Rabu, 30 November 2016

REVIEW FILM HEADSHOT!


Film Headshot, Review film Headshot
Poster Film Headshoot
Sumber
Sutradara : Mo Brothers
Produser : Shinjiro Nishimura, Mike Wiluan, Wicky V. Olindo, Sukhdev Singh
Penulis : Timo Tjahjanto
Pemeran : Iko Uwais, Chelsea Islan, Julie Estelle, Zack Lee, Sunny Pang.
Produksi : Screenplay Infinite Films

SINOPSIS


Headshot bercerita tentang seorang pria (Iko Uwais) yang kehilangan ingatannya setelah terbangun dari koma panjang lalu dirawat dan diberi nama Ishmael oleh seorang dokter yang bernama Ailin (Chelsea Islan). Setelah sadar, satu demi satu ingatannya pun kembali dan mengarahkankannya pada musuh-musuh lama yang brutal dan tak kenal ampun, termasuk Lee (Sunny Pang) yang punya reputasi kriminal dan paling menakutkan. 


REVIEW


Sebelum tayang, kemarin saya memilih untuk menonton nya lebih dulu dalam kesempatan penayangan premier yang kebetulan diadakan dikota Makassar, bersama ketiga pemeran film tersebut, Iko Uwais, Chelsea Islan dan Pak Tarno. Eh, Julie Estelle. Setelah saya menonton filmnya, saya jadi tahu kenapa penayangan premier film ini ditayangkan juga di Makassar. Karna film ini mengandung sedikit unsur Makassar. Lihat saja ditanggal 8 Desember nanti.

Review film Headshot
Diambil dari situs TIFF
Tak beda jauh dari film-film sebelumnya yang bergenre action, Dalam fim Headshot kali ini Iko Uwais memperlihatkan sisi idealismenya yang tinggi untuk lepas dari pengaruh sebuah kelompok kriminal.

Jika dibandingkan dengan film-film Iko Uwais yang terdahulu seperti Merantau, The Raid (Redemption) dan The Raid 2 (Berandal) kemarin, sepertinya film ini sedikit lebih unggul dalam pengambilan gambar dan pengambilan hati penontonnya. 

Unsur romantis dan komedi dalam fim Headshoot kali ini lumayan terasa. Walaupun kadar adegan berantemnya yang sadis tidak sebanyak seperti film action garapan Gareth Evans yang diperankan Iko Uwais.

Review film headshot
Diambil dari situs TIFF
Yang saya suka dari film ini adalah permainan tempo dari adegan ke tiap adegan. Tempo ini juga didukung oleh aransemen musik dan pengambilan adegan ditiap scene-nya.

BACA JUGA : REVIEW FILM ATHIRAH

Bagaimana dengan alur?

Film Headshot ini termasuk mengambil alur maju. Sebagai orang yang lupa identitas, Iko Uwais yang berperan sebagai Ishmael berusaha untuk menemukan kembali siapa dirinya sebenarnya melalui potongan ingatan yang perlahan mulai muncul satu persatu.

Review film Headshot
Diambil dari situs TIFF
Setahu saya, ini film laga pertama yang diperankan Chelsea Islan. Jadi, bagi para fans Chelsea Islan, jangan harap dalam film ini Chelsea akan terlihat anggun dalam film ini, karna wajahnya akan selalu dipenuhi banyak darah dan diperlakukan dengan agak kasar, Chelsea Islan tidak terlalu banyak mendapatkan adegan berantem, tapi dia salah satu alasan, kenapa kita harus menonton film ini sampai habis.

Review film headshot
Diambil dari situs TIFF
Selain Chelsea Islan, ada juga Julie Estelle. Julie lebih punya pengalaman lebih dari Chelsea dalam memerankan film laga. Jadi tidak heran jika dia terlihat piawai melakukan adegan berantem apalagi main pisau-pisau. Dalam film Headshoot ini, Julie tidak pernah sekalipun memakai stuntman. Jadi seluruh adegan berantem, dia yang melakukannya sendiri. Difilm ini Julie juga terlihat sangat seksi. Tidak salah jika film ini dikategorikan film dewasa. Lihat saja aslinya tanggal 8 Desember nanti.

Iko uwais, Review film Headshot,
Diambil dari situs TIFF
Bagaimana dengan Iko Uwais?

Nah, peran Iko disini sangat ditunggu-tunggu oleh penikmat film laga pencak silat internasional termasuk di Toronto Internasional Film Festival kemarin. Sama seperti film sebelumnya. Peran Iko Uwais disini sebagai orang yang DIHAJAR TERUS! Bedanya, dia seakan tidak tahu apa-apa, karna lupa ingatan.

Review film Headshot, Iko Uwais, Pencak silat, Film Headshot
Diambil dari situs TIFF
Selain Chelsea Islan, Iko Uwais dan Julie Estelle. Film ini juga mengambil satu aktor luar asal Singapura. Namanya Sunny Pang, ia memainkan peran sebagai villain (penjahat) yang baik. Ya, silahkan pikirkan sendiri peran sebagai penjahat yang baik itu bagaimana.

BACA JUGA : REVIEW FILM UANG PANAI' 

Overall. Film ini tidak sama dengan film-film laga yang sudah tayang di Indonesia sebelumnya. Film Headshot mempunyai warna dan karakter tersendiri.

SADIS, ROMANTIS DAN LUCU.
Mungkin ketiga kata itu sudah dapat mewakili gambaran saya terhadap film ini.

Sangat direkomendasikan bagi penggemar film action laga yang memacu ketegangan, karna resikonya sepanjang film nafas akan tertahan, alis akan terangkat dan dahi akan mengerut.

