi. Saya tidak mau mikirin lagi siapa pak Bolon itu, setidaknya ini bukan padepokan Dimas Kanjeng!!!!! itu yang pasti....

Sekarang pikiran saya hanya satu. CARI TEMPAT TIDUR!


-R-

Paginya kami dilayani dengan sangat baik walaupun sarapan nya agak sedikit telat. Iya, kita makan pagi jam 11, itupun merangkap makan siang. Makanan disana pun enak2, arsitektur rumah pak Bolon juga terkesan sangat mewah, luas, agak kental dengan arsitektur tradisional jawanya. Kami hari itu sarapan dipinggir kolam pak Bolon, kayak disinetron2 begitu.

Setelah sarapan, disinilah satu persatu pertanyaan tentang tujuan kami kesini terungkap.... 

Pak Bolon langsung mengambil jubah hitamnya papan tulis dan spidolnya.

Lama kelamaan, setelah melahap persentase demi persentase dari pak Bolon, saya akhirnya tiba pada satu kesimpulan bahwa,.. tujuan om Junaidi membawa kami kesini adalah......


------ UNTUK MENGIKUTI SEMINAR MLM ------


BBOOMMMMMM!!!!!!!!!!!!!!!!! 

Dari beberapa saudara mama saya, mereka semua sepakat untuk menolak penawaran pak Bolon untuk mengikuti seminar tesebut (termasuk saya). Rencana nya seminar itu diadakan di Trenggalek. Selesai makan sore, semuanya kompak mengemas barang untuk kembali ke Surabaya. Saya sngat bersyukur dan bahagia waktu itu, akhirnya kami semua tidak ikut :)

Selesai mengemas barang, saya memilih untuk berkeliling rumah pak Bolon yang sudah ramai dikunjungi peserta MLM nya yang sangat antusias. Termasuk pembicara mereka yang memberikan materi sistematis perMLM-an sambil memukul2 papan tulis dan berteriak2

“MAUUU KAYAAAAAA!!!!????”
“MAUUUUUU!!!!!”
“JADI KAYAK ORA USAH KERJA JADI PEGAWAI LAGI!!!!!, CUKUP MENGELUARKAN MODAL SEGINI (menunjuk papan tulis yang bertuliskan nominal uang pendaftaran MLM) BISA BELI MOBIL!, RUMAH! MOTOR! LAPTOP!!!!!! BETULLL???”
“BETULLL!!!!”
“TEPUK TANGAN UNTUK KITA SEMUA!!!!”

Lalu mereka semua bertepuk tangan seakan besok mereka sudah menjadi milyarder…..

Orang2 yang berkunjung ketempat itu bisa dibilang kebanyakan orang pengangguran dan ada juga dari kampung dan daerah2 tertentu. Bisnis ini pintar betul memanfaatkan orang2 yang putus asa.

Setelah berkeliling, saya kembali ke kamar dan terkejut....ternyata hanya sebagian dari kami yang diperbolehkan kembali ke Surabaya sore itu.

Sedangkan saya? disuruh tinggal disana untuk ikut ke Trenggalek mengikuti seminar...Saya tidak kebagian tumpangan karna mobil sudah tidak muat! 

DASAR BANGKAI BAKTERI!!!!!!



Menjelang maghrib kami baru berangkat menuju Trenggalek.

Tiba di Trenggalek kami sampai disalah satu rumah bak seperti istana orang2 turki. Rumahnya berkubah, besar, mewah, luas, ada kolamnya danmushollahnya menjulang tinggi seperti menara. 

Setelah itu kami pun mengikuti seminar dengan pemateri yang spektakuler (hampir merusak papan tulis) mengapa tidak, mereka membawakan materi dengan teriak-teriak sambil memukul2 papan tulis, ini kalo pematerinya lagi sidang skripsi, pasti pengujinya juga mau ikutan bisnis nya dia ini.

Setelah mengikuti seminar yang tidak sedikitpun merubah keputusan kami untuk tidak bergabung malam itu juga tanpa istirahat sedikit pun kami langsung menuju Bandara Juanda Surabaya kemudian bertemu kembali dengan anggota kelompok yang lain untuk kembali ke Makassar. TANPA ISTIRAHAT!!!!!




