Jumat, 02 Juni 2017

REVIEW AIR PUTIH


Air putih dirumah saya banyak. Warnanya bermacam-macam. Kadang warna bening, kadang warna hitam (kalo lagi mati lampu). Dari kecil sampai sekarang saya masih minum air putih. Beda dengan adik-adik saya yang awalnya minum air putih sekarang sudah mulai minum air kobokan. Air kobokan yang mereka minum juga bermacam-macam. Mulai dari air kobokan Rumah Makan Sederhana sampai Rumah Makan Tidak Sederhana (restoran).

Kali ini saya akan mereview segelas air putih yang sudah sering saya minum setiap hari.


Reyhan Ismail, Manfaat air putih, Air putih
Sumber: Disini, sebelah kiri kata "sebelah" dan sebelah kanan kata "Sumber".
Oke, mari kita mulai mereview.

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 907 /Menkes/SK/VII/2002, air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum.




Berbeda dengan ahli air putih kita satu ini. Menurut Ir. Reyhan Dolken (2017), Air putih adalah elemen yang mengalir dari atas kebawah atau dikenal dengan istilah Up and Down. 


Teori Up and down Mr. Rey.

Beliau menerangkan bahwa air putih itu ada berbagai macam. Diantaranya adalah, iler (mengalir dari dalam bibir menuju luar bibir) dan  air mata (mengalir dari mata turun ke hati). 

Salah satu yang belum terkalirfikasi jenisnya adalah air yang mengalir dari hidung (baca: ingus).

Sumber

Air jenis ini memang terindikasi mengalir dari atas kebawah, tapi anehnya, air jenis ini juga bisa dikendalikan oleh pemiliknya, kadang-kadang diruang publik tertentu tiba-tiba naik keatas. Ya, mirip-miriplah sama Avatar Korra si pengendali air.

Pergerakannya juga statis, kadang turun, naik, turun, naik kayak lagunya Fresh Boy dari Arema. Oiya, durasi turunnya juga agak lama, perlahan demi perlahan. Tidak sebanding dengan durasi Up-nya yang sangat cepat. Penggambarannya mungkin seperti ini:


Tinggal turun, naik, turun, naik terus.
Oiya, Air kobokan itu juga termasuk air putih, karna diolah oleh mas-mas tukang  bakso (btw, kalo makan bakso pake air kobokan gak sih?). 

Saya penasaran minum air putih dari iklan yang mengatakan kalo Air putih itu ada manis-manisnya. Air putih ini (setelah saya coba) teksturnya sangat jernih dan hampir tidak ada rasanya.

Setelah diteliti selamat dua abad. Telah ditemukan inovasi yang luar biasa. Menurut data yang saya temukan, air putih ini ternyata bisa mengenyangkan. Cara yang dilakukan agar air putih ini bisa berevolusi membuat peminumnya kenyang adalah dengan cara mencampurnya dengan bawang merah, bawang putih, daun salam, lengkuas, ketumbar, merica, cabai, kemiri dan yang terakhir daging sapi. Jadinya nanti seperti ini.




Bagaimana? menarik bukan air putih ini? Bisa melepas dahaga dan bisa membuat kita kenyang. Kalo kamu sering minum apa? Susu? Kopi? Anggur? atau iler mantan? 

Silahkan jawab dikolom komentar.

Mari kita budidayakan meneliti sebelum meminum. Saya Ir. Rey, Sarjana Air, Pamit undur diri. :)



28 komentar:

  1. BUAJRUT BAJINGSEK ALA LA BUM BUM! Setelah Agia yang ngereview torabika jahe susu, sekarang Rey ngereview air putih. Ini blogger pada kerasukan tukang review minuman semua. AKU SUKA AKU SUKA!

    Review-nya mantap, Mr. gRey yang sekarang merangkap menjadi sarjana air. Teorinya juga aku suka. Namanya sangat ciamik. Teori up and down. Itu penerapannya dalam kehidupan sehari-hari gimana, Rey? Apakah pake gaya missionary atau woman on top?

    Huahahaha. Untung komen begituan pas udah buka puasa. HAHAHAHAHAHAAHAHA.

    Btw, itu bawang putih dkk disebutin kalau kita nggak liat gambarnya, mengingatkanku pada jamu kuat tradisional pria dewasa.... Huhuhuhu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karna air minum itu adalah sumber kehidupan cha'! Kalo nggk ada air minum, kita nggk bakalan bisa buang air kecil!

      Bhahahh, parah. Malah dimasukin ke filosofi pelacur kata. Tapi sebenarnya ada kaitannya ke situ sih. Cuman penempatannya aja yg kurang pas.

      Untuk baca komen beginian pas blum buka puasa.