Bagi penggemar film romantis. Film ini juga sukses membuat hati tersentuh, membuat kita spontan teriak seperti  ketika Denny Cagur bertanya,

“Bapak kamu penjual lilin ya?”
“Kok tau?”
“Karna kamu telah melelehkan hatiku.”

“Aaaaaaaaa…..”

Dan bagi penggemar film komedi. Walupun kadar komedinya sedikit. Tapi setidaknya film ini akan membuat kita tertawa lalu bertanya “Ini gue harus ketawa apa kaget nih?”

Pada akhirnya film ini mencoba mengajarkan suatu hal yang sangat besar dibanding mencoba mencari tahu bumi ini bulat atau datar.

Apa itu?

SILAHKAN TUNGGU JADWAL TAYANG NYA. 8 DESEMBER 2016!

DON’T MISS IT!

N.B : Teaser film ini juga unik. Teasernya dibagi dua dan dari sudut pandang berbeda, yaitu Ailin (Chelsea Islan) dan Ishmael (Iko Uwais).

Ini dari sudut pandang Ailin sebagai dokter yang berjudul "Who are you?".



Dan yang dbawah ini dari sudut pandang Ishmael. Berjudul "I will find you".


Jumat, 25 November 2016

Liburan yang kurang sempurna



Seharusnya tulisan ini diposting bulang lalu.

Karna kalo diposting hari ini, namanya terlambat.

Dari beberapa liburan yang telah gagal kemarin-kemarin dan sempat saya tulis dipostingan Help! I Need Holiday dan Liburan terbaik yang pernah ada 

Liburan kali ini berjalan dengan sangat sukses. Tanpa ada travel yang menipu dan tanpa ada MLM-MLM-an. Tapi tetap sih, belum terlalu sempurna.

Oke, jadi langsung saja saya tulis ringkasan-ringkasan liburan kemarin mulai hari pertama hingga hari terakhir. Check it rawwwrrrrrrr.

HARI 1

Oiya, sebelum keberangkatan ke Bandara Sultan Hasanuddin, saya tidak pernah tidur. Karna malamnya sebelum besok pagi berangkat ke bandara Sultan Hasanuddin Makassar, saya bersama sepupu menghabiskan malam di tempat karaoke hingga pukul tiga pagi. Padahal satu setengah jam setelahnya semua harus berkumpul dibandara. Alhasil, tak ada tidur yang cukup memuaskan sampai kita berangkat dari bandara Sultan Hasanuddin (Makassar) ke bandara I Gusti Ngurah Rai (Bali).

Sampai di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Kami langsung menuju Pantai Pandawa. Kalo langsung ke pantai selatan, itu namanya Nyi Roro Kidul.

Setelah ke Pantai Pandawa, kami langsung menuju ke tempat perbelanjaan, entah saya kurang tahu namanya, soalnya saya tidur didalam bus dan tidak keluar-keluar sampai semua orang selesai berbelanja.

Habis itu sampailah kami di tempat peristirahatan di Kuta, Bali. Kalo tidak salah nama penginapannya Simpang Inn. Setelah sampai di penginapan, bukan nya istirahat, saya malah tertarik untuk berenang dihotel itu, kebetulan juga sore itu saya melihat ada beberapa bule yang berenang dikolam tersebut, jadi  selain berenang juga sekalian mempertunjukkan skill salto belakang gaya halilintar yang sudah saya tekuni tiga tahun terakhir.

Setelah berenang, saya merasa bosan dikamar, jadi sore hari menjelang maghrib, saya dan ketiga adik sepupu saya memilih untuk berjalan-jalan menuju pantai Kuta. Awalnya, saya berinisiatif jalan-jalan kesana dengan bertelanjang dada, seperti bule-bule yang ada disana. Sayangnya,  karna ada bekas kerokan dipunggung, saya mulai berpikir dua kali. Jadilah, kami berempat berjalan-jalan menuju Kuta, sambil memakai kacamata hitam.

Ditengah perjalan, usut punya usut, ternyata tidak ada yang melihat jalanan menuju pantai Kuta. Subhanallah.

Berbekal alat navigasi alam, yaitu matahari dan mata hati, akhirnya kami pun sampai di Pantai Kuta yang ternyata lumayan jauh juga..

Sampai di Pantai Kuta, seperti anak muda biasa kami berfoto-foto ria. Walaupun cuman sama matahari.


Liburan Bali Lombok
Ini dia foto bareng bersama matahari di pantai Kuta yang sama sekali tidak dapat dibanggakan.

Setelah berfoto, kami berjalan-jalan disepanjang pantai sambil melihat pemandangan yang lumayan eksotis. Setelah beberapa menit berjalan-jalan, kami pun mulai berpikir untuk pulang. Tapi sebelum itu, tidak lengkap rasanya jika belum mengambil foto bersama bule-bule ini. Jadi saya menawarkan kepada mereka untuk berfoto dulu sebelum pulang. Terus tiba-tiba sepupu saya si A nyelutuk “Cari bule yang seksi-seksi Rey”.

BNGKE! MUKA PAS-PAS-an TAPI BANYAK JUGA MAUNYA.

Setelah memilih dan merundingkan bule perempuan  yang seksi dan keliatan jomblo untuk diajak berfoto kami pun menemukan yang angle dan viewnya pas. Saya sebagai penerjemah dengan modal bahasa inggris waktu kursus EBTANAS dulu, mulai maju duluan.

Rey        : Ehm, excuse me miss…  (sambil maju kedepan mereka.)

Bule 1    : Oh, yaaa? (kepala mereka melihat keatas, memandang wajah ganteng saya, sambil megang bir)

Rey        : Can I take a picture with you? ……. Please?