Kami (baca: korban PHP) pun tiba di Makassar pukul 10 pagi. Dengan keadaan letih, lesu, lemas dan lelah. Otak saya saat itu penuh dengan materi MLM. Kalo ketemu orang bawaanya mau menjelasin dua ke kiri dua ke kanan dapat 8 juta....


Pesan Moral : Jika diajak liburan, selalu sediakan pertanyaan 5W 1H!
Setelah kejadian itu, saya sangat trauma dengan ajakan orang lain untuk liburan kemanapun dan dimanapun. Lebih baik liburan dirumah saja, bersama kenangan masa lalu....


-R-

Bdw, minggu ini tepatnya lusa hari rabu saya diajakin liburan lagi. Tempatnya di Bali - Lombok. semoga diliburan kali ini tidak ada lagi seminar2 MLM, kalo ada, terpaksa saya...........

bergabung..... 

atau kalau tidak lebih baik pulang ke Sulawesi sambil berenang...

Semoga saja liburan disana besok sesuai ekspektasi...Doakan ya :)

Senin, 10 Oktober 2016

Re-Write Puisi #2


Puisi, sajak, syair

Indera Kasih

Suka kadang membuat kita buta
Saat menatapmu
Aku tak sangggup menatap lebih lama
Bola matamu begitu tajam menampar wajahku

Sayang kadang membuat kita bisu
Mulutku tersumpal tak sanggup terbuka
Bahkan untuk sekedar menyapa 
Selengkung senyum ramah dibibir manismu
Selalu menyambutku lebih dulu.

Rindu kadang membuat kita tuli
Ketika senja berlalu dan malam memanggilku
Yang terlintas dibenakku hanya wajahmu
Ia tenggelam bersama sendu.

Cinta kadang membuat kita lumpuh
Saat tanganmu kepegang erat
Jemarimu menghangatkan tanganku
Tak dapat lagi kurasakan lain di tubuhku

Selain parasmu yang mendenyutkan hariku.


Makassar, 19 Oktober  2015

-R-

Saya tidak banyak tahu tentang sajak, puisi atau semacamnya. Tapi yang saya rasakan pada saat menulisnya adalah kebebasan. Tulisan itu tiba- tiba lepas, ia tahu alurnya sendiri dan tahu alasan mengapa ia tertulis. 

Selasa, 04 Oktober 2016

REVIEW FILM ATHIRAH (Hasil buah kemenangan dari kesabaran seorang Ibu)




SINOPSIS

Film ini bercerita tentang bagaimana Athirah (diperankan oleh Cut Mini) seorang Ibu yang berjuang keras dalam memenangkan konflik batin yang terjadi dengan suaminya (Arman Dewarti) yang kurang memberikan perhatian terhadap keluarganya bahkan untuk istrinya sendiri.

Di lain pihak, putra sulung Athirah, Ucu' (Christoffer Nelwan) juga harus menghormati ayahnya sendiri walaupun bertolak belakang dengan apa yang ia rasakan. Mampukah Athirah sebagai seorang Ibu, mengatasi konflik dalam keluarga tersebut? Silahkan pesan tiket di bioskop-bioskop kesayangan anda. Mueheheee....


REVIEW

Jika Habibie punya Ainun, maka Jusuf Kalla punya Athirah, ini menunjukkan bahwa dibalik pria yang sukses ada peremupuan yang hebat. Beginilah maksud yang saya tangkap dari persepsi seorang ibu dari pandangan Jusuf Kalla.

Film ini diadaptasi dari buku yang ditulis Alberthiene Endah yang berjudul sama dengan filmnya “Athirah”. Salah satu buku yang terkenal dari Alberthiene Endah selain “Athirah” adalah “Merry Riana” (Mimpi sejuta dollar).


(Sumber: Facebokk Miles Film)
Berlatar belakang tentang adat budaya Bugis Bone dimana Jusuf Kalla dan keluarganya hidup mulai kecil hingga ia dewasa. Tokoh utama dalam film ini adalah Ibu dari Jusuf Kalla sendiri, “Athirah”. Nama itu tak asing dan sering saya dengar hingga sekarang. Bahkan ada sebuah sekolah di Makassar yang bernama “Athirah” dari TK-SMA, yang dibuat oleh bapak Bapak Hadji Kalla (bapak kandung Jusuf Kalla) dan Hadja Athirah (Ibu kandung Jusuf Kalla) atas kepedulian mereka terhadap dunia pendidikan.