      Memanng bahan2nya mirip ya cha'?
      Wah, sya jadi curiga klo sebenarnya coto ini metamorfosis dari jamu kuat tradisional.

      Hapus
  2. hahaha.. syukurlah aku bukan orang lemah yang mudah ngiler ama foto begitu. karena udah membuat program sadar dompet, sadar tempat. jadi ketika ada godaan, otak sudah automatisasi untuk menkan keinginan.. xD

    ini ngapain air putih direview segalaaaaaa... pake dilakukan percobaan menjadikannya manis.

    eh sekedar info, beneran ada sih air putih yang bening dan rasanya manis. yang dihasilkan dari distilasi cokelat. bahkan kekentalannya sama seperti cokelat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Foto yg mana nih mas How? yang air putih apa yg coto? saya paling nggk kuat sama yg coto. Wah, pake program ya. Bedanya sama program kartu jakarta pintar apa mas How?

      Karna air putih adalah sumber kehidupan mas How!
      Yaa, selain terpancing dari tweetnya kak ira sih. Hahaha

      Wah, baru tau saya. Trima kasih infonya mas How. Trima kasih sudah memberikan secercah pengetahuan di postingan yang tidak penting ini.

      Hapus
  3. kesel liat gambar bocahnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setidaknya nggk kesel baca tulisan saya :)

      Hapus
  4. Kalau saya paling sering minum Air Mineral Pastinya, kemudian Posisi Kedua ditempati oleh Kopi ( untuk begadang ), lalu Posisi Ketiga ditempati oleh Susu cap apa sajalah yang penting susu...hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Klo saya sih posisi pertama kalo lagi haus minum Topi miring. Kedua kalo mau kumur-kumur pake Wine, Ketiga, kalo mau minum obat, minumnya pake portex

      Hapus
  5. Menarik sekali..he

    Sempat lihat video unboxing nasi padang, ini review air putih.
    Mau keluar tadinya, mau siap-siap berburu takjil. Tapi nanggung udah aku buka postinga terbaru dari Mas Rey. Jadi baca dulu lah..

    Aku agak gimana gitu lihatnya itu bocah yang ingusnya meler. Setelah lihat gambar inivasi itu harusnya tertarik dan pengen kalau dihari biasa. Tapi saat ini gak karena sudah terbentengi niat untuk berpuasa. Sedang memperkuat iman juga, jadi gituan mah biasa..hehe Dan terbentengi juga bocah yang ingus itu diatas..haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih andi..he

      Wah, terima kasih sudah menyempatkan untuk membaca postingan ini :)
      Tapi sayang sekali, seharusnya mas andi lngsung berburu takjilan aja. Karna postingan ini sama sekali gk ada mudaratnya.

      Nah, akhirnya ada juga yg ngerti kenapa sya masukin foto bocah ingusan diatas. Supaya "terimbangi" hahaha.

      Hapus
  6. Bner kata kaicha, son agia review torabika susu jahe, tp msh agak mndingn. Lah ini lagi air putih segala di review in :'D kreavitas sekaligus kegabutanmu benar2 sgt luar biasa, Pak Prof. Reyhan, SA (Sarjana Air) saya salut.

    Saya mau tnya pak, apakah air yg mengalir dri hidung itu dpt diminum? Dan apakah ada rasa manis2nya?? Mohon dijawab, trimakasih.

    Iya, mkan bakso pake aer kobokan, tp abs nyuci tgn pake aer kobokan, makan baksonya jg dikobok pake tangan. Lah kan sayang abs cuci tgn pake aer kobokan msa mkan baksonya pake sendok? Mending lgsg pake tgn aja biar gregeddhh :D :D

    Eh, btw gue bru mampir ksni keknya. Lam kenal ea. Heheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yeah. Ini kalo dimasukin di lomba menulis pasti juara lu. Nggk ada orang yg pernah kepikiran buat mereview air putih di muka bumi ini. Padahal air putih itu adalah sumber kehidupan manusia. Tanpa ada air putih kita gk bakalan bisa memproduksi iler yang berlebih. Otak kita juga akan berubah jadi kaku karna kekurangan cairan. Dn masih bnyak lagi hal mengerikan yg akan terjadi klo kita kekurangan air

      Dear Lulu Andhita, ingus itu sebenarnya bisa diminum atau tidak, dapat dikondisikan. Kalo kondisinya lagi nggk ada air dan nggk ada orang yg ngeliatin, bisa diminum. Kadang ingus itu ada manis2nya kalo habis makan gula 5 kilo. Klo mau merasakan sensasi asin, makan mecin aja dengan takaran 5 sendok teh sehabis makan. Itu saja saran dari saya.