Kedua bule ini langsung bertatapan mengerutkan dahi, seakan bilang dalam hati “Ah, ganggu aja ini orang”

Bule 2    : ………Ow, okey…..(mulai berdiri , masih megang botol bir)

Akhirnya kedua bule itupun berdiri, dengan botol bir Bintang yang sama-sama mereka pegang. Oiya, disebelah kedua bule ini, sebenarnya masih ada dua bule lagi. Tapi karna kedua bule itu sudah tua, makanya yang saya ajakin foto hanya yang muda saja. Nanti kalo foto sama bule tua itu, jadinya seperti ini

Potret keluarga bule bahagia yang sedang liburan di pantai Kuta.

Rey        : Hey, hey, come here… (memanggil ketiga sepupu saya yang dari tadi sudah terpana dengan….)

Kami pun berfoto dengan binalnya. Setelah foto rombongan, gantian foto sendiri-sendiri dan inilah hasilnya.
Kuta Bali
YEAAHHHHH. FOTO YANG DAPAT DIBANGGAKAN!

Setelah berfoto, saya mengucapkan terima kasih kepada kedua wanita bule ini. Tapi, diluar dugaan, dia balik mengajukan pertanyaan kepada saya.

Bule 1    : Can you tell me, why you want take a photo with us?

Mendengar pertanyaan ini, kedua bule tua disampingnya itu ketawa ngakak…..

Dan, saya masih berpikir jawaban dan ejaan yang tepat untuk menjawabnya. Waktu itu ingin rasanya menjawab dengan kata-kata yang romantis seperti “Karna kau memancarkan sinar yang tak kalah terangnya dari matahari disore ini kasih” atau dengan 
ala Denny Cagur “Karna….Bapak kamu penjaga pantai ya?” .

Tapi apa daya. Berbekal kemampuan Bahasa Inggris yang ala kadarnya. Saya hanya bisa menjawab.

“Because you’re beautiful…” tak lupa tersenyum manja…..

“Ooouuuuwwwwww….” mereka serentak bilang begitu. Termasuk sepasang bule tua disampingnya itu.

Ah, seandainya aku bisa di booking…….

HARI 2

Hari kedua dimulai dengan menaiki Kapal Ferry menuju pulau Lombok.

Oiya, hari ini juga adalah pengalaman pertama saya naik kapal laut.

Sebelum kapal, (lepas landas) kami disuguhkan oleh atraksi yang luar biasa oleh seorang bule diatas kapal.

Ya. lagi-lagi bule. Bule memang tak pernah henti-hentinya membuat sensasi diliburan kali ini.

Jadi ceritanya diatas kapal, ada kakek bule yang lagi berjemur. Disitu saya dan adik sepupu saya juga sedang asyik berfoto-foto dengan kakek bule yang sedang berjemur diatas kapal itu. 

Walaupun awalnya dia tidak minta izin terlebih dahulu sama kakek bule ini. Dia main langsung nyosor kedekatnya terus ngeliat kekamera, sebelum memfotonya saya minta izin ke mas bule itu dulu.

Setelah memfoto adik sepupu saya, bule itu bilang ke saya “You can speak English, right?

Not……just little-little Mrs, hehe”
Come here, I have something special

Penasaran, kami pun mendekat ke bule itu. Bule itu mengambil sesuatu barang didalam tasnya. Saya mulai berpikir kalo bule ini mau ngasih hadiah ke saya.

Usut punya usut, ternyata dia malah mengeluarikan handuk.

((HANDUK))………INI BUAT APA COBA? Mau sulap-sulip? atau saya disuruh olesin sun block sama bule ini….

Ternyata setelah dia mengeluarkan handuk.

Dia melakukan hal gila yang diluar dugaan saya sodara-sodara.

Sebuah kelakuan seorang bule yang akan memutar balikkan fakta bahwa Kiswinar adalah anak dari Mario Teguh dan Deddy Corbuzier adalah abangnya.

Kelakuan apa itu pemirsa? Mari lihat gambar dibawah ini….

1
Jurus siluman kalajengking berubah jadi kepiting

2
Yang dibelakang itu pawangnya.

Gila kan?

Setelah kejadian itu, saya jadi depresi berat kalo lihat bule.
Bdw, makasih ya Mrs. Luck :) k
arna sudah mempertontonkan something special itu kepada anak-anak dibawah umur seperti kami.

Mungkin itu sebabnya kenapa rata-rata bule itu jenius. Karna gaya belajarnya mereka sambil Headstand.


HARI 3

Hari terakhir liburan itu rasanya lumayan sedih. Sedih karna harus kembali ke rutinitas yang padat lagi. Dihari terakhir, tidak terlalu banyak kunjungan selain berbelanja di Lombok, terus pulang ke Makassar.

Dihari terakhir, entah kenapa saya merasa ada yang kurang dengan liburan kali ini. Bukan. Bukan karna tidak ada seminar MLM nya seperti ditulisan ini : Liburan terbaik

Tapi lebih ke mengarah ke perasaan terkekang. Walaupun Atta (panggilan ibu) ikut dan semua biaya terjamin.  Tapi saya merasa seperti tidak bebas. Semua kunjungan diatur oleh kordinator rombongan, jadi kita tidak bebas mau pergi kemana.

Sepi juga kadang mengusik. Dalam liburan itu saya tidak punya teman seumuran. Jadi, daripada bergaul sama orangtua lebih baik saya bergaul sama adik sepupu yang rata-rata masih SMA. Jadinya tiap mau kemana-mana saya dibebani tanggung jawab supaya tidak ada diantara mereka yang diculik terus dijadikan atlet Headstand sama bule kayak Mrs. Luck.