Jika menonton film ini, kita tidak akan merasa bahwa filmnya akan habis. Selalu ada pertanyaan” yang akan membuat kita penasaran dengan bagaimana kelanjutan kisahnya. Bahkan hingga diakhir, kita tidak akan sadar kalo film nya sudah habis.

Dan satu lagi, film ini tidak melulu menceritakan tentang konflik di pihak Athirah, ada beberapa bagian dalam film dimana menceritakan nilai religius dalam keluarga dan kisah asmara Jusuf Kalla dengan istrinya sekarang (Mufidah Jusuf Kalla) hingga kaitan nya dengan seorang Athirah untuk membuat anaknya laku. Hahahh (bagian ini adalah dialog favorit saya)


(Sumber: Facebook Miles Film)

(Sumber: Facebook Miles Film)
Dari sisi pengambilan gambar dari setiap scene yang dekat dengan penonton dan ramah ekspresi, kita akan disuguhi berbagai hal terkait dengan budaya Bugis seperti makanan, tempat, tradisi, pusaka, pakaian, bahkan bahasa. Iya…bahasa yang digunakan dalam film ini berbahasa Bugis Makassar dan logat Bone. Cut Mini yang berperan sebagai Athirah lumayan piawai berlogat Makassar begitupun Christoffer Nelwan yang berperan sebagai Jusuf Kalla kecil. Totalitas para aktor sangat jelas terlihat dalam memerankan setiap bagiannya.

Peran “sarung” tenun sutra khas Sengkang juga tak luput mengambil bagian penting dari film ini. Athirah menjadikan kegiatan menenun sarung sutra sebagai mata pencaharian untuk menghidupi keluarganya.

Oiya, satu lagi. Musik yang mengiring penonton dari tiap adegan ke adegan film adalah musik atau lagu” daerah Bugis Makassar yang lumayan bikin merinding dan tak akan terlupakan.


(Sumber: Facebook Miles Film)
Setahu saya, film “Athirah” ini adalah garapan film berlatar belakang Sulawesi Selatan pertama yang pernah dibuat oleh duo Film maker Riri Reza dan Mira Lesmana. Dimana menjadikan “Athirah” ibunda Jusuf Kalla menjadi objek penceritaan. Dan mungkin juga menjadi film pertama yang mereka buat tentang seorang “Ibu”.

Didalam film ini saya menjadi mengerti dimana peran seorang Ibu sangat amat penting bagi sebuah keluarga. Tentang bagaimana seorang Ibu mengharapkan yang terbaik bagi anak-anaknya, bagaimana ia mengerusi rumah tangga, mengurusi anak”nya dan bagaimana ia melayani suaminya yang bahkan hanya sedikit memberikan perhatian padanya.

(Sumber: Facebook Miles Film)
Film ini bukan tentang sepasang kekasih yang jatuh cinta kemudian didramatisir setengah mati, bukan pula film yang hanya mengandalkan adegan dan dialog yang lucu, bukan juga film yang terkesan mewah dan menghabiskan dana milyaran rupiah untuk produksinya. Lebih dari itu, film sederhana ini mampu membuat kita sadar, bahwa salah satu makhluk yang dapat kita percaya ketika kita tidak bisa percaya lagi dengan manusia adalah seorang Ibu.

Salah satu quote atau kata” bijak yang cukup membekas dibenak saya adalah :
“Hidup memang keras dan butuh perjuangan. Tapi bagi emma’ku Athirah, keluarga adalah yang paling utama. Ia berhasil menemukan kemenangan dengan caranya sendiri.”
Satu lagi film yang menginspirasi garapan Riri Reza dan Mira Lesmana tahun 2016 yang menambah daftar deretan film yang wajib dinonton oleh semua keluarga di tahun ini!

Eiiittttsss....supaya tambah penasaran, nonton trailernya dulu!




Bagaimana? Tertarik? Silahkan atur jadwal...muehehe...