      Ya, kalo mau higienis kan harus total lu'. Sama kyak habis jabat tangan sama mantan. Nah tangan itu harus dicuci pake air keras. Supaya kenangannya hilang.

      Iya kok, saya juga baru liat, ada komentar baru dari orang baru. Salam kenal dan selamat datang di blog ini ya lulu andhita. :)

      Hapus
  7. Review-nya masih kurang lengkap nih. Tapi setelah baca ini, aku jadi tertarik untuk minum air putih. Makasih rekomendasinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih. Senang bisa membantu :)
      (orang ini, kayaknya sudah tidak minum air putih sejak ketubannya pecah)

      Hapus
  8. Yang di iklan ada manis-manisnya itu mah emang bohong. Haha. Saya jujur lebih suka air minum dalam kemasan merek Nestle atau Ades. :D

    Bentar deh, ini dari air putih ngapa berubah jadi coto? Eh, itu coto kan, ya? CMIIW.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebuah penipuan masyarakat ya yog. Seharusnya dituntut tuh. Untung aja yg bilang gitu cwek. Coba kalo kalo yg bilang gitu Ahok, pasti dituntut dan dikasih kasus penistaan air minum.

      Iya, coto Yog :3
      Keliatan enak kan...

      Hapus
  9. Dulu pernah ada temen saya, di kelas kimia, diomelin guru karena nyebut "air putih". Guru saya bilang "gak berwarna" atau sekalian bilang "bening". Ya, istilah di kalangan masyarakat begitu deh. Kita beli air mineral bilangnya Aqua. Yaudah, biar ngerti si mamang warungnya. :))

    Selanjutnya tolong review wisata air ya. Yuhuuu!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oke. Untuk Robby Haryadi. Eh, Robby Haryanto.
      Pertama, saya kurang paham nih, sama hubungan teman kamu yg bilang air putih sama mamang warung. Coba bisa di jelaskan sekali lagi. HAK HAK HAK!.

      Coming soon rob. Nunggu undangan dari pihak wisata airnya dulu.

      Hapus
  10. Air putih itu bermacam-macam, kadang bening, kadang item (kalau lagi mati lampu). jadi sebenernya itu airnya warna apa?

    nggak perlu ditambahin macem-macem, kayak cabe, kemiri, mecin, daging sapi juga kalau anak kost di tanggal tua bisa kenyang cuma minum air doang, kadang ditambah promag juga sih. wqwwq

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tergantung dari situasi dan kondisinya put. Kadang juga warna ijo klo dicampur sama cairan anak2 yg diatas itu.

      Bhahaha. Curhat ya put?

      Hapus
  11. Gue sarjana water dan gue mau menentang pernyataan lo! Air itu warnanya bukan putih! Bening!!!! Hahaha :D

    Salam, Jevon

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, sepertinya kamu salah vin. Saya sudah professor.
      Bening itu bukan warna. Tapi sumber transparansi hati. Buktinya dipaint gk ada warna bening.

      HA.HA!

      Hapus
  12. Review yang kurang lengkap, REy... Kalau review, sebaiknya bahas sejarah, baru ke jenis dan ditutup dengan alhamdulillah... Gitu... :3

    Aku kok geli sendiri pas baca bagian ingus naik turun... #ItuWkwkwkwkRey...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya nggak menulis sejarahnya karna berhubung saya nggk tahu yang pertama kali menemukan air ini siapa. Ataukah Adam apa Hawa atau Ikan.

      Kyaknya #ItuWkwkwkRey perlu di viralkan deh. Bwahaha.

      Hapus
  13. Review yang unique dik. Hahahahahahaa
    Ingus naik turun yawlaaaa menggelikan.

    Btw, Ir Reyhan Dolken, mau nanya aja nih. Bukannya yg dr mata turun ke hati itu cinta pada pandangan pertama ya?
    Ehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. (((dik)))
      Kemarin abang, sekarang tiba-tiba adik...
      Dear kak Wulan. Sebenarnya kamu itu abang saya apa adik saya?!

      Wah, pertanyaan yang tidak penting sekali ya mba Wulan. Tpi sbagai ilmuan yang baik hati dan rajin menabung di westafel saya akan coba jawab.

      Air yang dari mata turun kehati itu memang cinta pndangan pertama. Tapi, jika air itu kelamaan di mata, tapi nggk turun2 ke hati. Nah, itu biasanya....disebut BELEK.

      Hapus
  14. Waduh... gara-gara postingan ini sekarang gue kalo aus bawaannya pengin makan daging. Hmmm. :|

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untung bawaannya bukan pengn minum bensin...

      Hapus

Singgah ki' :)