Didalam liburan kali ini juga saya mulai berpikir untuk pergi liburan sendiri ala Backpacker. Pemikiran saya ini terinspirasi oleh bule disamping tempat duduk saya pas pulang ke Makassar naik pesawat. Saya melihat bule duduk sendiri dan kebetulan saya juga duduk disampingnya. Iya. Cuman dua tempat duduk, karna saya dan dia terpilih untuk duduk disamping pintu darurat. 

Saya melihat bule itu menulis di Ipad besarnya semacam catatan perjalanan yang dipersiapkan untuk ke Toraja. Saya ingin bertanya mengenai kesibukan nya waktu itu. Tapi, karna saya dicuekin waktu itu, jadinya saya pura-pura bego’ saja. Mungkin telinga bule itu lagi kesumbat perbedaan tekanan udara atau mungkin dia takut saya menghack akun nya. Allahualam….

Kedua, selama di Bali saya juga sering menemui bule-bule lelaki keren yang jalannya kemana-mana sendiri, terus pake tas gunung yang lumayan besar. Disitu saya penasaran bagaimana rasanya liburan sendirian, terus bertahan hidup dengan uang seadanya. Naik kapal, terus keliling dunia. Saya sangat menantikan waktu-waktu liburan seperti itu. Mungkin habis wisuda dan sudah punya penghasilan, I will do it!

Saya jadi membayangkan bagaimana rasanya kelliling dunia sambil jalan-jalan sendiri di negeri orang! beradaptasi dengan budaya, gaya hidup orang-orang dibelahan dunia sana dan bertahan hidup dengan cara kita sendiri tanpa interpensi darimapun! 

Jalan-jalan sambil mengabadikan momen lalu menulisnya. Saya harus memasukkan ide ini ke catatan list mimpi yang harus saya wujudkan!

Oiya, sampai jumpa di catatan liburan selanjutnya! Terima kasih sudah membaca :)

NB : Bdw, ini ringkasan rekaman video yang saya ceritakan diatas. Silahkan dinonton, nggak usah sayang kuota. Hoehoehoe...






Minggu, 20 November 2016

Kehidupan di Makassar



KEHIDUPAN DI KOTA MAKASSAR ITU PADAT!
Sepadat jalan kenangan…kita saling bergandeng tangan…sepadat jalan kenangan…

Oke. Spot! Eh, Stop!
Kenapa kehidupan di kota Makassar itu padat?
Karna adanya laju urbanisasi yang makin tahun makin meningkat!

Urbanisasi itu apa Rey?
Menurut abangku Wilkipedia, Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Contohnya kayak perantau yang merantau dari desa ke kota begitu.

Oo, berarti kamu termasuk juga dong Rey?

Iya, saya juga termasuk. INI SIAPA SIH NANYA-NANYA!?

Ini kan saya Rey, si Han, diri kamu sendiri. Saya tanya supaya tidak kehilangan ide.

Oiya, makasih ya Han, sekarang mood ku kembali lagi.

-R-

Oke, mari kita lupakan sejenak percakapan Rey dan Han.

Kota itu identik dengan kepadatan penduduk. Bayangkan saja, tiap tahun akan ada ratusan bahkan dibuan calon mahasiswa yang akan datang ke kota ini untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas. Hal ini tidak sebanding dengan kepulangan penduduk yang dari kota ke desa dikarenakan banyaknya mahasiswa yang memilih menjadi abadi dikampus mereka masing-masing.

Masalahnya berdampak pada lahan tempat tinggal yang semakin tahun semakin meningkat drastis. Jadi jangan heran, harga tanah dikota-kota besar itu Allhamdulillah :)

Saya sendiri punya tempat tinggal sendiri. Bukan dikos. Bukan juga di apartemen. Saya tinggal dirumah hasil warisan kakek saya yang diberikan kepada Bapak kamu, eh Bapak saya. Sebelum saya tinggal disana, rumah itu dulunya dikontrakkan. Tapi semua itu berubah ketika Mr. Rey datang. Semua barang dan perabot milik pengontrak rumah, digusur semua, muahahaha.

Bagaimana dengan teman kampus saya yang lain?

Sewajarnya mahasiswa yang bertempat tinggal, paling di kos, rumah keluarga, asrama, bahkan terakhir saya cek ada yang tinggal di kolong jembatan, dibawah flyover, dibawah meja saya juga ada ini…lagi kayang dia, katanya stress mikirin tempat tinggal.

Percayalah, tempat menginap yang biasanya dicari kebanyakan villagers (warga) adalah yang paling strategis, murah, fasilitas yang lengkap dan berbentuk penginapan. Karna biasanya juga ada yang berbentuk penginapan, fasilitas lengkap, harganya murah dan tempatnya strategis, tapi tidurnya malah diluar.

Tidak ada bedanya kan sama teman saya yang tidur dibawah flyover?

Jadi solusi nya apa Rey?

Jadi begini Han, EH, KOK MALAH WAWANCARA LAGI!? BUBAR. BUBAR!

Jadi begini teman-teman, sebagai teman yang berbakti pada teman. Saya mau menawarkan solusi buat teman-teman supaya terhindar dari sebutan perantau liar kayak si Han.

Apa itu?

Nah, kebetulan kemarin jam 15.43 WITA lewat sepersekian detik, diwaktu hujan, dan saya belum makan. Saya secara sengaja menemukan sebuah website yang GOKIL! Saking GOKILnya GOKILnya malah abiss…jadinya website ini GOKIL ABIS!

Nama websitenya adalah serumah.com, diliat dari namanya saya serasa mau ninggalin rumah yang saya tinggali sekarang terus cari penginapan di serumah.com.