Minggu, 02 Oktober 2016

Cerita audisi vokal di RRI


Sumber bacground
Jadi awalnya saya ikut karna melihat dua orang teman jurusan saya adalah alumni dari audisi tersebut dan gayanya lumayan keren2 dan gaoool-gaool semenjak ikut. Sebut saja dia Amel dan Puput, mereka adalah angkatan audisi tahun lalu dan kebetulan tahun ini audisi seleksinya dibuka lagi. 

Kebetulan kemarin saya sempet tulis kegiatan ini di postingan Woohoooo! Setelah puasa nulis 4 Bulan (Semuanya ada disini!)

Puput seringkali mempromosikan audisi yang telah membesarkan namanya di jagad Kecamatan ini di group angkatan saya, ada sih beberapa yang katanya mau ikut, tapi pada akhirnya hanya dua orang yang mewakili angktan saya yang bergabung, yaitu saya dan Nadia, yup, dia perempuan dan salah satu angktatan kami di arsitektur dan Universitas yang sama.

Kenapa memutuskan untuk ikut dalam audisi tersebut, karna panggilan alam, hehehe. 

Entahlah, hari itu saya kira seleksi audisinya sudah berakhir tetapi Puput bilang belum dan terus menerus mengajak saya untuk ikut, mungkin krna dia melihat ada potensi dalam wajah saya yang mirip Jason Mraz, muehehe...

Dengan hati yang hitam putih akhirnya saya memutskan untuk ikut audisi di hari terakhir. Pas sampai di RRI saya ketemu Puput yang berperan sebagai guru sekaligus bekingan saya. Kami kemudian memasang nomor urut yang ditempel didada. Sampai pada waktu yang membuat saya lumayan gugup,

ANTRI.

Dalam antrian menunggu nama dan nomor urut dipanggil untuk di tes, saya disapa sama salah satu peserta namanya Firman. Bukan. Ini bukan Firman-Kehilangan. Ini Firman peserta juga.

“Nomor urut berapaki’?”

“ Iya?”


“Nomor?”


“Oo, saya nomor 10262”


“Pilih lagu apa?”


“Lagunya Anji, Tentang rasa”


“Beuh, kebanyakan laki2 yang ikut pilih lagu ini, nadanya lumayan tinggi”


Ketika dia bilang nadanya lumayan tinggi disitu saya memberikan tatapan Jason Mraz. Sambil memasang headset lagi, tiba2 salah seorang peserta yang habis tes keluar dari ruangan, sebut saja namanya Jupain karna dia juga berkacamata mukanya pucat dan bekeringat. Penasaran Firman bertanya

“Bagaimana didalam?”

“Lumayan, setelah menynyikan lagu wajib, kita disuruh nynyikan lagu yang kita suka dan bisa”


Saya yang pura2 tidak dengar percakapan mereka ikut menyimak.

“Tapi lolos jeki?” Kata Firman

“Tidak….”


Awalnya, saya yang santai dan optimis lolos tiba2 kaget dan tambah gugup. Si Jupain saja yang gayanya keliatan oke tidak lolos, bagaimana saya yang modal style anak2 yang baru pulang dari kampus sambil pake sandal bisa lolos? Pikiran saya tmbah campur aduk ketika ada salah satu panitia yang bilang ke saya kalo kita tidak boleh pake sandal masuk kedalam ruang audisi. Saya bingung mau ambil sepatu dimana, mau pulang juga pasti tidak kesampaian, mau pinjam juga gengsi. Masa Jason Mraz pinjam sepatu ke Jupain. Akhirnya saya tetap tenang tidak melakukan apa-apa dan fokus dengar lagunya Anji, tentang rasa di Headset, berharap jurinya nnti bilang “Muka kamu mirip Jason Mraz, gak usah pake sepatu, kamu cocok pake sandal, topi “tompi” sama pake sarung”

Akhirnya nomor saya dipanggil. Saya masuk diruangan yang orangnya lumayan banyak. Didepan ada kursi juri. Dibelakang kursi juri ada tiga sofa yang diduduki mentor2 dari tiga kelompok yang siap melatih peserta yang lolos nantinya. Disana ada Amel teman yang saya sebut di awal paragraph tadi, dia jadi mentor, ada Puput yang jadi panitia dan satu lagi Dewi (kalo ini tidak tau siapa) teman satu angktan kami juga yang ikut nonton dan mungkin fans sama saya. Hueheheh.