Apa itu serumah.com? serumah.com adalah platform yang menghubungkan pengguna untuk mencari teman sekamar dan berbagi kamar. Mereka yang ingin berbagi kamar sewa (sharing room rent) bisa mengiklankan kamar mereka di Serumah dan mencari roommate disini.

Jadi, tujuan sebenarnya dari platform ini adalah untuk menghubungkan mereka yang membutuhkan teman untuk berbagi biaya sewa pada sebuah penginapan. Contohnya si Han yang tidak sanggup membayar keseluruhan biaya penginapan/kos dll, terus dia memilih si Rey di serumah.com.buat dijadikan teman sekamar, jadi si Han tinggal perlu membayar setengah biaya penginapan terus setengah nya lagi dibayar sama si Rey. Simpel kan?

Murah, fasilitas, tempat strategis, plus teman curhat nya juga dapat!

Eh, tapi bagaimana kalo teman sekamar kita merokok?

Tenang, di serumah.com.kita bisa mengatur kriteria teman sekamar kita berdasarkan apa yang kita mau.


Ini salah satu detail penyedia kamar.

Selain mencari roomate, fitur-fitur serumah.com juga menyediakan opsi untuk mencari penginapan yang cocok dengan budget kita, kisaran nya mulai dari 
Rp. 0 - Rp. 10.000.000,-  Harga ini dikhususkan buat kantong mahasiswa dan pekerja muda yang sedang mencari tempat penginapan. Bagaimana? masih kurang?

Fitur serumah.com

Secara umum, selain mencari kamar sewa dan roomate. serumah.com Juga menyediakan layanan iklan gratis untuk setiap member yang telah mendaftar. Jadi, jika teman-teman ingin mencari teman sekamar atau roomate untuk meringankan biaya sewa atau sekedar ingin mengiklankan kamar yang ingin disewakan, bisa lewat fitur iklan gratis ini teman. Lengkap bukan?

Oiya, jangan khawatir jika teman-teman tidak dapat fasilitas yang tidak lengkap, karna di serumah.com  sudah ada detail fasilitas yang ada pada tempat penginapan tersebut. Jadi yang dilakukan cukup buka serumah.com cari kamar, telpon terus nginap deh. Jika beruntung kita bisa satu kamar loh. Muehehe.

So?, Tunggu apalagi? buat angkatan urbanisasi tahun depan, rencanakan penginapan kalian mulai dari sekarang, supaya dapat tempat yang sesuai dengan ekspektasi. Kalo beruntung bisa dapat teman curhat juga loh. Hehehe

Rabu, 16 November 2016

Mau jadi orang munafik?




Saya sebenarnya juga bingung tentang persepsi orang-orang tentang “munafik”. Mari kita definisikan dari perkataan orang-orang bajingan ini….

“Kamu pasti mau kan? Bilang aja gak usah munafik jadi orang!”

Pernah dengar kata-kata ini? Ini pernyataan paling bangsat sekaligus menggoda bagi sebagian orang. Mari kita buat suasana seakan kalian yang diajukan kata-kata demikian oleh lawan jenis dan kata “mau” artinya mau “ena'-ena'”. Dan jika kamu bilang tidak, maka kamu akan di cap sebagai orang yang munafik.

Bagi laki-laki jika menolak pernyataan ini dari perempuan maka selamat kalian akan dipandang homo seumur hidup dan dikucilkan dari pergaulan.

So, apa masalahnya?

Masalahnya disini adalah, definisi munafik itu sendiri. Saya sendiri sangat takut kalau dibilang sebagai orang munafik. Sumpah. Neraka paling bawah itu ditempati oleh orang-orang munafik. Sebagaimana tertulis pada QS. An-Nisa' [4] : 145.

إِنَّ ٱلْمُنَٰفِقِينَ فِى ٱلدَّرْكِ ٱلْأَسْفَلِ مِنَ ٱلنَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

"Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka."

Jadi apa yang harus kita lakukan? Yaa… bagi sebagian orang mereka menerima tawaran “ena-ena” itu…Karna mereka memang sudah suami-istri. Sebagian nya lagi menolak dengan resiko dipandang homo seumur hidup atau disebut orang yang munafik.

Dari permasalahan pemahaman yang kurang tepat tentang kata “munafik” ini, banyak orang-orang yang menganggap bahwa semua orang didunia ini munafik. Mereka didepan banyak orang terlihat sok baik, jaga imej, memperlihatkan kepolosan demi kepolosan demi terlihat istimewa dimata orang lain dan aslinya, sangat bertolak belakang dengan apa yang mereka tunjukkan.

Kita biasa menyebutnya “berwajah dua”.

Bukan. Dia bukan Hudson. 

“Berwajah dua” hanyalah sebuah pribahasa (alaaahhh, bgitu aja gak paham). Seperti mempunyai sisi baik dan sisi buruk. Karna itu banyak orang-orang menghindari sebutan “munafik”, ada yang main perempuan (tidak munafik dengan hawa nafsu nya) dan ada yang ke diskotik/ kelab malam yang katanya dunia anti munafik..

Definisi anti-munafik ibarat dunia kebebasan dimana kita mengikuti hawa nafsu dan kemauan sendiri sehingga fu*k pencitraan (nunjukin jari tengah).

Didunia anti-munafik, kita tidak boleh berperilaku baik atau menyebar motivasi atau inspirasi untuk orang lain, kita harus menuruti apa yang kita mau dan kita senangi. Kalau mau seks bebas, seks bebas. Mau narkoba, narkoba. Mau tattoan, tattoan. Mau berpakaian seksi, pakaian seksi. Mau jadi young lex dan awkarin, bisa jadi penuh dosa. Intinya fu*k pencitraan (nunjukin jari tengah lagi).

Jadi apa sebenarnya munafik itu? Menurut pandangan orang suci seperti saya… J

Kali ini saya tidak akan menyimpulkan definisi sebenarnya dari kata “munafik” yang sudah disalah artikan oleh orang-orang yang katanya “penuh dosa” karna saya sendiri bukan agamawan dan belum terlalu paham.

Saya hanya memberikan satu pertanyaan. Pertanyaan nya adalah.

“APA JADINYA DUNIA. JIKA SEMUA ORANG TIDAK MUNAFIK?”

Tolong dijawab sesuai pernyataan dan fakta-fakta yang sudah saya jelaskan diatas.

Apa jadinya jika semua orang tidak berusaha berpura-pura baik? Apa jadinya jika semua orang mengikuti hawa nafsu sesuka hati mereka? Dan apa jadinya jika tidak ada yang rela berbuat baik demi orang lain? Semua orang pasti akan mementingkan dirinya sendiri, egois dan bergaya hidup individualis.

Hukum J.S Mill tentang hukum rimba juga dibenarkan, bahwa yang lemah akan mati kelaparan dan yang kuat dan berkuasa akan bertahan hidup. Mengasyikkan bukan? Silahkan bersenang-senang dengan apa yang kita mau.

Mari kita kaji lebih dalam lagi.

Saya akan langsung masuk ke pembahasan dasar agama. Kita sering mendengar tentang agama itu sendiri. Tapi tahukah teman2 apa definisi agama itu sendiri?

Menurut pemahaman saya, Agama itu terdiri dari A-G-A-M-A (Ehh, kok malah jadi kayak Abdel). Maksud saya Agama itu berasal dari bahasa Sangsekerta yang terdiri dari (a) dan (gama). (a) makdudnya tidak, (gama) artinya kacau. Jadi agama itu esensi nya agar kehidupan manusia tidak kacau.

Jadi kesimpulan nya apa dong?
                “Jika menjadi manusia yang munafik menjadikan hidup kita bermanfaat bagi orang lain, membuat hidup tidak kacau dan terhindar dari hal yang sia-sia. Saya lebih baik menjadi orang yang munafik.”

Itu kesimpuan saya. Setiap orang punya pandangan berbeda-beda. Saya tidak berhak memaksakan kehendak teman-teman tentang opini yang sudah saya tulis diatas. Sekarang adalah era demokrasi, silahkan berpendapat sesuai apa yang teman-teman pikirkan. Tenang. Tidak akan saya culik kok J

And then, Saya mau tahu bagaimana pendapat teman-teman tentang kata “Munafik” ini.  Kalau boleh, silahkan tulis pendapat kalian dikolom komentar dibawah supaya kita bisa menyamakan pendapat demi terhindarnya generasi kita dari orang-orang yang “penuh dosa”. J

Jadi. Apa jawaban teman-teman dari pertanyaan “Kamu pasti mau kan? Bilang aja gak usah munafik jadi orang!” ?


Rabu, 09 November 2016

REVIEW BUKU "Risalah Kunang-kunang"


Khaeriyah Nasruddin
Desain sampul depan
Judul Buku : Risalah Kunang-Kunang
Penulis : Khaeriyah Nasruddin
Penerbit : Penerbit Shofia
Editor /Penyelaras Kata : Fitrawan Umar
Desain cover : Wulan Nugrahaini
Tebal : 91 Halaman.

RINGKASAN BUKU

Buku ini berisi 11 kumpulan cerpen yang dominan didasari dengan latar belakang dan konflik kehidupan kunang-kunang dan pengalaman pribadi penulis. 11 cerpen yang ada dalam buku ini masing-masing berjudul.
  1. Kunang-kunang dalam cerita
  2. Memetik senyum kunang-kunang
  3. Kunang-kunang diujung malam
  4. Kunang-kunang yang mengincup
  5. Malaikat Kunang-kunang
  6. Mata Kunang-kunang
  7. Mimpi Kunang-kunang kecil
  8. Sepasang janji dan Kunang-kunang
  9. Rumah Kunang-kunang
  10. Musim Kunang-kunang
  11. Gadis Kunang-kunang

REVIEW

"Menarilah dalam gelap, karena kau adalah kegelapan itu. Bernyanyilah dalam sunyi, karena kesunyian itu adalah cinta. Mata kunang-kunang itu adalah sayap. Sayap yang membawanya pada pelataran cinta dalam pandang pertama"
Begitulah salah satu kutipan quote yang ditulis oleh Khaeriyah Nasruddin.
Sangat jarang saya menemukan sebuah buku yang mengambil objek kunang-kunang sebagai latar belakang, ide cerita, bahkan sebagai judul. Tentu ini juga menjadi nilai plus buku Risalah kunang-kunang yang membuat nilai nya berbeda dengan buku-buku lain. 

Jika dilihat pada sampul depannya, saya dapat menangkap sebuah makna harapan disana. Dengan warna yang dominan kuning dan orange memberi dorongan kepada pembaca untuk selalu semangat dalam membuka tiap lembarannya. Objek utama dalam sampul depan buku ini adalah sebuah toples yang biasaya dipakai manusia untuk menangkap kunang-kunang yang bercahaya. Memberi kesan segar dan sejuk.

Bagaimana dengan isinya?

Kesebelas kumpulan cerpen yang ada dalam buku ini menyimpan kejutan dan cerita yang berbeda-beda. Racikan kata-katanya yang puitis menjelma menjadi cahaya ditiap lembar kisah yang ditawarkan oleh penulis.