Didalam ruangan Puput menanyakan sepatu. Saya bingung. Tapi akhirnya sebagai teman yang baik Puput memnjamkan sepatu salah seorang teman panitia nya. Allhmadulillah, disitu saya merasa bersyukur, terima kasih puput, kalo kamu membaca tulisan ini mohon dishare ke temanmu.

Setelah pake sepatu, saya menuju panggung, pas menghadap ke penonton mereka semua tertawa. Saya bingung apa yang mereka tertawakan, saya sudah pake sepatu, pasang nomor urut di dada. Ataukah mungkin wajah saya yang mirip Jason Mraz yang mereka tertawai? Selidik demi selidik ternyata Panggung nya dibelakang saya, saya pikir itu bukan panggung karna tingginya Cuma 10 atau 7 cm dari tegel dimana saya berdiri sekarang.

Oke, saya sudah mundur menaiki panggung mini, sekarang waktunya kita bilang It’s show time!! Sambil mengecek mic. Setelah siap, saya ditanya dulu sama juri lagunya apa yang akan dibawakan. Saya bilang dengan pede, Anji, tentang rasahhh (rasa nya didesahin supaya ala2 Syahrini) “oke”

Musik pun mengalun indah bersamaan dengan lantunan suara saya yang membawa bencana tsunami dan tanah longsor – Tamat

Tidak-tidak. Ini bukan cerita horror. Setelah menyanyi. Seperti dugaan saya juri menyuruh saya menyanyikan lagu yang saya sering nyanyikan, sayapun memilih lagunya Guns n Roses yang judulnya akan membuat kalian biasa-biasa saja yaitu Sweet child O mine. Biasa saja kan? Saya sudah memikirkan lagu ini ketika mendengar si Jupain tadi. Awalnya saya agak ragu2 bisa membawakan lagu ini dengan bagus, terakhir saya menyanyikan lagu ini ditempat karoke dn besoknya tempat karoke nya bangkrut.

Tapi dengan niat ingin menjadi yang berbeda dari peserta yang lain saya pun keluar dari zona nyaman dan mencoba peruntungan dengan lagu ini. Intro lagu ini pun mulai mengguncang perlahan, dan saya mulai masuk………. ke rumah sakit, kejang2. Maksudnya masuk ke bait pertama dan hasilnya semua orang tepuk tangan dan teriak, termasuk nenek saya yang masih dikampung.

Sampai di akhir lagu semua orang bertepuk tangan. Didepan, saya melihat Puput, Amel dan Dewi juga ikut tepuk tangan, ada rasa bangga juga sih, setidaknya saya tidak mempermalukan mereka termsuk Puput yang sudah meminjamkan saya sepatunya , terima kasih puput, kalo kamu membaca tulisan ini mohon dihack.


Tiket STUVO18
Tiket EMAS!
Finally , saya dinyatakan lolos oleh ketiga juri, saya diberi tiket untuk kebabak selanjutnya dan Puput, Amel dan Dewi mendekati saya lalu kami ritual sikap lilin bersama2 kemudian roll kedepan keluar ruangan sampai kerumah masing2. Maksudnya, mereka memberi selamat sebagai teman yang sangat baik.

Setelah mnyimpan tiket ke dalam tas saya pun pulang dengan perasaan bahagia. Pas dikoridor RRI saya mendegar trtawaan lagi, entahlah mungkin hanya imajinasi saya. Tapi pas keluar dari RRI saya diteriaki ……. ternyata saya lupa mengembalikan sepatu pinjaman tadi. Hedeehhh.

PS : Sampai tulisan ini diterbitkan saya mundur dipertengahan jalan, saat tiga babakan sudah saya lewati demi menyeimbangkan kegiatan yang sangat padat.

Oiya, bagi teman2 yang mau dengar suara saya yang tidak seberapa ini, putar dibawah :)



Punya soundcloud juga? bagi linknya dong! silahkan tulis dikolom komentar dibawah gaes!