Dari seluruh cerpen yang ada pada buku tersebut saya menyeleksi tiga cerpen favorit versi saya sendiri. Kita mulai dari favorit menuju ke yang paling favorit.


Diurutan ke-tiga saya menempatkan "Rumah kunang-kunang" awalnya saya mengira bagian ini adalah cerita horror versi kunang-kunang. Tapi setelah saya baca untuk kedua kalinya saya masih mengira ini tulisan horror, setelah membaca untuk ketiga kalinya, saya menyimpulkan bahwa ini adalah tulisan yang paling unik dari Khaeriyah Nasruddin. 


Menghadirkan yang sudah tidak ada seakan menjadi ada. Terdengar agak mistis memang. Tapi percayalah, cerita ini memang mistis sangat unik jika dipandang dari sudut pandang yang berbeda. Saya menangkap sebuah ikatan persahabatan yang kuat, sebuah pesan dari seseorang teman yang telah pulang ke "rumah" duluan. Sama dengan "Kunang-kunang diujung malam" twist-nya juga terdapat pada bagian akhir.

Diurutan kedua ada "Malaikat kunang-kunang". Berbeda dengan "Kunang-kunang diujung malam", Malaikat kunang-kunang lebih menunjukkan pesan tentang makna sebuah kebaikan sejati. Dicerita ini saya bahkan tidak tahu siapa nama kunang-kunang yang ada dalam cerita tersebut. 

Memakai sudut pandang orang pertama dan kunang-kunang yang ingin mengakhiri hidupnya, hanya dua orang tokoh yang terlibat konflik dalam cerita kali ini. Tapi makna dan pesan moral yang disajikan sangat dalam, tentang esensi sebuah kebaikan dan pengorbanan. Patut dibaca untuk kalian yang ingin tahu arti sebuah pengorbanan.


Cerita favorit saya yang menduduki peringkat pertama adalah "Kunang-kunang diujung malam". Tokoh utama dalam cerita ini adalah seekor kunang-kunang betina yang bernama Elmira. Dia mempunyai kekasih yang sudah sejak lama pergi meninggalkannya. Sejak sepeninggalan kekasihnya, yang dia lakukan hanya menunggu surat kekasihnya yang dibawa kakek tua petugas pos dipagi hari sambil menghitung butiran embun yang jatuh dideaunan. 


Nah, percakapan Elmira dan kakek petugas pos inilah yang nantinya akan membawa pembaca pada kejutan yang tak terduga. Intinya cerita "Kunang-kunang diujung malam" ini tentang perpisahan, pertemuan, dan kesetiaan.

Sebenarnya semua cerpen yang ada dalam buku ini memiliki keunikan nya masing-masing, hanya saja yang lebih menarik perhatian saya hanya tiga cerpen yang sudah saya uraikan diatas tadi.

Dibeberapa cerpen lainnya, terdapat konflik yang terlalu sederhana, sehingga diakhir paragraf hanya melahirkan sebuah kalimat tanya. Butuh dua atau tiga kali saya membaca tulisan tersebut untuk mengetahui jawabannya. Itupun kalau dapat. Jika tidak, pertanyaan itu saya biarkan menggelinding dipikiran setelah itu saya memilih melanjutkan membaca halaman berikutnya.

Overall, apa yang sudah diracik teman SMA saya ini sangat membuat saya kagum. Sejak duduk dibangku sekolah SMA, dia memang sudah menorehkan sejumlah prestasi tingkat Nasional di bidang tulis-menulis. Oiya, saat ini Khaeriyah Nasruddin juga aktif di FLP (Forum Lingkar Pena) Ranting UIN Alauddin Makassar.

Bagi saya buku "Risalah kunang-kunang" ini adalah awal yang bagus untuk Khariyah Nasruddin melebarkan sayap kunang-kunangnya di dunia kepenulisan. Oiya, ini pendapat saya setelah membaca buku "Risalah kunang-kunang".

"Setelah membaca Risalah kunang-kunang, sepertinya kita patut belajar dari kehidupan seekor kunang-kunang yang masih bersinar walaupun dikekang".
Mungkin hanya itu pendapat yang dapat saya sampaikan untuk buku ini dan untuk Khaeriyah Nasruddin, terus berkarya! Saya sebagai pembaca menunggu buku-buku kamu terpajang di rak bestseller!  Ditunggu karya selanjutnya :)

Kamis, 03 November 2016

Untuk perempuan yang sedang dalam pelukan


Sumber
Entah atas dasar apa saya menulis tulisan tentang perempuan ini. Tidak penting sebenarnya. Saya belum memiliki pengalaman yang kuat tentang menyakiti perasaan perempuan. Karna jujur, saya sendiri belum pernah sekalipun mencoba berurusan dengan ikatan status "pacar" dengan mereka.

Jadi, ketika saya berbicara tentang perempuan, pandangan saya tentang perempuan selalu tertuju pada satu orang. Dia adalah Ibu saya. Perempuan terbaik sejagad raya.

Jika bisa dibayangkan, menjadi perempuan itu sulit. Bahkan sebelum jadi ibu.

Bagi saya. Perempuan itu lebih berharga dari makhluk yang lain. Salah satu makhluk yang harus dijaga perasaan nya, dilindungi, pantas diberi kebahagiaan dan dipeluk ketika mereka bersedih.

Saya memiliki beberapa teman laki-laki bajingan yang sudah mempunyai kekasih.

Saya selalu merasa heran ketika melihat perempuan yang sifatnya baik dan cantik seperti ini bagaimana bisa tahan dengan perlakuan teman saya yang seperti itu?

Sebut saja teman saya ini Mario. Mereka bertengkar hampir tiap malam.  Kadang Mario bilang anjing, sialan, bangsat dan saudara-saudaranya. Kadang juga sayang-sayangan, Itupun sangat jarang.

Saya kurang tahu apakah semua pasangan begitu. 

Kenapa perempuan itu jika dicaci maki dengan kata-kata kasar, mereka masih bisa  membalasnya dengan tersenyum? Masih bisa tertawa? Apakah mereka sudah menganggap nya biasa saja? atau mereka mengaggap itu semua “perhatian” dari seorang kekasih?.

Kadang ada yang membuat saya selalu bertanya-tanya tentang siapa yang lebih dulu membentuk mindset bahwa, perempuan tidak boleh lebih dulu mengungkapkan perasaan nya kepada laki-laki? Sebenarnya siapa yang membentuk pola pikir perempuan jika kerjanya itu harus menunggu laki-laki menyatakan cinta padanya? Kenapa mereka dilarang menyatakan cinta? Kenapa harus menunggu?

Apakah untuk menjadi perempuan yang feminim harus begitu? Jika, iya.Maka kebebasan mencintai dan memiliki berhak diberikan pada laki-laki sepenuhnya. Bukan begitu?

Kembali ke teman saya Mario dan kekasihnya. 

Dia selalu tidak pernah absen memberikan perhatian kepada kekasihnya. Mungkin pertanyaan2 ini bisa mewakili definisi perhatian menurut Mario.

“Kamu sudah makan?”
“Kamu pergi mandi dulu”
“Kamu minum obat sayang, supaya cepat sembuh”
“Sudah sholat belum?”
“Kamu mau jalan sama siapa?”
Dan diakhiri dengan ucapan "Aku sayang kamu".

Pertanyaannya adalah. Apakah perhatian itu lebih berharga dari sebuah kepastian?

Sebagian dari kita berpacaran untuk mendapatkan perhatian yang lebih dari seorang, supaya punya teman telpon-telponan sebelum tidur, supaya punya seseorang yang bisa melindungi, supaya bisa menikmati malam minggu dengan orang yang dia cintai, supaya ada yang mengucapkan "selamat pagi" saat dia bangun, supaya ada yang memberi kado dihari ulang tahun dan beberapa hal bulllshitttt lain nya.

Oiya, terkadang, impian mereka juga diatur.

Laki-laki selalu mempunyai kriteria pekerjaan dan pendidikan untuk perempuan yang mereka impikan, supaya bisa dibanggakan pada teman-teman nya. Ini fakta.

Ini salah satu alasan kenapa impian perempuan bisa diatur oleh laki-laki. 

Dan anehnya, Mereka nurut! Bahkan mempertaruhkan mimpi demi orang yang belum pasti menjadi kekasihnya pun mereka sanggup!

Saya juga heran, kenapa pria yang punya mobil selalu sulit ditolak oleh seorang perempuan? Apalagi pria itu gayanya rapi, harum dan namanya cukup dikenal didunia pergaulan jagad sosial media.

 Kalo dipikir-pikir mobil, parfum, smartphone dan semua miliknya hasil pemberian orang tua nya kan? Jadi kenapa?

Apakah perempuan iseng-iseng menerima mereka supaya bisa merasakan bagaimana romantisnya pacaran diatas mobil? ataukah kalian mau membanggakan mobil pacar kalian dengan teman-teman sepergaulan? ataukah kalian capek berpanas-panasan naik motor saat ingin berpergian kemana-mana?

Trust me, Sebagian laki-laki berpendapat bahwa masa muda itu waktu yang tepat untuk menghabiskan waktu dengan bersenang-senang, melakukan apa yang mereka belum pernah coba, jadi jangan heran jika mereka juga ingin mencoba hal baru dengan kalian, Contohnya silahkan tulis dikomentar.

Hmm.

Saya punya pesan untuk perempuan-perempuan yang sedang dalam pelukan diluar sana.

Untuk perempuan yang sedang dalam pelukan..
Kau lebih berharga dari sekedar perhatian atau kendaraan.

Untuk perempuan yang sedang dalam pelukan..
Kamu bebas bermimpi setinggi mungkin. Pergilah ke Paris, Tokyo, London, pergilah kemanapun kau mau dan lihat betapa dunia ini tidak sebesar angan-angan kekasihmu. Kamu bebas dicintai oleh siapa saja, tapi hatimu bukan untuk siapa saja.

Untuk perempuan yang sedang dalam pelukan... 
Tak ada yang lebih berharga dari seorang pria yang rela mendukung mimpi mu, berjuang bersama-sama meraih kebahagiaan sejati denganmu, selalu memberikan suntikan semangat setiap hari padamu dan mempertaruhkan masa tuanya berdua bersamamu.

Untuk perempuan yang sedang dalam pelukan... 
Hatimu bukanlah ruang tamu yang bebas dimasuki siapa saja. Lebih dari itu, hatimu ibarat harta karun yang bersembunya di samudra yang paling dalam.

Sementara itu... 
Jangan lupakan kebahagiaan lain disisi orang tua mu. Hangatkan kembali ruang meja makan itu dengan menebarkan senyum. Wujudkan dongeng yang berakhir bahagia itu sebelum mereka tidur. 

Selagi waktu berputar, habiskan kebahagiaan itu di sisa hidup mereka.

Setelah itu. 
Kau berhak mengajarkan hal sebaliknya pada anakmu kelak….

Bahwa perempuan itu lebih dari sekedar mencari perhatian...

PS : Tulisan ini terinspirasi dari lagu Payung Teduh - Untuk perempuan dalam pelukan.